
Bitcoin tetap kokoh di puncak peringkat kapitalisasi pasar pada Januari 2026, disusul oleh Ethereum sebagai platform smart contract terdepan. Solana mengokohkan posisinya di tiga besar berdasarkan kapitalisasi pasar, berkat pengembangan ekosistem yang pesat dan volume perdagangan yang tinggi. Peringkat kapitalisasi pasar ini tidak hanya mencerminkan dominasi historis, tetapi juga menggambarkan partisipasi aktif dan metrik utilitas yang mendorong adopsi institusional secara berkelanjutan.
Selain nama-nama mapan, solusi Layer-2 menjadi pemain utama dalam lanskap pasar. Polygon dan Avalanche menempati posisi penting di antara cryptocurrency utama, menjawab keterbatasan skalabilitas Ethereum sekaligus menjaga kompatibilitas dengan ekosistem yang lebih luas. Perkembangan ini menegaskan bahwa distribusi kapitalisasi pasar kini merefleksikan inovasi teknologi dan kemampuan menyelesaikan permasalahan nyata.
Cryptocurrency lain yang melengkapi peringkat teratas mencakup Ripple untuk penyelesaian internasional, Cardano dengan arsitektur proof-of-stake yang berkelanjutan, Dogecoin yang tetap didorong komunitas, serta BNB yang menopang ekosistem exchange. Masing-masing dari cryptocurrency teratas ini mewakili use case berbeda, mulai dari transaksi peer-to-peer hingga aplikasi terdesentralisasi. Peringkat saat ini menunjukkan bahwa kapitalisasi pasar merupakan indikator utama kepercayaan investor dan adopsi utilitas di berbagai jaringan blockchain dan proyek cryptocurrency.
Metrik volume perdagangan menjadi indikator kunci likuiditas pasar dan partisipasi investor di ekosistem cryptocurrency. Pada 2026, analisis tren volume perdagangan 24 jam dan 7 hari memperlihatkan pola signifikan pergerakan aset kripto utama di berbagai siklus pasar. Awal 2026 memperlihatkan momentum ini secara nyata, dengan aset digital mencatatkan aktivitas perdagangan tinggi seiring meningkatnya keterlibatan institusi dan ritel.
DeepNode (DN) menggambarkan dinamika tersebut dengan volume perdagangan 24 jam sekitar $10,33 juta dan perubahan 46,29%, mencerminkan aktivitas pasar serta minat investor yang tinggi. Aset yang memperoleh akses pasar luas melalui kehadiran di banyak bursa, seperti RAVE yang diperdagangkan di 19 bursa dengan volume harian sekitar $3,18 juta USD, menunjukkan bahwa aset kripto modern mendistribusikan likuiditas di berbagai platform. Pola volume perdagangan ini berhubungan langsung dengan aksesibilitas pasar dan mekanisme price discovery yang diperlukan trader untuk mengeksekusi strategi di aset kripto utama.
Tren 7 hari memberikan perspektif tambahan, menunjukkan apakah lonjakan volume menandakan minat berkelanjutan atau sekadar volatilitas sesaat. Data pasar awal 2026 memperlihatkan BTC naik 7,7% dan ETH naik 10%, dengan pola aktivitas perdagangan yang stabil. Penilaian likuiditas di Gate dan bursa utama lain kini menjadi aspek penting bagi trader yang mencari akses pasar serta kualitas eksekusi terbaik sepanjang tahun 2026.
Metrik likuiditas untuk mata uang digital utama mengukur efisiensi transaksi beli-jual tanpa pengaruh harga signifikan. Komponen utamanya meliputi spread bid-ask, kedalaman order book, dan volume perdagangan—semuanya menentukan kualitas pasar dan efisiensi eksekusi. CoinMarketCap memberikan skor likuiditas antara 0 hingga 1.000, di mana skor lebih tinggi menandakan pasar lebih likuid dan sebanding dengan instrumen keuangan konvensional.
Bitcoin dan Ethereum memiliki likuiditas luar biasa, bahkan sering melampaui saham berkapitalisasi kecil di bursa tradisional. Kedalaman order book kedua aset ini menunjukkan dukungan pasar yang kuat, terutama untuk pasangan perdagangan utama. Studi S&P Global menunjukkan pasangan BTC-USDT dan ETH-USDT memiliki kedalaman pasar sekitar USDT 15 juta dan USDT 30 juta dalam rentang 1% dari harga tengah, sehingga mendukung transaksi besar dengan slippage minimal.
Jangkauan bursa untuk mata uang digital utama ini meliputi platform global terkemuka, memastikan trader mendapat harga konsisten dan eksekusi efisien. Pasangan perdagangan dengan spread bid-ask ketat dan order book solid meningkatkan price discovery secara signifikan. Penyebaran likuiditas di banyak bursa menciptakan dinamika harga yang kompetitif, menguntungkan pelaku pasar melalui biaya transaksi yang lebih rendah. Stablecoin seperti USDT menawarkan likuiditas yang sangat kuat terhadap aset digital lain, meskipun jangkauannya bervariasi tergantung regulasi wilayah dan fokus operasional bursa.
Pada 2026, sepuluh besar cryptocurrency berdasarkan kapitalisasi pasar adalah Bitcoin, Ethereum, Tether, XRP, BNB, Solana, USDC, Cardano, Dogecoin, dan Tron. Bitcoin memimpin dengan 1,8 triliun dolar AS dan pangsa pasar 55%.
Pada 2026, Bitcoin menguasai 40% pangsa pasar, sementara Ethereum bertahan di 20%. Keduanya tetap menjadi tulang punggung pasar kripto global sebagai aset infrastruktur utama.
Pada 2026, rata-rata volume perdagangan harian pasar kripto melampaui $200 miliar. Bitcoin, Ethereum, dan Tether mendominasi volume perdagangan di antara cryptocurrency utama dan mempertahankan posisi pasar teratas.
Peringkat likuiditas cryptocurrency mengacu pada volume perdagangan, kedalaman pasar, dan spread bid-ask. Nilai likuiditas koin dapat dianalisis melalui volume perdagangan dan kedalaman pasar di berbagai platform besar. Likuiditas tinggi memungkinkan transaksi beli-jual lebih mudah dengan dampak harga minim.
Kapitalisasi pasar kripto tumbuh sekitar 5% dari tahun ke tahun, dari 2,97 triliun USD pada 31 Desember 2025 menjadi 3,12 triliun USD di awal Januari 2026.
Pada 2026, bursa terdesentralisasi seperti Uniswap unggul berkat likuiditas dalam dan transaksi L2 berbiaya rendah. Platform utama menyediakan liquidity pool terprogram, ekosistem matang, serta imbal hasil staking, menciptakan kondisi perdagangan optimal dan spread kompetitif.











