


Posisi Litecoin sebagai mata uang kripto peringkat ke-19 menurut kapitalisasi pasar menegaskan perannya yang penting dalam ekosistem aset digital. Dengan kapitalisasi pasar $6,28 miliar serta pasokan beredar 76,62 juta token LTC, jaringan ini menunjukkan likuiditas dan tingkat adopsi yang tinggi. Nilai ini menempatkan LTC di jajaran mata uang kripto yang paling aktif diperdagangkan di dunia, dengan volume perdagangan 24 jam yang konsisten memperkuat eksistensi pasarnya.
Pasokan beredar sebanyak 76,62 juta token mendekati batas maksimum 84 juta LTC, menandakan sekitar 91% dari total Litecoin telah beredar di pasar. Struktur pasokan ini, yang ditetapkan saat Charlie Lee meluncurkan jaringan peer-to-peer pada 2011, dirancang untuk mendukung distribusi awal yang lebih luas dibandingkan Bitcoin. Batas pasokan tetap memastikan kelangkaan yang dapat diprediksi—karakteristik utama yang menarik bagi investor yang mengutamakan pelestarian nilai jangka panjang.
Peringkat kapitalisasi pasar Litecoin menegaskan daya tahan dan utilitas mata uang kripto ini selama lebih dari satu dekade. Fokus jaringan pada kecepatan transaksi dan efisiensi biaya—memproses blok dalam waktu 2,5 menit dibandingkan interval 10 menit pada Bitcoin—terus diminati pengguna yang membutuhkan fungsionalitas blockchain yang praktis. Kapitalisasi pasar yang signifikan mencerminkan kepercayaan terhadap LTC untuk menjaga relevansi sebagai alat tukar sekaligus penyimpan nilai di ekosistem kripto.
Ekosistem perdagangan Litecoin menunjukkan partisipasi pasar yang konsisten, terbukti dari aktivitas transaksi harian di berbagai bursa mata uang kripto. $33,6 juta volume perdagangan dalam 24 jam mencerminkan keterlibatan pasar yang signifikan, memastikan likuiditas yang cukup bagi trader untuk mengeksekusi order dengan slippage yang wajar. Volume ini menempatkan Litecoin sebagai aset digital yang aktif diperdagangkan dan memiliki kedalaman order book yang nyata.
Fluktuasi harga antara $80,89 dan $82,46 selama 24 jam menunjukkan rentang perdagangan yang sempit, menandakan pelaku pasar telah mencapai konsensus harga dengan volatilitas rendah. Rentang $1,57 ini setara dengan pergerakan harga sekitar 1,9%, memperlihatkan stabilitas pasar dibandingkan dengan altcoin yang cenderung lebih spekulatif. Fluktuasi intraday yang moderat ini umumnya mewakili pasar yang sudah matang, di mana penawaran dan permintaan tetap seimbang.
Kombinasi volume perdagangan yang solid dengan volatilitas harga yang terbatas menjadi karakteristik utama pasar Litecoin. Volume harian $33,6 juta yang dipadukan dengan rentang harga yang stabil menunjukkan bahwa trader institusional dan ritel mempertahankan posisi aktif tanpa pergerakan ekstrem. Bagi pelaku pasar kripto yang menilai kelayakan perdagangan Litecoin, data ini menegaskan bahwa aset tersebut merupakan instrumen yang likuid dan relatif stabil bagi mereka yang ingin mendapatkan eksposur terhadap transaksi peer-to-peer berbasis blockchain.
Litecoin mempertahankan likuiditas perdagangan yang kuat di berbagai bursa utama mata uang kripto, dengan kedalaman order yang menonjol di platform seperti Bybit, MEXC, dan Bitget. Infrastruktur likuiditas yang tersebar ini memungkinkan trader mengeksekusi posisi LTC dalam jumlah besar dengan slippage minimal, mendukung peran LTC sebagai pasangan perdagangan aktif di pasar kripto. Konsentrasi aktivitas perdagangan di bursa-bursa besar tersebut mencerminkan kepercayaan institusi dan ritel terhadap kematangan pasar Litecoin.
Perdagangan derivatif merupakan pendorong utama volume LTC secara keseluruhan, di mana pasar perpetual futures menyumbang porsi besar dari aktivitas harian lintas platform. Dominasi derivatif ini memperlihatkan strategi perdagangan leverage dan aktivitas hedging menjadi komponen vital ekosistem perdagangan, menarik minat trader profesional dan market maker yang mencari eksposur terhadap pergerakan harga LTC. Kedalaman pasar derivatif di bursa utama menyediakan infrastruktur likuiditas yang mendukung strategi perdagangan yang kompleks.
Pergerakan harga terbaru menunjukkan ketahanan Litecoin di tengah kondisi pasar global, di mana aset ini stabil setelah mengalami penurunan yang signifikan. Pemulihan ini menegaskan peran likuiditas kuat di berbagai bursa dalam mendukung penemuan harga dan mencegah lonjakan volatilitas ekstrem yang bisa terjadi jika perdagangan terlalu terpusat. Distribusi aktivitas LTC di Bybit, MEXC, dan Bitget memastikan order beli atau jual dalam jumlah besar dapat terserap di banyak platform, menjaga stabilitas harga sekaligus mendukung partisipasi institusional di pasar.
Litecoin merupakan mata uang kripto yang dibangun berdasarkan kode Bitcoin, namun menggunakan Scrypt hashing alih-alih SHA-256. Litecoin menawarkan kecepatan transaksi yang lebih tinggi dan skalabilitas lebih baik. LTC tetap mempertahankan prinsip utama Bitcoin namun memberikan efisiensi transaksi yang lebih unggul.
Litecoin (LTC) saat ini dihargai ¥544,53. Kapitalisasi pasar tercatat sekitar ¥6,28 miliar, dengan volume perdagangan 24 jam sebesar ¥709,84 juta.
LTC melonjak dari $4 pada awal 2017 ke puncak $375, lalu turun ke $43 pada 2022. Prospek ke depan sangat bergantung pada momentum Bitcoin; jika tren bullish, LTC diperkirakan dapat mencapai $120-150, namun jika tidak, kemungkinan diperdagangkan di kisaran $50-70. Minimnya inovasi ekosistem menjadi tantangan utama.
Beli LTC melalui bursa dengan verifikasi identitas serta aktifkan autentikasi dua faktor. Untuk penyimpanan, gunakan hardware wallet dan jangan pernah membagikan private key Anda. Simpan cadangan secara offline di tempat yang aman.
Penambangan Litecoin adalah proses menyelesaikan masalah matematika kompleks untuk memvalidasi transaksi dan memperoleh hadiah LTC. Individu masih dapat berpartisipasi, tetapi memerlukan daya komputasi besar. Seiring meningkatnya tingkat kesulitan, penambangan solo menjadi kurang efisien; bergabung dengan mining pool lebih menguntungkan bagi penambang individu.
Litecoin menghadapi risiko volatilitas pasar dengan harga yang sangat fluktuatif. Hal yang perlu diperhatikan meliputi pemantauan tren pasar, pemahaman teknologi blockchain, penilaian toleransi risiko, serta mengikuti perkembangan regulasi dan inovasi jaringan.








