


Saat ini, IR Infrared token diperdagangkan di harga $0,10737, menjadi titik krusial dalam dinamika pasar 2026 yang penuh volatilitas. Rentang perdagangan 24 jam antara $0,065 dan $0,07 menggambarkan pergerakan harga intraday yang tajam, ciri khas aset mata uang kripto emerging dengan kapitalisasi pasar rendah. Rentang ini menunjukkan spread sekitar 7,7%, yang berkontribusi besar pada fluktuasi maksimum tahunan sebesar 10,98%.
Perbedaan harga IR Infrared saat ini dibandingkan ekstrem perdagangan harian mencerminkan tingginya aktivitas pasar di berbagai bursa. Data dari platform utama menunjukkan harga IR antara $0,06695 hingga $0,08425, mengindikasikan penilaian yang bervariasi di setiap venue perdagangan. Variasi ini lazim untuk token tahap pertumbuhan, di mana konsentrasi likuiditas dan volume perdagangan kecil meningkatkan mekanisme penemuan harga. Volatilitas 24 jam IR menggambarkan respons token infrastruktur Berachain terhadap perubahan sentimen pasar dan likuiditas, menjadikan rentang perdagangan sebagai indikator utama untuk memahami perilaku harga IR dan posisinya di ekosistem mata uang kripto.
Sepanjang 2026, IR token mengalami pola volatilitas harga yang menonjol, di mana lonjakan tertinggi mencapai 10,98%, jauh di atas rata-rata fluktuasi harian 3,54%. Perbedaan signifikan ini menyoroti ketidakpastian pasar yang meningkat di Infrared Finance dan sektor mata uang kripto secara umum selama periode tersebut.
Lonjakan volatilitas ini mencerminkan dinamika pasar yang dipengaruhi faktor makro ekonomi dan perubahan sentimen investor. Para ahli mengidentifikasi sejumlah penyebab lingkungan volatilitas tinggi, mulai dari ketidakpastian kebijakan Federal Reserve, volatilitas industri kecerdasan buatan, hingga perkembangan perdagangan global. Untuk IR, harga token menunjukkan pola ini secara nyata, dari puncak $0,3179 di akhir Desember 2025 turun ke $0,06384 pada awal Januari 2026, mencerminkan penurunan drastis 80% dalam waktu singkat.
Pola volatilitas ini muncul ketika pasar menghadapi sinyal ekonomi dan kebijakan moneter yang bertentangan. Sektor mata uang kripto, termasuk posisi Infrared di ekosistem Berachain, sangat sensitif terhadap perubahan makro. Saat rata-rata fluktuasi harian hanya 3,54%, investor menikmati stabilitas harga; namun, lonjakan 10,98% biasanya terjadi bersamaan dengan gangguan pasar global, pengumuman kebijakan, atau perubahan besar arus modal aset digital, sehingga memicu pergerakan harga ekstrim yang menantang investor ritel dan institusi.
Pemahaman level support dan resistance menjadi kunci analisis teknikal perdagangan IR token. Data historis menunjukkan zona penting di mana harga cenderung stabil—resistance di kisaran 4.620-4.640 dan support sekitar 4.575 memberikan titik strategis bagi trader untuk mengelola risiko. Level ini, bersama persilangan rata-rata bergerak, membangun kerangka identifikasi pembalikan tren. Interaksi rata-rata bergerak 50-hari dan 200-hari sangat bernilai; ketika rata-rata jangka pendek melampaui jangka panjang, menandakan momentum bullish, sementara persilangan bearish menandakan potensi penurunan.
Alat ini dilengkapi dengan Relative Strength Index (RSI) yang mengidentifikasi kondisi overbought di atas 70 dan oversold di bawah 30, menandakan potensi koreksi harga IR. Analisis indikator MACD menambah wawasan dengan menampilkan titik persilangan momentum, membantu trader menghindari breakout palsu di pasar volatil. Average True Range (ATR) mengukur volatilitas, memudahkan penempatan stop-loss dan ukuran posisi yang tepat. Untuk IR token, dengan fluktuasi harian maksimum 10,98%, ATR sangat vital untuk kalkulasi risiko. Level Fibonacci retracement—khususnya zona 50% dan 61,8%—menjadi area tambahan di mana harga kerap menemukan support atau resistance. Analisis pivot point memperhalus kalkulasi ini, memberikan referensi penting untuk keputusan trading harian. Penerapan indikator teknikal ini menuntut disiplin ukuran posisi pada risiko 1-2% per transaksi, dengan trailing stop memperkuat perlindungan saat volatilitas tinggi pada IR token.
Di tengah turbulensi pasar, dinamika korelasi pasar suku bunga berubah drastis, memengaruhi cara aset bereaksi terhadap guncangan ekonomi. Periode 2020-2024 menunjukkan kejutan kebijakan bank sentral yang memicu reaksi berbeda—suku bunga pendek turun, suku panjang naik—menunjukkan pengaruh kejutan makroekonomi pada pola korelasi di segmen kurva imbal hasil. Pergeseran rezim korelasi ini menunjukkan respons pelaku pasar yang tidak seragam terhadap lonjakan volatilitas.
Pola respons harga rasional di kondisi volatil merefleksikan mekanisme pasar yang efisien, walau faktor perilaku sering memperumit model penetapan harga. Selama volatilitas tinggi, dinamika flight-to-quality dan efek likuiditas meningkatkan korelasi, di mana investor serentak mencari aset aman dan meninjau ulang premi risiko. Mekanisme penemuan harga di Treasury futures dan swap suku bunga mengalami pergeseran, dengan limpahan volatilitas memengaruhi mikrostruktur pasar. Indeks MOVE—pengukur volatilitas suku bunga—menunjukkan pasar secara efisien mengintegrasikan ketidakpastian dalam harga, meski kondisi ekstrem kadang menantang model prediksi tradisional seperti GARCH.
Pengalaman 2020-2024 memperlihatkan kontras tajam dengan rezim korelasi sebelum pandemi, di mana korelasi baseline lebih tinggi. Setelah 2022, volatilitas pasar tetap tinggi dibandingkan norma historis, memaksa pelaku pasar terus mengubah ekspektasi. Ekspektasi inflasi sering menyimpang dari model rasional di masa krisis, menandakan sentimen investor dan ketidakpastian eksternal sangat memengaruhi penetapan harga selain faktor ekonomi fundamental.
IR token berfungsi untuk voting tata kelola, pembagian pendapatan, dan optimasi protokol. Fitur utama meliputi staking untuk hak tata kelola, partisipasi distribusi pendapatan melalui buyback, serta penerbitan token untuk efisiensi dan optimalisasi pendapatan.
Permintaan pasar, perubahan regulasi, dan kemajuan teknologi adalah penggerak utama. Kemitraan, peluncuran produk, faktor ekonomi, dan sentimen investor sangat mempengaruhi volatilitas harga.
Fluktuasi maksimum IR token sebesar 10,98% di 2026 terutama dipicu pola perdagangan 24 jam dan dinamika likuiditas pasar. Volume perdagangan tinggi dan partisipasi pasar aktif mendorong pergerakan harga ini, mencerminkan volatilitas pasar yang alami.
Likuiditas pasar dan volume perdagangan berdampak langsung pada fluktuasi harga IR token. Volume perdagangan tinggi biasanya berkorelasi dengan pergerakan harga yang lebih besar. Volume 24 jam IR saat ini sebesar US$2.464.000 menunjukkan aktivitas pasar yang tinggi, mendorong penemuan harga dan pola volatilitas.
Faktor makroekonomi dan tren pasar kripto sangat memengaruhi pergerakan harga IR Infrared. Kebijakan ekonomi, perubahan regulasi, dan permintaan pasar berdampak langsung pada valuasi. Inovasi teknologi dan adopsi institusional mendorong fluktuasi harga, berkontribusi pada rentang volatilitas 10,98% di 2026.
IR Infrared belum menunjukkan pola siklus yang dapat diprediksi karena baru diluncurkan. Pergerakan harga utamanya didorong sentimen pasar, perkembangan ekosistem DeFi, dan kondisi likuiditas, bukan siklus berulang. Volatilitas awal mencerminkan perilaku token baru tanpa tren periodik signifikan secara statistik.
Investasi IR token melibatkan risiko volatilitas pasar, perubahan kebijakan regulasi, dan potensi kerugian. Platform perdagangan tidak menjamin hasil atau berbagi keuntungan maupun risiko dengan investor. Ketidakpastian pasar dapat menyebabkan kerugian signifikan.
IR Infrared memiliki tingkat volatilitas lebih tinggi dibandingkan banyak token sejenis, dengan fluktuasi 24 jam sekitar 15,26% dan variasi maksimum mencapai 10,98% di 2026. Tingkat volatilitas ini mencerminkan sensitivitas IR terhadap pergeseran momentum pasar.










