

Peringkat mata uang kripto umumnya ditentukan oleh kapitalisasi pasar, yang dihitung dengan mengalikan harga terkini dengan suplai beredar dari koin tersebut. Metrik ini memberikan tolok ukur standar bagi investor untuk membandingkan nilai relatif berbagai aset digital di pasar. Sebagai contoh, Banana For Scale (BANANAS31) menempati peringkat #610 secara global dengan kapitalisasi pasar sekitar $39,36 juta, yang berasal dari harga $0,003936 dikalikan suplai beredar 10 miliar token.
Memahami metrik suplai sangat vital dalam mengevaluasi valuasi mata uang kripto. Suplai beredar menggambarkan token yang tersedia di pasar, sedangkan total suplai mencakup seluruh token yang akan pernah beredar. BANANAS31, misalnya, memiliki rasio sirkulasi 100%, artinya seluruh 10 miliar token telah terdistribusi. Hal ini berbeda dengan proyek yang menahan sebagian token untuk dirilis di masa mendatang, sehingga menimbulkan potensi dilusi bagi investor.
Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDMC) menjadi pertimbangan penting dalam peringkat, merepresentasikan nilai kapitalisasi pasar jika seluruh token telah beredar. Untuk BANANAS31, FDMC setara dengan kapitalisasi pasarnya saat ini, yaitu $39,36 juta, mencerminkan semua token telah beredar. Struktur suplai yang berbeda sangat memengaruhi perbandingan mata uang kripto dalam peringkat kapitalisasi pasar. Trader yang memantau peringkat mata uang kripto teratas perlu mempertimbangkan metrik sirkulasi terkini dan potensi pertumbuhan suplai dalam menilai peluang investasi serta pergerakan harga.
Volume perdagangan merupakan indikator penting aktivitas pasar dan minat investor terhadap aset digital. Volume perdagangan 24 jam menunjukkan nilai total transaksi dalam satu hari, sedangkan metrik 7 hari memberikan gambaran momentum jangka menengah yang lebih luas. Pengukuran ini memperlihatkan apakah aset sedang mendapatkan minat atau justru mengalami penurunan partisipasi dari trader dan investor.
Analisis tren volume perdagangan terbaru menunjukkan fluktuasi signifikan pada mata uang kripto utama. Beberapa aset mencatat lonjakan volume yang menonjol saat terjadi pergerakan harga, bahkan ada yang melampaui 400 juta dalam satu periode perdagangan. Keterkaitan antara volume dan perubahan harga tampak jelas dari pola ini—aset yang mencatat kenaikan 6-7% biasanya diikuti peningkatan volume, menandakan minat beli yang kuat.
Pada periode 7 hari, tren volume perdagangan cenderung stabil dan memperlihatkan kekuatan partisipasi pasar di luar volatilitas jangka pendek. Dengan membandingkan volume 24 jam dan rata-rata 7 hari, trader dapat membedakan antara lonjakan sementara dan perubahan nyata pada popularitas aset. Volume rendah saat fase konsolidasi menandakan penurunan aktivitas pasar, sedangkan volume tinggi yang konsisten selama reli mengonfirmasi tekanan beli yang sehat. Pemantauan tren volume ini membantu pelaku pasar menentukan apakah pergerakan harga berasal dari partisipasi pasar yang luas atau kondisi likuiditas yang terbatas di aset digital.
Likuiditas pasar dan cakupan bursa merupakan metrik krusial untuk menilai aksesibilitas dan efisiensi perdagangan mata uang kripto utama. Likuiditas menunjukkan seberapa mudah trader melakukan transaksi pada harga wajar tanpa menyebabkan volatilitas besar di pasar. Mata uang kripto terkemuka umumnya menjaga likuiditas tinggi di berbagai bursa, sehingga mendukung pengalaman perdagangan yang lancar baik bagi institusi maupun individu.
Volume perdagangan 24 jam menjadi indikator utama aktivitas pasar dan tingkat adopsi mata uang kripto. Volume perdagangan tinggi menandakan permintaan yang berkelanjutan dan proses penemuan harga yang aktif, biasanya berdampak pada spread harga jual-beli yang lebih rapat serta kedalaman pasar yang lebih baik. Token dengan volume harian besar memudahkan transaksi dalam jumlah besar dengan harga stabil, dibandingkan aset yang likuiditasnya lebih rendah.
Cakupan bursa sangat memengaruhi aksesibilitas mata uang kripto. Aset yang terdaftar di berbagai platform perdagangan mendapat jangkauan pasar yang lebih luas dan kondisi perdagangan yang lebih kompetitif. Jika mata uang kripto tersedia di banyak bursa, trader dapat memilih platform sesuai preferensi sekaligus memperoleh harga yang lebih optimal. Distribusi cakupan bursa yang beragam mengurangi ketergantungan pada satu sumber likuiditas dan memperkuat ketahanan pasar. Pasar mata uang kripto dengan cakupan bursa luas biasanya mengalami konvergensi harga yang lebih efisien di berbagai pasangan perdagangan, sehingga menguntungkan pembuat pasar maupun pelaku transaksi besar yang menginginkan kualitas eksekusi optimal.
Per Januari 2026, mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar adalah Bitcoin, Ethereum, BNB, Solana, XRP, Cardano, Dogecoin, Polkadot, Polygon, dan Avalanche. Bitcoin dan Ethereum menempati posisi dominan, diikuti oleh berbagai solusi layer-1 dan layer-2 yang menunjukkan adopsi pasar serta volume perdagangan yang kuat.
Kapitalisasi pasar mata uang kripto dihitung dengan mengalikan harga terkini koin dengan total suplai beredarnya. Nilai ini merepresentasikan total nilai pasar suatu mata uang kripto dan menunjukkan ukuran serta dominasinya di pasar kripto.
Bitcoin, Ethereum, dan Tether umumnya mendominasi volume perdagangan harian. Bitcoin memiliki volume perdagangan absolut tertinggi, diikuti oleh Ethereum. Stablecoin seperti USDT dan USDC juga mencatat volume besar karena sering digunakan dalam pasangan perdagangan dan penyediaan likuiditas di berbagai pasar.
Peringkat kapitalisasi pasar berubah-ubah seiring pergerakan harga dan volume perdagangan. Faktor utama meliputi sentimen pasar, berita regulasi, pembaruan teknologi, tingkat adopsi, kondisi makroekonomi, serta perubahan perilaku investor.
Kapitalisasi pasar kripto global telah meningkat signifikan, kini mewakili bagian penting dari aset alternatif. Meskipun masih lebih kecil dibandingkan pasar saham utama atau properti, mata uang kripto telah diakui sebagai kelas aset sah dengan nilai pasar besar dan adopsi institusional yang terus berkembang.











