

Bitcoin terus memperkuat posisinya sebagai aset digital utama di pasar kripto, dengan harga perdagangan $90.205 USD serta dominasi pasar yang kuat. Kapitalisasi pasar Bitcoin kini mencapai sekitar $1,82 triliun, menguasai lebih dari 56% dari total pasar kripto dan menegaskan dominasinya yang tak tertandingi. Kapitalisasi besar ini menegaskan peranan penting Bitcoin dalam ekonomi digital global, di mana baik institusi maupun investor ritel memandang Bitcoin sebagai aset investasi fundamental.
Volume perdagangan dan suplai beredar mendekati 20 juta BTC menandakan likuiditas tinggi dan kematangan pasar Bitcoin. Meski baru-baru ini terjadi koreksi 1,17%, para analis tetap optimistis terhadap arah pergerakan Bitcoin, dengan banyak prediksi harga akan menembus $140.000 dalam waktu dekat. Beberapa proyeksi bahkan memperkirakan puncak harga di kisaran $210.000 pada 2026. Prediksi ini mencerminkan adopsi institusional yang terus meningkat dan persepsi Bitcoin sebagai alat penyelesaian serta aset cadangan. Harga saat ini, $90.205 USD, menjadi fondasi stabil dalam tren bullish ini dan menjadi level krusial yang perlu diperhatikan trader dan investor seiring perkembangan pasar sepanjang tahun.
Pergerakan harga Bitcoin terbaru mencerminkan dinamika pasar secara umum, di mana pelaku pasar harus merespons perubahan sentimen dan sinyal makroekonomi. Pada level saat ini, Bitcoin masih jauh di bawah puncaknya pada Oktober 2025, menyoroti jarak yang tersisa untuk kembali ke rekor tertingginya. Koreksi ini muncul pada periode volatilitas yang secara historis rendah, yang oleh sebagian analis disebut sebagai fase kompresi sebelum pergerakan signifikan berikutnya. Penurunan 1,17% selama 24 jam terakhir tergolong kecil dibandingkan koreksi besar dalam beberapa minggu terakhir, menandakan fase konsolidasi pasar. Sentimen ketakutan ekstrem di kalangan trader menyebabkan posisi yang lebih hati-hati. Koreksi dari rekor tertinggi ini menunjukkan perilaku ambil untung yang sehat dan menyoroti pentingnya level support teknikal dalam menentukan apakah Bitcoin akan stabil atau menghadapi tekanan penurunan lebih lanjut. Volume transaksi di bursa tetap besar, menegaskan partisipasi pasar yang kuat meski harga melemah. Analisis koreksi ini perlu mempertimbangkan posisi institusional dan perilaku trader ritel di platform utama, di mana gate menyediakan produk derivatif yang kompetitif untuk analisis strategis pergerakan harga.
Proposisi nilai utama Bitcoin bertumpu pada dua mekanisme terintegrasi: suplai terbatas dan partisipasi institusional yang meningkat. Halving pada 2026 akan menurunkan inflasi suplai tahunan Bitcoin ke bawah 0,5%, memperkuat narasi kelangkaan yang secara historis mendorong apresiasi harga signifikan. Saat ini, sekitar 17% Bitcoin bersifat illiquid, dan diproyeksikan dapat mencapai 30% pada 2026, sehingga suplai yang tersedia untuk perdagangan semakin terbatas.
Adopsi institusional meningkat pesat dan secara fundamental mengubah struktur pasar. Persetujuan SEC atas 11 spot ETF pada 2024 membuka arus modal institusi, dengan aset ETF kelolaan mencapai $115 miliar pada 2025. Kematangan infrastruktur ini membuat 86% Bitcoin dikuasai institusi pada 2026, menciptakan permintaan struktural yang menstabilkan harga. Regulasi seperti MiCA memberikan kepastian, mendorong institusi besar membangun infrastruktur kustodian dan memasukkan Bitcoin dalam neraca perusahaan.
Keseimbangan antara kelangkaan suplai dan permintaan institusional secara langsung memengaruhi dinamika harga dan volume perdagangan. Institusi, terikat persyaratan kustodian dan peraturan, cenderung menerapkan strategi beli dan tahan sehingga suplai beredar semakin terbatas. Siklus ini memperkuat diri sendiri—suplai terbatas bertemu permintaan institusi yang persisten, menopang kenaikan nilai jangka panjang dan mendorong aktivitas trading di pasar derivatif serta proses rebalancing portofolio. Riset empiris membuktikan korelasi antara indikator kelangkaan, tingkat partisipasi institusi, dan performa harga berkelanjutan sepanjang sejarah Bitcoin.
Fluktuasi harga Bitcoin jangka pendek dipengaruhi oleh sentimen pasar, perubahan volume perdagangan, pengumuman regulasi, berita makroekonomi, dan pola teknikal. Regulasi positif biasanya mengangkat harga, sedangkan kebijakan restriktif mendorong aksi jual. Peristiwa krisis serta perubahan suku bunga juga berdampak besar pada pergerakan harga 24 jam.
Pada Januari 2026, kapitalisasi pasar Bitcoin adalah $1,8 triliun dengan volume perdagangan 24 jam sebesar $30,38 miliar, menunjukkan aktivitas pasar dan minat investor yang sangat tinggi pada aset kripto utama ini.
Penurunan harga Bitcoin ke $90.205 didorong oleh aktivitas take profit, naiknya volatilitas pasar, serta kekhawatiran investor terhadap perkembangan regulasi dan tekanan makroekonomi pada aset berisiko.
Bitcoin di $90.205 USD masih di bawah rekor tertinggi $123.339 pada Agustus 2025. Harga juga turun dari level tertinggi sebelumnya $111.679 pada Mei 2025 dan $75.902 pada November 2024, saat ini bergerak di sekitar level support menengah.
Pergerakan harga Bitcoin memimpin tren pasar kripto; altcoin biasanya mengikuti arah Bitcoin. Dominasi dan likuiditas Bitcoin sangat memengaruhi sentimen investor. Saat Bitcoin reli, modal sering beralih ke altcoin saat periode bullish dan menciptakan musim altcoin. Peristiwa makroekonomi yang memengaruhi Bitcoin juga berdampak pada seluruh pasar cryptocurrency.
Bitcoin bergerak di kisaran $90.205 dengan resistance utama di $94.800 dan support di $88.000. Indikator penting meliputi RSI dan moving average yang saat ini mengonfirmasi tren penurunan harga.











