
Hedera (HBAR) saat ini bergerak pada rentang harga yang sempit, bertahan di kisaran Rp0,13 seiring pasar menunjukkan pola konsolidasi. Data perdagangan terkini menunjukkan HBAR mengalami volatilitas dengan fluktuasi antara Rp0,13025 dan Rp0,14247 sepanjang periode penilaian. Rentang sempit ini mencerminkan dinamika pasar aset digital berkapitalisasi menengah secara umum.
| Periode Waktu | Rentang Harga | Status |
|---|---|---|
| 24 Jam | Rp0,14247 - Rp0,13025 | Turun 0,81% |
| Tertinggi | Rp0,15018 | Puncak Terbaru |
| Terendah | Rp0,14247 | Dukungan Terbaru |
Penurunan sebesar 0,81% dalam 24 jam terakhir menandakan momentum melemah, seiring minat terbuka juga turun. Kapitalisasi pasar mencapai sekitar Rp7,22 miliar, didukung oleh volume perdagangan harian mendekati Rp197,6 juta. Pola harga yang terkompresi ini menunjukkan pembeli dan penjual berada dalam keseimbangan, dengan tidak ada pihak yang menguasai arah secara tegas.
Analisis teknikal memperlihatkan stabilitas harga dalam rentang ini bergantung pada level support dan resistance utama. Ambang Rp0,13 menjadi support kritis, sementara resistance berada di sekitar Rp0,15. Sentimen pasar tetap hati-hati, tercermin dalam pola konsolidasi yang ketat. Investor disarankan untuk memantau tren volume dan potensi breakout guna mengidentifikasi perubahan arah. Fase konsolidasi ini biasanya mendahului pergerakan harga signifikan, sehingga pemantauan pola yang berkembang sangat penting sebelum aksi harga besar terjadi.
HBAR menghadapi tekanan teknikal signifikan saat berada dekat level support Rp0,13 dengan resistance utama yang kokoh pada rentang Rp0,138 hingga Rp0,140. Rentang sempit ini menjadi hambatan kuat yang berulang kali menghalangi momentum naik berkelanjutan. Berdasarkan analisis teknikal per 29 November 2025, kelemahan struktural tampak jelas dari metrik kunci. HBAR gagal bertahan di atas Rp0,145–Rp0,150, menandakan dominasi penjual di harga tinggi.
| Metrik Teknikal | Status Terkini | Dampak |
|---|---|---|
| Level Harga | Rp0,14449 | Diperdagangkan di bawah resistance |
| Perubahan 24 Jam | -0,81% | Tekanan turun |
| Minat Terbuka | Menurun | Momentum melemah |
| Zona Resistance | Rp0,138–Rp0,140 | Membatasi pergerakan naik |
Tanpa adanya penembusan meyakinkan di atas zona resistance ini, HBAR tetap berada dalam pola bearish dengan area Rp0,125–Rp0,130 rentan terhadap tekanan jual baru. Penurunan minat terbuka memperkuat kekhawatiran atas partisipasi beli yang bertahan, membuat pasar cenderung bergerak dalam rentang atau turun lebih jauh. Sampai arus institusional kembali cukup kuat untuk mendorong harga menembus Rp0,140, potensi kenaikan tetap sangat terbatas, dan outlook teknikal jangka pendek tetap bearish.
Berbagai analis telah menyepakati target harga moderat untuk Hedera pada 2025, dengan Rp0,2484 menjadi proyeksi konsensus di kalangan firma riset terdepan. Proyeksi ini merefleksikan penilaian seimbang antara potensi pertumbuhan jaringan dan volatilitas pasar kripto secara umum.
| Sumber Prediksi | Target Harga | Rentang |
|---|---|---|
| Konsensus Analis | Rp0,2484 | Rp0,1942 - Rp0,30 |
| Analisis Teknikal | Rp0,2127 | Rp0,1942 - Rp0,2127 |
| Skenario Bullish | Rp0,80 | Support di Rp0,40 |
Target Rp0,2484 mengindikasikan apresiasi moderat dari level saat ini, menandakan keyakinan analis pada tren adopsi enterprise Hedera. Outlook ini didukung oleh meningkatnya minat institusional melalui kemitraan dan inovasi teknologi yang memperkuat throughput transaksi dan keamanan.
Data pasar menunjukkan HBAR saat ini diperdagangkan jauh di bawah puncak historis, dengan all-time high Rp0,569229 pada September 2021. Koreksi tajam ini memberikan valuasi yang lebih menarik bagi investor institusional dan ritel yang ingin masuk ke pasar.
Rentang prediksi Rp0,1942 hingga Rp0,30 mengakui tingkat ketidakpastian pasar yang tinggi, namun tetap memberi pandangan positif pada prospek jangka panjang Hedera. Faktor penentu prediksi ini meliputi tingkat adopsi jaringan, dinamika kompetisi teknologi ledger terdistribusi, dan kondisi makroekonomi yang memengaruhi valuasi aset berisiko sepanjang tahun 2025.
Mencapai target harga Rp1 untuk HBAR pada 2025 masih mungkin terjadi, namun sangat bergantung pada kondisi pasar dan capaian eksekusi tertentu. Data pasar saat ini menunjukkan HBAR diperdagangkan di Rp0,14449 per 4 Desember 2025, menunjukkan selisih lebar dari ambang Rp1. Sentimen komunitas menggambarkan ketidakpastian ini, dengan 54,55% komunitas Hedera optimis mencapai Rp1 dan 27,27% masih ragu terhadap target ambisius tersebut.
Keberhasilan target ini sangat dipengaruhi oleh percepatan adopsi enterprise dan perkembangan regulasi. Analisis menunjukkan level harga Rp0,5 lebih realistis untuk dicapai dalam waktu dekat dibandingkan target Rp1, meski kedua skenario membutuhkan katalis positif yang berkelanjutan. Kondisi pasar harus mendukung, termasuk peningkatan minat institusional pada aset tokenisasi dan pemulihan pasar kripto yang lebih luas.
Rekam jejak harga historis memperlihatkan HBAR pernah mencapai all-time high Rp0,569229 pada September 2021, menandakan jaringan sudah mendekati target menengah. Untuk mencapai Rp1, harga harus naik sekitar 592% dari posisi saat ini, menuntut perubahan besar dalam sentimen pasar dan kemajuan nyata pada inisiatif enterprise Hedera. Keberhasilan sangat bergantung pada kemampuan platform meraih pangsa pasar solusi mata uang digital bank sentral dan aplikasi enterprise melalui Hedera Token Service.
HBAR menawarkan keunggulan berupa transaksi cepat dan tata kelola institusional. Untuk investor jangka panjang, aset ini mendukung tren blockchain enterprise. Disarankan alokasi 2–5% dalam portofolio konservatif.
Ya, HBAR berpotensi mencapai Rp10 jika adopsi enterprise meningkat pesat dan pasar kripto mengalami siklus bullish besar berikutnya. Target ini dapat tercapai dalam 7–10 tahun, tergantung berbagai faktor penentu.
HBAR dan XRP sama-sama menawarkan performa tinggi, namun menggunakan teknologi yang berbeda. HBAR menggunakan hashgraph, sedangkan XRP berbasis blockchain semi-terdesentralisasi. Efektivitasnya bergantung pada use case dan tujuan masing-masing.
Ya, HBAR mencapai Rp1 pada 2025, didorong oleh semakin banyaknya use case, adopsi korporasi, dan inovasi teknologi di jaringan Hedera.











