

Pada 11 Januari 2026, AKT diperdagangkan di harga $0,42, mencatatkan kenaikan +1,11% dalam 24 jam terakhir. Kinerja ini menunjukkan perjalanan berkelanjutan token di tengah pasar kripto yang cukup volatil. Sepanjang hari perdagangan, AKT bergerak dalam rentang yang sempit, yaitu antara $0,42 hingga $0,449, menampilkan volatilitas terkontrol yang lazim pada aset digital berkapitalisasi menengah. Volume perdagangan 24 jam mencapai sekitar $4,50 juta, mencerminkan partisipasi pasar yang stabil meski pergerakan harga cukup terbatas.
Dengan kapitalisasi pasar sebesar $127,56 juta, Akash Network mempertahankan peran penting di sektor decentralized cloud computing. Volatilitas +1,11% dalam 24 jam terakhir tidak menunjukkan lonjakan ekstrem maupun penurunan tajam, melainkan fluktuasi alami yang terjadi saat pelaku pasar bereaksi terhadap perubahan sentimen dan dinamika pasar secara luas. Bagi investor yang memantau pergerakan harga AKT, memahami pola pergerakan harga dalam rentang ini memberikan konteks penting untuk mengevaluasi apakah posisi token saat ini sesuai dengan strategi investasi mereka di tengah persaingan pasar kripto.
Trajectory harga Akash Network memperlihatkan pola volatilitas yang signifikan ketika meninjau level all-time high. Puncak terbaru di tahun 2026 tercapai pada 5 Januari, saat AKT mencapai $0,4637—menjadi titik tertinggi moderat tahun ini. Harga saat ini di $0,445395 berada sedikit di bawah puncak tersebut, menunjukkan fluktuasi yang memang menjadi karakter pasar AKT. Sementara itu, konteks historis yang lebih luas menggambarkan dinamika harga yang jauh lebih tajam. All-time high kripto ini berada di angka $8,07, yang diraih pada tahun 2021—menunjukkan penurunan sebesar 94,5% dari puncak tersebut. Selisih besar antara ATH $8,07 dan valuasi saat ini menyoroti volatilitas yang telah membentuk sejarah pasar AKT. Memahami level harga historis ini penting untuk menafsirkan pergerakan saat ini dan fluktuasi harian +1,11%. Jarak antara puncak terbaru tahun 2026 di $0,4637 dan all-time high 2021 menunjukkan bagaimana volatilitas harga AKT bergerak lintas periode waktu. Trader yang menganalisis data historis AKT kerap menjadikan milestone ATH sebagai referensi untuk menilai apakah token sedang konsolidasi di level support atau bersiap menuju momentum kenaikan baru.
Volume perdagangan menjadi katalis utama dalam menentukan titik support dan resistance AKT selama pergerakan harga yang volatil. Ketika volume harian mencapai angka signifikan seperti $6,78 juta USD pada sesi aktif, hal ini memberi sinyal teknikal yang jelas bagi pelaku pasar tentang kemungkinan terbentuknya ekuilibrium harga. Proses penemuan harga berbasis volume langsung memengaruhi pola volatilitas AKT, sebab aktivitas perdagangan tinggi biasanya terpusat di level harga psikologis maupun teknikal.
Keterkaitan antara volatilitas harga AKT dan volume terlihat saat trader mengelompokkan order beli dan jual di titik harga tertentu. Volume tinggi di satu level membentuk zona support dan resistance alami yang diikuti pergerakan harga berikutnya. Selama AKT mengalami fluktuasi besar, analisis volume membantu mengidentifikasi apakah pergerakan itu merupakan breakout nyata atau hanya reversal sementara. Analis teknikal memantau distribusi volume harian $6,78 juta USD untuk memprediksi apakah resistance akan bertahan atau support bisa ditembus tekanan turun.
Memahami level berbasis volume ini menjelaskan perilaku harga intraday. Jika AKT mendekati zona support yang sudah terbentuk dengan volume tinggi, secara teknikal lantai harga cenderung semakin kuat. Sebaliknya, level resistance yang diuji dengan volume besar menandakan keyakinan pasar terhadap tekanan kenaikan. Interaksi antara intensitas volume dan level harga ini membentuk karakteristik volatilitas AKT, sehingga trader dapat mengantisipasi kemungkinan breakout atau konsolidasi harga.
Pergerakan harga AKT menunjukkan korelasi moderat dengan Bitcoin dan Ethereum, memperkuat hubungan dalam ekosistem kripto secara keseluruhan. Korelasi ini menandakan bagaimana tolok ukur pasar besar memengaruhi valuasi altcoin, di mana AKT secara historis mengikuti tren utama kripto sejak 2020. Ketika Bitcoin mengalami perubahan harga signifikan, AKT cenderung ikut bergerak, namun dengan volatilitas lebih tinggi yang khas pada aset berkapitalisasi lebih kecil.
Bitcoin dominance memainkan peran penting dalam dinamika harga AKT. Saat dominasi Bitcoin menguat, aset alternatif seperti AKT biasanya berkinerja di bawah karena arus modal terkonsentrasi ke kripto utama. Sebaliknya, ketika dominasi Bitcoin melemah dan fase altseason terjadi, AKT lebih efektif menarik perhatian investor. Pola siklus ini semakin terasa dalam kondisi pasar yang volatil, di mana kapitalisasi pasar dan volume perdagangan AKT merespons tajam perubahan sentimen pasar global.
| Regime Pasar | Pola Korelasi AKT | Durasi Tipikal |
|---|---|---|
| Bull Market | Korelasi positif tinggi dengan BTC/ETH | 6–12 bulan |
| Konsolidasi Bear | Korelasi moderat, volatilitas selektif | 3–6 bulan |
| Altseason | Potensi decoupling, kinerja lebih unggul | Variabel |
| Peristiwa Volatilitas Tinggi | Korelasi meningkat tajam | Hari hingga pekan |
Partisipasi institusi melalui arus ETF masih bersifat selektif dan belum konsisten, sehingga tekanan beli berkelanjutan pada AKT terbatas. Analisis pasar memperkirakan tahun 2026 akan didominasi pola konsolidasi volatil, dengan kapital institusional lebih terpusat pada aset utama daripada tersebar ke altcoin, menempatkan AKT pada penemuan harga berbasis korelasi dan siklus volatilitas pasar.
AKT merupakan token native Akash Network, platform decentralized cloud computing. Token ini berfungsi sebagai alat tata kelola keputusan platform, jaminan keamanan blockchain, dan insentif bagi penyedia layanan cloud. AKT memungkinkan pengguna mengakses sumber daya komputasi terdesentralisasi dengan biaya terjangkau.
Volatilitas harga AKT sebesar 1,11% dalam 24 jam dipengaruhi oleh volume perdagangan, perubahan sentimen investor, dan dinamika aktivitas jaringan. Fluktuasi ini menunjukkan reaksi pasar jangka pendek terhadap perkembangan dan dinamika perdagangan di pasar kripto.
Harga AKT berfluktuasi terutama karena permintaan pasar, perkembangan proyek, serta tren pasar kripto secara keseluruhan. Peningkatan adopsi GPU computing untuk aplikasi AI juga sangat berdampak pada pergerakan harga token ini.
Analisis tren harga AKT dapat dilakukan dengan indikator teknikal, data volume perdagangan, dan pola harga historis. Pantau sentimen pasar, pembaruan pengembangan jaringan, serta metrik adopsi. Identifikasi level support dan resistance melalui analisis grafik. Gabungkan beberapa indikator sebagai sinyal prediksi, meski pergerakan harga tetap sulit diprediksi akibat volatilitas pasar.
AKT memiliki tingkat volatilitas tinggi, sehingga cocok untuk investor berpengalaman dengan toleransi risiko yang besar. Token ini sempat melonjak berkat kemitraan Nvidia dan peningkatan kapasitas komputasi. AKT menawarkan potensi keuntungan besar namun juga risiko penurunan yang signifikan.
AKT menunjukkan volatilitas jauh lebih tinggi dibanding BTC dan ETH karena posisinya yang masih baru dan tingkat kematangan yang lebih rendah. BTC dan ETH cenderung bergerak lebih stabil, mencerminkan status pasar yang mapan serta volume perdagangan yang besar.








