


Hubungan antara metrik pasokan dan kapitalisasi pasar mata uang kripto mengungkap dinamika kunci dalam lanskap aset digital. Kapitalisasi pasar dihitung dengan mengalikan harga saat ini dengan pasokan beredar, yaitu token yang aktif diperdagangkan di pasar. Metrik ini berbeda secara signifikan dari total pasokan—yang mencakup semua token yang pernah diterbitkan—dan valuasi terdilusi penuh, yang mencerminkan kapitalisasi pasar jika seluruh token potensial telah beredar.
Berachain (BERA) adalah contoh nyata dari dinamika pasokan ini. Dengan pasokan beredar sebesar 107,48 juta token dari total 500 juta token, BERA memiliki rasio sirkulasi sekitar 21,5 persen. Artinya, sekitar 78,5 persen token masih belum diterbitkan, sehingga memengaruhi kapitalisasi pasar saat ini sekitar $96,75 juta serta valuasi terdilusi penuh sebesar $450,1 juta. Selisih besar antara kedua angka ini menunjukkan potensi ekspansi pasokan yang signifikan di masa depan.
Pemahaman atas mekanisme pasokan ini sangat penting untuk analisis pasar kripto. Aset dengan rasio sirkulasi rendah berpotensi menghadapi tekanan harga besar saat token baru dirilis, berdampak pada peringkat dan dinamika likuiditas pasar. Sebaliknya, rasio sirkulasi tinggi menandakan struktur pasokan yang lebih matang. Volume perdagangan dan stabilitas harga umumnya berkorelasi dengan transparansi pasokan dan pola distribusi. Investor yang menganalisis aset kripto teratas berdasarkan kapitalisasi pasar perlu menilai tidak hanya peringkat saat ini, tetapi juga bagaimana kenaikan pasokan dapat mengubah posisi pasar, aktivitas perdagangan, serta kondisi likuiditas secara keseluruhan di berbagai platform pertukaran seperti gate.
Volume perdagangan merupakan indikator utama aktivitas pasar dan kondisi likuiditas aset digital. Volume perdagangan 24 jam pada mata uang kripto utama sangat fluktuatif, dipengaruhi oleh sentimen pasar dan faktor ekonomi global. Sebagai contoh, Berachain (BERA) mencatat volume 24 jam sekitar 5,98 juta USD, menandakan intensitas perdagangan yang tinggi di pasar kripto.
Pada analisis tren volume perdagangan 7 hari, investor memperoleh wawasan lebih dalam terkait momentum pasar jangka menengah. Dalam sepekan terakhir, BERA mencatat apresiasi harga sebesar 27,73% disertai lonjakan volume yang mencapai lebih dari 12 juta USD pada hari-hari tertentu. Peningkatan volume ini biasanya bersamaan dengan pergerakan harga penting, mencerminkan partisipasi pasar dan likuiditas yang meningkat pada periode volatilitas.
Hubungan antara volume perdagangan dan pergerakan harga adalah dasar untuk memahami likuiditas aset digital. Volume tinggi mengindikasikan keyakinan pasar yang besar dan peluang eksekusi lebih baik bagi trader yang ingin masuk atau keluar posisi. Dengan memantau tren volume 24 jam dan 7 hari seiring pergerakan harga, pelaku pasar dapat menilai kekuatan pergerakan pasar kripto serta mengambil keputusan lebih baik terkait likuiditas aset.
Penilaian likuiditas menjadi aspek penting bagi trader dalam menilai aksesibilitas pasar dan efisiensi eksekusi pada aset kripto utama. Tingkat cakupan bursa adalah indikator utama untuk mengetahui sejauh mana aset kripto dapat diperdagangkan di berbagai platform. Aset kripto dengan distribusi bursa yang luas biasanya memiliki kedalaman likuiditas yang lebih baik, sehingga transaksi besar dapat dilakukan dengan selip harga minimal.
Berachain (BERA), blockchain berkinerja tinggi dengan konsensus Proof-of-Liquidity, menjadi contoh nyata dinamika ini. Saat ini BERA diperdagangkan di 39 bursa, menjaga likuiditas pasar yang kuat dengan volume perdagangan 24 jam lebih dari $5,98 juta dan kapitalisasi pasar sekitar $96,75 juta. Penyebaran di banyak bursa ini meningkatkan aksesibilitas trader dan menekan risiko rekanan dengan menyediakan alternatif eksekusi perdagangan.
Korelasi antara cakupan bursa dan kedalaman likuiditas terlihat jelas melalui analisis volume perdagangan terhadap kapitalisasi pasar. Distribusi bursa yang luas berbanding lurus dengan order book yang dalam dan spread bid-ask yang ketat, sehingga menguntungkan partisipan ritel maupun institusi. Untuk aset kripto utama, pencatatan di banyak bursa beserta volume perdagangan harian yang signifikan menciptakan kondisi pasar ideal untuk penemuan harga yang efisien dan penyelesaian transaksi yang lancar di berbagai kondisi pasar.
Bitcoin dan Ethereum selalu memimpin peringkat pasar. Bitcoin memiliki kapitalisasi pasar tertinggi, diikuti oleh Ethereum. Kripto utama lainnya adalah BNB, Solana, XRP, dan Cardano. Peringkat ini berubah sesuai sentimen pasar, laju adopsi, serta perkembangan teknologi. Dalam beberapa waktu terakhir, solusi Layer-2 mulai menonjol dan mengubah persaingan.
Volume perdagangan paling besar terjadi pada pasangan utama seperti BTC/USDT dan ETH/USDT, yang menyumbang 60-70% dari total volume pasar. Altcoin dan pasangan baru cenderung memiliki likuiditas lebih rendah. Distribusi volume ini bisa berubah seiring siklus pasar, dengan perdagangan institusional semakin mendominasi pola volume di berbagai ekosistem blockchain dan venue perdagangan.
Metrik utama mencakup volume perdagangan, spread bid-ask, kedalaman order book, dan toleransi slippage. Pantau nilai perdagangan 24 jam, dampak harga dari order besar, serta kehadiran market maker. Analisis konsentrasi order book dan pool likuiditas untuk memastikan kedalaman pasar dan kualitas eksekusi yang optimal.
Kapitalisasi pasar global kripto, yang saat ini sekitar 3 triliun USD, berada di antara kelas aset utama dunia. Walaupun masih lebih kecil dari pasar saham (di atas 100 triliun USD), nilainya sebanding dengan komoditas dan sudah melampaui banyak sektor tradisional lainnya, menandakan peran kripto yang semakin penting dalam keuangan global.
Bitcoin, Ethereum, dan USDT umumnya selalu menjadi pemimpin volume perdagangan 24 jam. Volume tinggi menunjukkan likuiditas yang kuat, spread lebih rapat, serta penemuan harga yang efisien. Volume menjadi parameter penting karena mencerminkan aktivitas pasar aktual, menurunkan risiko slippage, dan menjadi indikator minat pasar yang otentik dibanding manipulasi harga.
Kapitalisasi pasar menunjukkan total nilai aset, volume perdagangan merepresentasikan likuiditas dan permintaan, sedangkan volatilitas mengukur besarnya fluktuasi harga. Volume perdagangan yang tinggi cenderung menekan volatilitas karena transaksi tersebar lebih merata, namun kripto dengan kapitalisasi pasar besar biasanya mengalami volatilitas lebih rendah berkat stabilitas harga dan kedalaman likuiditas yang lebih kuat.











