

Altseason (berasal dari istilah bahasa Inggris Altcoin Season) adalah periode di pasar aset kripto ketika altcoin (seluruh mata uang kripto selain Bitcoin) mengalami lonjakan nilai sangat cepat, bahkan sering kali melampaui performa Bitcoin. Pada fase ini, trader dan investor secara aktif memindahkan modal dari BTC ke aset yang lebih berisiko demi meraih potensi imbal hasil lebih tinggi.
Altseason bukan sekadar tren sesaat. Fase ini merupakan salah satu momen paling dinanti dalam bull market, dengan beberapa alasan utama:
Selama altseason, bahkan token yang kurang populer dapat mencatat kenaikan harga 300%, 500%, atau lebih hanya dalam beberapa pekan. Salah satu contoh klasik terjadi pada 2017, ketika proyek seperti Ripple (XRP), Litecoin (LTC), dan Ethereum (ETH) mencatat kenaikan nilai berlipat ganda. Investor awal yang menanamkan $100 bisa saja memperoleh $1.000 bahkan $10.000 dalam hitungan bulan—apabila pemilihan aset dan waktu eksekusi dilakukan secara tepat.
Altcoin kerap mewakili teknologi terobosan dan konsep inovatif, antara lain:
Setiap siklus altseason membawa tren baru ke pasar, memberi peluang bagi investor awal untuk memanfaatkan inovasi sebelum adopsi massal terjadi.
Ketika trader melihat token-token kecil melonjak berkali-kali lipat, hal ini memicu FOMO (Fear of Missing Out) di kalangan investor yang lebih luas. Fenomena psikologis ini mendorong arus modal besar ke altcoin, terutama dari pendatang baru yang takut melewatkan "Ethereum berikutnya."
Secara historis, altseason biasanya dimulai setelah harga Bitcoin naik pesat, tepat saat BTC mulai stabil atau terkoreksi. Investor mengambil keuntungan dari Bitcoin lalu mengalihkan modal ke altcoin, menantikan momentum bullish berlanjut di aset alternatif.
Komunitas kripto biasanya memantau Bitcoin Dominance (persentase kapitalisasi pasar total yang dipegang oleh Bitcoin) sebagai indikator utama. Penurunan Bitcoin Dominance menandakan rotasi modal ke altcoin. Sinyal tambahan meliputi lonjakan volume perdagangan altcoin dan semakin banyak token baru muncul di daftar tren di platform seperti CoinMarketCap.
Altseason menghadirkan peluang besar sekaligus risiko tinggi. Meskipun tidak rutin terjadi, setiap siklus selalu membawa antusiasme ke komunitas kripto. Trader berpengalaman bersiap dengan membangun portofolio terdiversifikasi, memantau metrik utama, dan mengelola risiko secara disiplin. Pendatang baru sering belajar melalui pengalaman langsung—kadang rugi, kadang meraih apresiasi modal signifikan.
Menjelang altseason berikutnya, ingat prinsip utama: semakin tinggi potensi imbal hasil, semakin penting menjaga disiplin emosi dan menjalankan strategi yang matang.
Altseason adalah masa ketika altcoin mengungguli Bitcoin, biasanya setelah harga Bitcoin naik drastis. Saat altseason, Bitcoin dominance turun seiring arus modal bergeser ke aset kripto alternatif, memicu lonjakan volume perdagangan dan harga di pasar altcoin.
Investor menantikan Altseason karena altcoin kerap mencatat kenaikan harga spektakuler, bahkan 10x hingga 100x lipat. Pada fase ini, modal berpindah dari Bitcoin ke altcoin, menciptakan peluang profit besar. Altseason biasanya dimulai setelah Bitcoin stabil usai reli, memicu pergeseran ke aset berisiko demi imbal hasil lebih tinggi.
Pantau BTC Altcoin Index untuk melihat apakah sebagian besar altcoin mengungguli Bitcoin dalam 30–90 hari. Kenaikan volume perdagangan, volatilitas tinggi, dan dominasi pasar altcoin menjadi tanda Altseason. Bandingkan hasil altcoin dengan performa Bitcoin sebagai acuan utama.
Selama Altseason, altcoin berkapitalisasi besar seperti Ethereum (ETH), Binance Coin (BNB), dan Cardano umumnya unggul. Solusi Layer 2, token DeFi, dan koin ekosistem dengan komunitas kuat juga sering membukukan kenaikan signifikan seiring melonjaknya volume perdagangan di pasar.
Altseason menandai fase akhir bull market, saat sebagian besar altcoin melonjak serentak. Ini menjadi indikator puncak bull market, yang biasanya diikuti fase penurunan pasar. Setelah altseason, modal kembali ke Bitcoin dan fiat, lalu pasar bertransisi ke kondisi bear market.
Investasi altseason mengandung risiko volatilitas tinggi, fluktuasi harga tajam, dan ketidakpastian regulasi. Lakukan riset mendalam, diversifikasikan portofolio, gunakan ukuran posisi yang bijak, dan terapkan strategi stop-loss. Perubahan sentimen pasar yang cepat selama altseason dapat menyebabkan kerugian mendadak.











