
Kaia Blockchain adalah “jalan tol Web3” terobosan—platform blockchain publik yang menghadirkan kesederhanaan setingkat pesan, performa super cepat, dan akses universal. Pengguna tanpa pengalaman blockchain dapat langsung berinteraksi di ekosistem inovatif ini. Platform ini memungkinkan pengiriman NFT, transfer token, atau akses ke aplikasi terdesentralisasi (dApp) secepat mengirim pesan LINE—biasanya dalam satu detik—dengan tetap menjaga desentralisasi, transparansi, dan keamanan sebagai prinsip utama.
Didukung oleh Kakao dan LINE, Kaia Blockchain lahir dari merger bersejarah dua ekosistem blockchain terbesar di Asia—Klaytn dan Finschia—yang baru saja diselesaikan. Penyatuan ini melahirkan arsitektur Layer-1 yang tangguh dengan skalabilitas tinggi dan dukungan penuh untuk DeFi, gaming, NFT, dan aplikasi Web3. Platform ini berkembang pesat di pasar utama Asia seperti Jepang, Korea Selatan, Vietnam, dan Indonesia dengan memanfaatkan basis pengguna KakaoTalk dan LINE.
Kaia Blockchain adalah hasil merger besar antara dua perusahaan teknologi: Kakao (pengelola Klaytn) dan LINE di bawah Naver (pengelola Finschia). Perjanjian merger diumumkan di awal beberapa tahun terakhir dan selesai dalam hitungan bulan, menghasilkan Project Dragon di bawah merek Kaia yang terintegrasi.
Keputusan strategis mendirikan kantor pusat di Abu Dhabi, UEA, didasarkan pada pertimbangan regulasi. Wilayah ini dikenal dengan aturan yang jelas dan ramah Web3, menyediakan fondasi hukum yang kuat. Sementara itu, tim operasional tersebar di Korea Selatan, Jepang, dan Singapura, memungkinkan Kaia tetap global dengan memanfaatkan jaringan pengguna KakaoTalk dan LINE—dua aplikasi pesan terbesar di Asia Timur.
Gabungan nilai pasar di atas 1,3 triliun KRW (sekitar 940 juta USD) menempatkan Kaia Blockchain sebagai platform Layer-1 terbesar di Asia berdasarkan aset. Merger ini menyatukan sumber daya teknis dan dua komunitas pengguna raksasa, membuka peluang adopsi Web3 yang belum pernah terjadi sebelumnya di kawasan ini.
Tujuan utama Kaia Blockchain adalah mempercepat adopsi blockchain nyata melalui arsitektur terbuka, aksesibilitas tinggi, dan biaya operasional sangat rendah. Platform ini didesain untuk end-user yang tidak perlu memahami blockchain agar bisa menikmati utilitas Web3 secara seamless—berbeda dari banyak proyek blockchain lain yang menuntut pengetahuan teknis dari pengguna.
Kaia Chain sepenuhnya kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine (EVM), mendukung pengembangan dengan alat seperti Solidity, Remix, dan Foundry. Developer dapat meluncurkan aplikasi terdesentralisasi hanya dalam hitungan menit, menurunkan hambatan masuk pengembangan blockchain. Biaya gas Kaia sekitar 10 kali lebih rendah dari Ethereum, dengan konfirmasi transaksi satu detik, menghadirkan pengalaman Web3 layaknya Web2. Kombinasi kecepatan, biaya rendah, dan kemudahan ini membuat Kaia ideal untuk adopsi massal.
Infrastruktur Layer-1 Kaia Blockchain memberikan performa unggul yang penting untuk melayani jutaan pengguna bersamaan. Dengan block time satu detik, platform ini memproses hingga 4.000 transaksi per detik (TPS) dengan biaya gas sangat rendah. Performa ini penting agar aplikasi Web3 benar-benar praktis untuk perdagangan, gaming, dan layanan keuangan.
Kompatibilitas penuh EVM menjadi keunggulan utama bagi developer. Smart contract Solidity dapat dijalankan di Kaia dengan alat seperti Remix, Hardhat, dan Foundry. Developer dari ekosistem Ethereum bisa memindahkan proyek ke Kaia tanpa perlu menulis ulang kode besar-besaran, menjaga nilai investasi pengembangan sebelumnya. Kombinasi kompatibilitas Ethereum dan performa unggul ini sangat menarik bagi developer blockchain baru maupun berpengalaman.
Bagi pengguna akhir, fondasi teknis ini memberikan manfaat nyata: konfirmasi transaksi lebih cepat, biaya dApp lebih rendah, dan pengalaman lebih mulus. Baik untuk perdagangan NFT, partisipasi DeFi, atau bermain game blockchain, pengguna menikmati infrastruktur Kaia tanpa harus memahami teknis di baliknya.
Salah satu fitur teknis inovatif Kaia Blockchain adalah struktur tiga layer yang mendukung skalabilitas dan fleksibilitas untuk berbagai kebutuhan. Arsitektur ini terdiri dari:
CCN (Core Cell Network): Layer ini terdiri atas Core Cell yang menangani operasi dasar blockchain—pemrosesan transaksi, validasi, dan pembuatan blok. Core Cell Network menjaga integritas dan keamanan blockchain dengan konsensus antar peserta jaringan.
ENN (Endpoint Node Network): Layer ini berfungsi sebagai penghubung antara aplikasi Web3 dan blockchain. Melalui RPC, ENN memfasilitasi komunikasi antara pengguna, dApp, dan infrastruktur blockchain. Pemisahan ini memungkinkan layanan pengguna dapat diskalakan secara efisien.
SCN (Service Chain Network): Layer ini memungkinkan dApp menjalankan sub-chain independen yang terhubung ke main chain melalui Endpoint Node. Dengan arsitektur ini, aplikasi dapat menyesuaikan parameter blockchain sendiri tetapi tetap mendapat keamanan dan interoperabilitas dari Kaia Chain utama.
Jaringan ini mencakup tipe node khusus:
Arsitektur multilayer ini memberi Kaia Blockchain fleksibilitas mendukung use case beragam tanpa mengorbankan performa maupun keamanan.
Kaia Blockchain memakai mekanisme konsensus canggih berbasis Istanbul Byzantine Fault Tolerance (IBFT) yang dikustomisasi, ditambah Verifiable Random Function (VRF) dan Practical Byzantine Fault Tolerance (PBFT). Kombinasi ini memastikan konsensus cepat, aman, dan tahan manipulasi dengan tetap menjaga desentralisasi.
Proses konsensus meliputi beberapa tahap:
Pertama, sistem secara acak memilih pengusul blok dan validator melalui VRF. Randomisasi mencegah prediksi dan meningkatkan keamanan karena aktor jahat sulit menargetkan validator tertentu. Pengusul terpilih membuat blok baru berisi transaksi tertunda dan mengirim ke jaringan.
Selanjutnya, validator yang ditunjuk memeriksa blok yang diusulkan dan menandatangani jika valid. Blok mencapai finalitas saat lebih dari dua pertiga validator menyetujui, sesuai prinsip PBFT. Syarat supermayoritas memastikan jaringan tetap aman dan berjalan meski sepertiga node bermasalah atau offline.
Untuk performa, Kaia memisahkan saluran multithread untuk data dan blok, secara signifikan mengurangi kemacetan saat trafik tinggi. Keputusan arsitektur ini membuat blockchain tetap stabil meski di bawah beban besar.
Keuntungan utama mekanisme ini adalah finalitas hampir instan—transaksi yang dikonfirmasi langsung bersifat irreversible. Fitur ini sangat krusial untuk aplikasi komersial seperti sistem pembayaran, trading, dan gaming yang menuntut konfirmasi instan.
Kolaborasi LINE dan Kaia Blockchain mengubah cara pengguna awam mengakses layanan Web3—teknologi blockchain menjadi “tak terlihat” namun manfaatnya nyata. Ini sejalan dengan visi Kaia untuk membawa blockchain ke masyarakat luas tanpa menuntut keahlian teknis.
Mengapa Kaia Ideal untuk Pengguna LINE:
Lebih dari 196 juta pengguna aktif LINE dapat langsung bertransisi ke layanan Web3. Dengan antarmuka yang sudah dikenal, pengguna bisa menjelajahi Mini Dapp, mengoleksi dan berdagang NFT, serta memakai fitur token KAIA langsung di LINE—tanpa instalasi wallet atau pengetahuan blockchain. Integrasi ini menghilangkan hambatan adopsi blockchain secara massal.
Kemitraan ini diperkuat oleh dukungan LINE Next dalam menghadirkan pengalaman Web3 yang intuitif bagi pengguna Asia. Kaia juga menjadi blockchain Layer-1 pertama di Japan Blockchain Association (JBA), bersama perusahaan besar seperti Hitachi dan Invesco. Keanggotaan ini memperkuat kredibilitas dan memudahkan integrasi dengan bisnis tradisional.
Bagi pengguna LINE, Web3 melalui Kaia terasa senatural menggunakan media sosial. Pengguna bisa ikut dApp, menyimpan dan memamerkan NFT, serta berpartisipasi di ekonomi token tanpa meninggalkan LINE. Integrasi seamless ini adalah langkah besar untuk membuat blockchain benar-benar mudah diakses pengguna sehari-hari.
LINE memimpin Web3 di Jepang, Kakao mendominasi gaming di Korea—dan Kaia Blockchain menjembatani kedua ekosistem lewat aplikasi GameFi.
Divisi gaming Kakao sudah memiliki jutaan pemain lewat game seperti Friends Pop dan Eversoul. Komunitas gamer ini adalah target ideal pengalaman gaming Web3. Dengan mengintegrasikan fitur blockchain ke game mapan, Kaia mengenalkan pemain ke NFT, ekonomi token, dan kepemilikan terdesentralisasi tanpa harus belajar platform baru.
Kaia Chain sangat cocok untuk game: block time satu detik membuat transaksi dalam game terasa instan, kapasitas 4.000 TPS menangani volume tinggi, biaya transaksi rendah mendukung transaksi mikro seperti beli item atau trading koleksi tanpa beban biaya besar.
Integrasi dengan KakaoTalk memperkuat kemudahan. Game Kaia bisa langsung terhubung ke aplikasi pesan, sehingga pengguna dapat mengelola NFT, staking token, dan transaksi tanpa keluar dari platform komunikasi favorit. Pemain dapat memamerkan item langka, berdagang via messenger, dan ikut aktivitas guild dengan distribusi reward transparan berbasis blockchain.
Integrasi gaming dan blockchain lewat platform familiar ini adalah masa depan GameFi—blockchain memperkaya pengalaman gaming, bukan memperumitnya.
Kaia Blockchain mendukung ekosistem aplikasi terdesentralisasi nyata, dengan KaiaHub sebagai pusat temukan layanan. Ini membuktikan Kaia bukan sekadar infrastruktur teoretis—tapi platform praktis untuk aplikasi Web3.
Instant Token Swaps: Pengguna bisa menukar KAIA dan kripto lain dengan kecepatan tinggi dan biaya rendah. Desain Layer-1 memastikan swap berlangsung efisien dan terjangkau, sehingga pengguna mudah menyeimbangkan portofolio atau mengambil peluang pasar tanpa biaya tinggi seperti di platform lain.
Portfolio Management Tools: Pengguna dapat memantau investasi, menganalisis performa, dan mengelola aset di satu antarmuka. Tools ini melayani pengguna kasual hingga trader profesional, tanpa perlu berpindah platform atau pencatatan manual.
Stablecoin Pegged KRW: Kaia mengembangkan stablecoin yang dipatok pada Won Korea untuk pembayaran DeFi lokal dan mengurangi friksi di pasar Korea. Stablecoin ini seperti USDT, namun langsung terhubung ke Won, lebih intuitif dan mengurangi risiko konversi mata uang. Ini akan meningkatkan kegunaan DeFi dari pembayaran harian hingga layanan keuangan lanjutan.
Ekosistem dApp di Kaia Blockchain terus bertambah, membuktikan fleksibilitas platform untuk mendukung use case beragam.
Kaia Blockchain baru saja menjadi Layer-1 pertama di Japan Blockchain Association (JBA), penerus JADA dan organisasi Web3 ternama. Ini langkah besar mendorong adopsi di Jepang dan memperluas jangkauan ke salah satu pasar teknologi termaju di Asia.
Keanggotaan JBA membuka akses kolaborasi dengan korporasi besar Jepang. Anggota JBA termasuk perusahaan seperti Hitachi, Invesco, dan Napa Solutions, memudahkan Kaia terintegrasi dengan bisnis tradisional. Peluang ini membuka akses aplikasi blockchain nyata di sektor yang sedang mengeksplorasi Web3.
Melalui kolaborasi ini, Kaia dapat menghadirkan mini-dApp untuk kebutuhan bisnis Jepang—dompet digital korporasi, sistem poin loyalitas berbasis blockchain, hingga pelacakan aset supply chain. Retail dan keuangan jadi peluang besar untuk integrasi blockchain, dan keanggotaan JBA mempercepat proses ini.
Posisi strategis di ekosistem blockchain Jepang memberi Kaia kredibilitas dan akses yang sulit dicapai sendiri. Kolaborasi dengan perusahaan Jepang menjembatani teknologi blockchain dengan praktik bisnis konservatif, mempercepat adopsi Web3 di dunia komersial Jepang.
Selain Jepang dan Korea Selatan, Kaia menargetkan ekspansi agresif di Asia Tenggara, terutama Indonesia dan Vietnam. Pasar ini menawarkan potensi luar biasa berkat populasi muda, melek teknologi, dan pertumbuhan pengguna kripto. Strategi Kaia fokus pada konten lokal dan integrasi aplikasi mobile populer untuk mempercepat adopsi.
Di Vietnam, pengguna LINE dapat mengakses koleksi dApp lewat Mini Dapp Portal—jembatan seamless antara pesan dan layanan Web3. Pengguna Vietnam bisa menikmati game blockchain, memperoleh NFT reward, dan memakai wallet kripto tanpa keahlian teknis atau keluar dari LINE. Ini menghilangkan hambatan adopsi blockchain dan membuat Web3 mudah diakses.
Di Indonesia, Kaia menjalankan kampanye kreatif memanfaatkan popularitas K-pop bersama LINE dan Kakao. Kampanye ini menarik generasi muda untuk mencoba dApp dan staking KAIA melalui konten game, musik, dan giveaway. Dengan menghubungkan blockchain ke minat budaya lokal, kampanye ini berhasil memperkenalkan Web3 secara menghibur dan mudah diterima.
Strategi lokalisasi ini melampaui terjemahan bahasa—Kaia memahami preferensi budaya, format konten populer, dan gaya komunikasi setiap pasar. Pendekatan ini menempatkan Kaia Indonesia dan Vietnam sebagai pusat adopsi Web3 di kawasan, menunjukkan blockchain dapat diadaptasi di berbagai pasar tanpa kehilangan fungsi inti.
Token KAIA adalah mata uang asli jaringan Kaia Blockchain, diterbitkan otomatis setiap blok baru sesuai model ekonomi yang matang. Tokenomics Kaia menyeimbangkan reward pengguna dan keberlanjutan ekosistem jangka panjang, menciptakan insentif partisipasi dan memastikan pengembangan platform berkelanjutan.
Inflasi awal ditetapkan 5,2% per tahun, didistribusikan dengan model alokasi tiga bagian:
Komunitas & Partisipan Jaringan (50%): Setengah token baru menjadi reward bagi pendukung jaringan. Terbagi menjadi reward pembuatan blok (20%) dan staking (80%). Reward blok untuk validator menjaga keamanan dan memproses transaksi, reward staking untuk pemilik token yang mengunci KAIA demi stabilitas jaringan.
Kaia Ecosystem Development Fund - KEF (25%): Seperempat token baru untuk pengembangan ekosistem: dApp, hibah proyek inovatif, dan pemasaran untuk mendorong adopsi. Dana ini memastikan ekspansi dan inovasi ekosistem berjalan terus.
Kaia Infrastructure Fund - KIF (25%): Seperempat lagi untuk pemeliharaan dan pengembangan infrastruktur. KIF mendanai perbaikan teknis, audit keamanan, upgrade jaringan, dan investasi infrastruktur penting agar blockchain tetap andal dan berkembang.
Model distribusi ini membangun siklus positif: pengguna terdorong staking KAIA lewat reward, dana ekosistem dan infrastruktur menjamin platform terus berkembang dan menarik pengguna serta developer baru. Hasilnya, model ekonomi berkelanjutan yang menyatukan seluruh stakeholder.
Sistem tata kelola Kaia benar-benar terdesentralisasi, transparan, dan mencegah konsentrasi kekuasaan pada pemilik token besar (“whale”). Pendekatan ini memastikan tata kelola tetap responsif pada komunitas, bukan didominasi segelintir orang kaya.
Hak suara di Kaia sebanding dengan KAIA yang distaking, prinsipnya: makin besar kepemilikan, makin besar pengaruh. Namun, kekuatan ini dibatasi sistem cap agar satu entitas tak bisa mengontrol keputusan tata kelola. Cap ini memastikan pemilik besar tidak dapat mendikte arah platform.
Tata kelola Kaia mendukung delegasi suara, sehingga pengguna yang tidak voting langsung bisa berpartisipasi melalui perwakilan. Fitur ini meningkatkan partisipasi dan mengakomodasi keinginan pengguna—ada yang ingin voting tiap proposal, ada yang memilih delegasi ke komunitas aktif.
Transparansi dijamin lewat pencatatan on-chain dan publikasi terbuka. Semua proposal direkam di blockchain dan dapat diakses publik melalui Kaiascan dan Kaiascope. Siapa saja bisa verifikasi hasil voting, menelusuri proposal, dan mengaudit tata kelola secara independen.
Platform Square menjadi mekanisme transparansi tambahan, mempublikasikan pengeluaran operasional dan transaksi dana komunitas. Tingkat transparansi finansial ini sangat jarang, membuktikan komitmen Kaia pada tata kelola akuntabel.
Mekanisme ini memastikan hak suara KAIA terlindungi penuh dan seluruh aktivitas tata kelola bisa diverifikasi independen. Transparansi dan keadilan ini membedakan Kaia dari banyak proyek Layer-1 yang tata kelolanya tertutup atau didominasi tim pendiri dan investor awal.
Kaia Blockchain bukan sekadar platform Layer-1—ia adalah hasil kolaborasi historis Kakao dan LINE, membuka era baru adopsi Web3 di Asia. Dengan fondasi teknis kuat, Kaia menyatukan kecepatan, biaya operasional rendah, dan pengalaman ramah pengguna untuk mendekatkan blockchain ke kehidupan sehari-hari.
Dengan lebih dari 200 juta pengguna di Korea Selatan, Jepang, dan Asia Tenggara, Kaia melampaui pembangunan infrastruktur—menjadi jembatan nyata antara dunia digital tradisional dan Web3. Dari game populer, aplikasi DeFi, marketplace NFT, hingga dompet digital terintegrasi, Kaia mendefinisikan ulang cara pengguna Asia berinteraksi dengan blockchain.
Kunci sukses Kaia adalah memahami bahwa pengguna mainstream tak ingin belajar blockchain—mereka ingin merasakan manfaatnya. Dengan menghadirkan Web3 lewat aplikasi familiar seperti LINE dan KakaoTalk, Kaia menghapus hambatan teknis yang menghalangi adopsi massal. Pengguna dapat menikmati desentralisasi, kepemilikan digital, dan ekonomi token tanpa memahami mekanisme konsensus atau mengelola wallet rumit.
Bagi siapa saja yang ingin terjun ke gelombang Web3 di Asia, Kaia Blockchain adalah pintu masuk mudah dengan dukungan perusahaan teknologi mapan, infrastruktur terbukti, dan ekosistem berkembang pesat. Baik Anda developer mencari platform performa tinggi untuk dApp, gamer yang ingin kepemilikan aset game sejati, atau sekadar ingin mencoba Web3 tanpa pengetahuan teknis, Kaia menyediakan alat dan komunitas pendukung. Konvergensi platform pesan populer dan blockchain melalui Kaia adalah momen penting membawa Web3 ke masyarakat luas di Asia dan dunia.
Kaia adalah blockchain Layer-1 yang menggabungkan teknologi Web3 dan platform sosial Web2, didukung LINE. Fitur utamanya: transaksi sangat cepat, antarmuka ramah pengguna, dan integrasi seamless ke kehidupan sehari-hari pengguna Asia. Keunggulannya ada pada skalabilitas, biaya rendah, dan potensi adopsi massal melalui ekosistem LINE.
LINE mendukung Kaia blockchain sebagai infrastruktur dasar ekosistem LINE Mini Dapp. LINE adalah platform utama yang memungkinkan aplikasi terdesentralisasi dan mendorong adopsi Web3 massal lewat basis penggunanya yang sangat besar.
Kaia adalah Layer-1 EVM-compatible dengan transaksi lebih cepat dan murah, dioptimalkan untuk Asia. Berbeda dengan Ethereum yang padat atau Solana yang volatil, Kaia menawarkan stabilitas enterprise berkat dukungan LINE, pengalaman pengguna unggul untuk adopsi massal, dan keunggulan regulasi di Asia.
Kaia blockchain memproses hingga 4.000 transaksi per detik dengan biaya rendah dan keamanan tinggi. Menggunakan mekanisme konsensus BFT canggih yang memastikan finalitas instan dan perlindungan tingkat enterprise.
Gunakan Solidity dan alat EVM-compatible seperti Remix atau Hardhat untuk mengembangkan kontrak. Kompilasi ke EVM bytecode dan kirim transaksi deploy ke jaringan Kaia. KVM Kaia memastikan eksekusi efisien dengan block time 1 detik.
Ekosistem Kaia meliputi platform DeFi, memecoin lewat KaiaFun, dan 30 layanan Web3 perdana di LINE Messenger. Mitra utama: LINE NEXT, HashKey Global, dan lebih dari 800 tim developer melalui program Kaia Wave. Platform mengintegrasikan Mini DApp dan DApp Portal langsung di LINE Messenger.
KAIA adalah token asli Kaia Chain, digunakan untuk biaya transaksi, reward staking, dan partisipasi di LINE Dapp Portal. KAIA bisa didapat dengan membeli USDT di bursa lalu menukarnya ke KAIA. Jumlah sirkulasi sekitar 5,8 miliar KAIA.
Roadmap Kaia menargetkan posisi terdepan infrastruktur Web3 Asia melalui ekspansi strategis dan inovasi teknologi. Platform fokus pada peningkatan skalabilitas, penguatan kemitraan ekosistem, dan adopsi institusi untuk memperkuat dominasi pasar blockchain.











