
Altcoin Season adalah periode di pasar aset kripto ketika altcoin (seluruh mata uang kripto selain Bitcoin) mengalami lonjakan harga pesat, bahkan sering kali melampaui performa Bitcoin. Pada fase ini, trader dan investor aktif mengalihkan modal dari BTC ke aset berisiko lebih tinggi demi potensi keuntungan yang lebih besar.
Altcoin Season bukan sekadar tren—fase ini merupakan salah satu momen paling ditunggu dalam bull market. Berikut alasan komunitas kripto sangat memperhatikannya:
Selama altcoin season, bahkan koin yang kurang populer bisa mencatat kenaikan harga 300%, 500%, atau lebih hanya dalam hitungan minggu. Contoh nyata terjadi pada 2017–2018, ketika proyek seperti Ripple (XRP), Litecoin (LTC), dan Ethereum (ETH) melonjak puluhan kali lipat. Seorang pemula yang menginvestasikan $100 dapat menarik $1.000 bahkan $10.000 dalam beberapa bulan—selama memilih aset yang tepat dan waktu masuk yang akurat.
Altcoin sering menjadi representasi teknologi mutakhir, seperti:
Setiap altcoin season memperkenalkan tren baru ke pasar, memberi peluang pada investor awal untuk meraih profit dari inovasi sebelum diadopsi secara luas.
Saat trader dan investor menyaksikan token yang kurang dikenal naik 10 kali lipat, timbul FOMO (Fear of Missing Out). Fenomena psikologis ini mendorong arus modal besar ke altcoin, terutama dari pendatang baru yang takut kehilangan "Ethereum berikutnya".
Umumnya, altseason dimulai setelah harga Bitcoin naik lalu stabil atau terkoreksi. Investor merealisasi profit dari BTC dan mengalihkan dana ke altcoin, berharap tetap memperoleh momentum kenaikan pada aset alternatif.
Komunitas kripto biasanya memantau Bitcoin Dominance (persentase kapitalisasi pasar kripto yang dikuasai Bitcoin). Jika metrik ini turun, itu menandakan pergeseran modal ke altcoin. Indikator lain mencakup lonjakan volume perdagangan altcoin dan makin banyak token baru masuk daftar tren di platform data kripto utama.
Altcoin Season menghadirkan peluang signifikan sekaligus risiko tinggi. Meski jarang terjadi, setiap peristiwa altcoin season menjadi sorotan besar bagi komunitas kripto. Trader berpengalaman menyiapkan portofolio terdiversifikasi, memantau metrik penting, dan menerapkan manajemen risiko yang terukur. Pendatang baru sering kali belajar melalui pengalaman—terkadang rugi, kadang berhasil memperoleh imbal hasil luar biasa.
Menanti altcoin season? Ingat: semakin besar potensi profit, semakin penting menjaga kendali diri dan mengikuti strategi yang matang.
Altcoin Season adalah periode ketika altcoin mengungguli performa Bitcoin secara signifikan, biasanya pada penghujung bull market. Jika bull market menandai kenaikan harga aset kripto secara umum, Altcoin Season khusus terjadi saat koin alternatif mencatat pertumbuhan lebih pesat, dengan arus modal mengalir dari BTC ke token lainnya.
Amati dominasi BTC, rasio ETH/BTC, dominasi USDT, dan rasio OTHERS/BTC. Jika dominasi BTC menurun, ETH/BTC menguat, dominasi USDT turun di bawah 4%, serta OTHERS/BTC bertambah kuat, altcoin season kemungkinan besar sudah dekat.
Fokus pada platform token, meme coin, dan proyek DeFi dengan momentum pertumbuhan tinggi. Prioritaskan proyek teknologi inovatif dengan komunitas kuat untuk potensi hasil optimal.
Altcoin season biasanya berlangsung sekitar 90 hari. Pola historis menunjukkan siklus altcoin cenderung lebih singkat daripada Bitcoin, umumnya sekitar 50% dari siklus empat tahunan Bitcoin. Durasi pastinya tergantung kondisi dan dinamika pasar.
Investasi altcoin season berisiko tinggi secara regulasi dan volatilitas pasar. Manajemen yang kurang baik bisa menyebabkan kerugian besar. Selalu pantau perubahan kebijakan dan lakukan diversifikasi cermat untuk mengurangi risiko fluktuasi harga ekstrem dan tantangan likuiditas.
Harga altcoin umumnya bergerak mengikuti Bitcoin, namun altcoin mapan seperti Ethereum cenderung lebih independen secara harga. Bitcoin dominance (BTC.D) menjadi acuan utama untuk mengidentifikasi kemungkinan altcoin outperform saat altcoin season.
Fokus pada proyek yang patuh regulasi dan berfundamental kuat, didukung institusi. Pilih aset dengan status regulasi jelas dan use case nyata. Gunakan indikator teknikal seperti RSI dan BTC.D untuk menentukan waktu masuk dan keluar. Diversifikasi pada DeFi blue chip, RWA, dan protokol AI yang tengah naik daun, dengan pengelolaan risiko yang disiplin.
Altcoin season berakhir ketika dominasi koin utama melonjak dan volume perdagangan altcoin menurun. Ambil profit saat momentum melambat, lakukan exit secara bertahap di berbagai level harga, dan tetapkan target profit sebelum pembalikan pasar semakin tajam.











