

OTC, atau "Over-The-Counter," adalah istilah untuk pasar perdagangan di luar bursa resmi. Dalam keuangan tradisional, OTC merujuk pada transaksi yang berlangsung di luar bursa terpusat, di mana perdagangan dilakukan langsung antar pihak melalui jaringan broker atau dealer.
Di sektor cryptocurrency, perdagangan OTC berfungsi sebagai penghubung utama untuk pertukaran aset digital dan mata uang fiat. Pembeli memakai fiat untuk membeli cryptocurrency melalui kanal OTC, sementara penjual menukar kepemilikan crypto mereka menjadi fiat. Metode ini tidak menggunakan mekanisme order book bursa konvensional, sehingga kedua pihak bisa menegosiasikan harga dan volume secara langsung. OTC sangat cocok untuk transaksi bernilai besar atau kebutuhan privasi ekstra.
Proses inti perdagangan OTC meliputi koneksi lewat platform atau broker OTC, negosiasi syarat seperti harga serta kuantitas, konfirmasi detail transaksi, dan penyelesaian aset melalui escrow pihak ketiga atau transfer langsung. Model ini menawarkan fleksibilitas sekaligus menjaga privasi kedua belah pihak.
Perdagangan OTC memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan perdagangan di bursa. Pertama, platform OTC umumnya tidak membatasi ukuran transaksi, sehingga sangat sesuai bagi investor institusi dan individu bernilai tinggi yang ingin melakukan transaksi besar. Struktur ini mencegah slippage harga yang sering terjadi di bursa saat pesanan terlalu besar.
Kedua, OTC menawarkan privasi lebih baik. Karena transaksi tidak tercatat di order book publik, posisi dan strategi peserta tetap terjaga kerahasiaannya, hal yang krusial untuk institusi yang melindungi strategi trading mereka.
Selain itu, perdagangan OTC memberikan proses negosiasi harga yang fleksibel. Para pihak bisa menentukan harga sendiri berdasarkan tren pasar, volume transaksi, serta biaya modal, sehingga seringkali mendapatkan syarat lebih baik daripada harga bursa untuk transaksi besar.
Dari sisi pembayaran, perdagangan OTC mendukung berbagai mata uang fiat—USD (U.S. Dollar), EUR (Euro), JPY (Japanese Yen), KRW (Korean Won), VND (Vietnamese Dong), dan lainnya—sehingga memberikan kemudahan pertukaran bagi pengguna di seluruh dunia.
Perdagangan OTC sangat umum di pasar aset digital. Investor individu yang ingin membeli atau menjual crypto dalam jumlah besar memanfaatkan kanal OTC untuk menghindari volatilitas akibat likuiditas terbatas di bursa sekaligus memperoleh layanan personal dan harga bersaing.
Investor institusi menjadi pendorong utama aktivitas OTC. Hedge fund, manajer aset, dan family office memilih kanal OTC untuk alokasi crypto besar, sehingga dampak pasar dapat diminimalkan dan persyaratan regulasi serta privasi tetap terpenuhi. Organisasi semacam ini biasanya membangun hubungan jangka panjang dengan penyedia OTC profesional untuk solusi trading yang disesuaikan.
Miner juga berperan dalam pasokan OTC. Mereka rutin menjual hasil tambang cryptocurrency untuk kebutuhan operasional, menggunakan kanal OTC agar penjualan dalam jumlah besar lebih efisien dan risiko biaya serta fluktuasi harga di bursa dapat ditekan.
Seiring kemajuan industri crypto, semakin banyak aplikasi wallet populer yang menghadirkan fitur OTC terintegrasi. Kini, pengguna dapat langsung menukar fiat dengan USDT, USDC, dan stablecoin utama lainnya langsung dalam wallet, tanpa perlu platform pihak ketiga, sehingga kenyamanan transaksi dan pengalaman pengguna meningkat pesat.
Menentukan platform OTC yang tepat sangat penting untuk perlindungan aset dan kelancaran aktivitas trading. Pertama, pastikan kredensial dan status regulasi platform. Penyedia OTC yang legal wajib memiliki lisensi keuangan relevan dan mematuhi standar Anti-Money Laundering (AML) serta Know Your Customer (KYC) guna memastikan transaksi sah dan sesuai hukum.
Kemudian, nilai likuiditas serta harga di platform. Platform OTC terdepan mengumpulkan berbagai sumber likuiditas, memberikan akses penawaran harga bersaing dan settlement yang cepat. Beberapa aplikasi wallet mengintegrasikan berbagai platform OTC terverifikasi, sehingga pengguna dapat membandingkan harga dan memilih syarat terbaik.
Keamanan harus menjadi prioritas utama. Pilihlah platform dengan sistem perlindungan kuat, seperti kustodi dana, teknologi multi-signature, serta pemisahan hot dan cold wallet. Platform wajib memisahkan aset pengguna agar tidak terjadi penyalahgunaan.
Faktor pengalaman pengguna dan pelayanan juga tidak kalah penting. Platform OTC unggulan menyediakan antarmuka intuitif, mendukung banyak bahasa, dan melayani pelanggan 24/7 agar pengguna mendapatkan bantuan kapan pun diperlukan.
Pertimbangkan juga biaya transaksi. Perhatikan fee, selisih kurs, dan komponen biaya lain untuk memilih platform yang menawarkan biaya rendah sekaligus layanan berkualitas. Persaingan yang semakin tinggi mendorong penurunan biaya oleh para penyedia, sehingga nilai tambah bagi pengguna semakin besar.
Perdagangan OTC mengutamakan negosiasi langsung antara pembeli dan penjual di luar bursa. Dibanding transaksi di bursa, OTC lebih fleksibel, mendukung transaksi besar serta non-standar, namun transparansi harga lebih rendah dan likuiditas terbatas. OTC paling cocok untuk transaksi institusional bernilai besar.
Kelebihan: fleksibel, biaya rendah, privasi tinggi, mendukung transaksi besar. Kekurangan: risiko pihak lawan lebih tinggi, likuiditas rendah, regulasi lebih ringan, serta transparansi harga terbatas.
Perdagangan OTC sangat tepat untuk transaksi besar dan investasi lintas negara. Investor individu boleh berpartisipasi, namun tidak wajib—alat trading standar biasanya sudah mencukupi kebutuhan investasi pribadi.
Risiko utama OTC ialah gagal bayar pihak lawan dan penipuan. Untuk keamanan, pilih platform patuh regulasi, verifikasi identitas, gunakan escrow pihak ketiga, cek kredensial lawan transaksi, dan hindari transaksi besar tunggal.
Alur kerja OTC: pembeli dan penjual negosiasi harga → konfirmasi syarat → settlement dana → transaksi selesai. Untuk menemukan pihak terpercaya, cek reputasi dan sertifikasi regulasi, pilih broker teregulasi demi transaksi aman dan tepercaya.









