

Pada 16 Januari 2026, AI Network (AIN) diperdagangkan di harga $0,01084967 per token, mencerminkan valuasi yang relatif moderat di ekosistem mata uang kripto global. Kapitalisasi pasar token ini mencapai $2,92 juta, menempatkan AIN di kategori aset digital berkapitalisasi kecil. Dengan volume perdagangan 24 jam sekitar $76.100, AIN menunjukkan aktivitas pasar yang stabil, meski masih tergolong ringan dibandingkan proyek kripto berkapitalisasi besar. Token ini memiliki pasokan beredar sekitar 269,43 juta koin dan total pasokan maksimum sebanyak 700 juta token. Struktur pasokan ini menggambarkan distribusi long-tail yang umum pada proyek infrastruktur blockchain yang baru berkembang. Harga AIN saat ini menegaskan status proyek sebagai infrastruktur blockchain untuk aplikasi native AI. Bagi trader dan investor yang memantau AI Network, data ini menyediakan konteks penting untuk memahami valuasi pasar dan kondisi likuiditas token, khususnya di tengah dinamika penilaian mata uang kripto pada tahun 2026.
Lanskap perdagangan 24 jam AI Network (AIN) merefleksikan perubahan besar pada infrastruktur pasar global, di mana token mengalami penurunan harga 0,2% di tiga pasar aktif. Pergerakan harga yang moderat ini terjadi di tengah antisipasi ekspansi Nasdaq menuju perdagangan 24 jam di tahun 2026, yang mengubah cara aset digital dan saham diperdagangkan secara global. Tiga pasar aktif yang memantau AIN menunjukkan permintaan yang meningkat untuk waktu perdagangan yang lebih fleksibel, khususnya dari investor internasional yang membutuhkan akses di luar jam bursa tradisional. Pergerakan harga AIN saat ini, meskipun turun sedikit dalam periode 24 jam ini, tetap mengikuti pola volatilitas khas proyek infrastruktur blockchain baru. Aktivitas perdagangan di berbagai pasar ini menunjukkan likuiditas yang tetap kuat meski harga tertekan, menandakan minat investor yang berkelanjutan terhadap pengembangan terdesentralisasi AIN dan ekosistem aplikasi AI native. Perluasan akses pasar sepanjang waktu meningkatkan mekanisme penemuan harga dan memungkinkan trader bereaksi cepat terhadap kondisi pasar di mana pun mereka berada, sehingga mengubah persepsi terhadap aset kripto seperti AIN sebagai instrumen yang dapat diakses dan diperdagangkan setiap saat.
Lanskap likuiditas AI Network menunjukkan ekosistem perdagangan yang terkonsentrasi di bursa terpusat. Token ini diperdagangkan di sejumlah platform seperti MEXC Global, Kraken, BYDFi, dan Crypto.com, tetapi konsentrasi volume perdagangan masih tinggi. MEXC Global mendominasi perdagangan 24 jam melalui pasangan AIN/USDT, dengan porsi volume terbesar di antara bursa lain. Konsentrasi ini memicu ketidakseimbangan distribusi likuiditas pasar; kedalaman order book dan spread bid-ask dapat sangat berbeda di setiap platform.
Bursa terpusat secara alami menawarkan likuiditas lebih baik daripada alternatif terdesentralisasi, dengan spread lebih ketat dan order book lebih dalam untuk penemuan harga yang efisien. Namun, terbatasnya diversifikasi venue perdagangan membuat transaksi besar rentan terhadap slippage dan dampak harga yang signifikan. Dominasi pasangan perdagangan stablecoin di ekosistem AIN membatasi akses, karena pasangan fiat langsung masih jarang tersedia.
Struktur perdagangan yang terpusat ini memengaruhi dinamika pasar pada tahun 2026, di mana pergeseran likuiditas sangat bergantung pada keputusan listing bursa dan kemitraan. Trader yang menghadapi cakupan bursa terfragmentasi harus menyesuaikan strategi eksekusi di tengah kondisi likuiditas dan harga yang berbeda di tiap platform, sehingga pemahaman karakteristik masing-masing venue menjadi kunci saat mengeksekusi posisi AIN berukuran besar.
AI Network (AIN) merupakan jaringan komputasi cloud berbasis blockchain yang bertujuan membangun ekosistem terbuka dan interoperabel bagi solusi AI. Tujuan utamanya adalah menghadirkan layanan AI terdesentralisasi tanpa kepemilikan terpusat, sehingga integrasi dan aksesibilitas di ekosistem blockchain menjadi optimal.
Harga pasar token AIN per tahun 2026 adalah $0,0531 per AIN, dengan volume perdagangan 24 jam sekitar $1,20 juta. Data historis menunjukkan perkembangan harga token di ekosistem AI Network.
Pada tahun 2026, token AIN memiliki kapitalisasi pasar sebesar $32.320 dengan pasokan beredar 7,56 juta token. Volume perdagangan 24 jam mencapai $77.860, mencerminkan aktivitas pasar yang stabil dan minat investor terhadap AI Network.
Saat ini terdapat 42 juta token AIN yang beredar, dengan batas maksimal pasokan sebanyak 1 miliar token AIN.
Pergerakan harga AIN dipengaruhi oleh permintaan pasar, tingkat adopsi, kondisi makroekonomi, sentimen investor, dinamika regulasi, dan pembaruan teknologi. Aktivitas jaringan serta ekspansi ekosistem berperan besar dalam volatilitas harga.
Token AIN tercatat di bursa utama seperti Binance dan BitMart. Setelah pencatatan di pertengahan 2025, token ini mempertahankan likuiditas tinggi yang memberikan akses perdagangan optimal bagi investor.
Roadmap AI Network mengutamakan integrasi Web3 dan teknologi AI hingga tahun 2026. Fokus pengembangan mencakup ekspansi aplikasi AI terdesentralisasi, peningkatan utilitas token AIN, dan penguatan infrastruktur. Prospek ke depan menunjukkan potensi pertumbuhan signifikan pada solusi blockchain berbasis AI serta perluasan ekosistem.
Investasi token AIN memiliki risiko implementasi teknis, volatilitas pasar, dan ketidakpastian regulasi. Persaingan di ranah AI dan potensi kerentanan keamanan menjadi tantangan tambahan. Pastikan Anda melakukan riset mendalam sebelum berinvestasi.











