

Distribusi token Polkadot mengalami perubahan besar setelah alokasi genesis. Jaringan diluncurkan dengan total pasokan 10 juta DOT, yang dibagi secara terstruktur untuk berbagai kategori pemangku kepentingan. Alokasi awal ini menunjukkan komitmen proyek terhadap desentralisasi dan pengembangan ekosistem.
Pada Agustus 2020, Polkadot melakukan redenominasi yang mengubah struktur pasokan token tanpa memengaruhi proporsi kepemilikan. Setiap token lama dipecah sehingga pasokan menjadi sekitar 1,6 miliar DOT. Penyesuaian teknis ini meningkatkan kemudahan penggunaan dan fleksibilitas nominal transaksi di jaringan.
| Kategori Alokasi | Persentase | Tujuan |
|---|---|---|
| Investor Private Sale | 3,42% | Pendanaan awal |
| Investor SAFT | 5,00% | Pemegang perjanjian masa depan |
| Web3 Foundation | 50,00% | Pengembangan ekosistem |
| Lain-lain | 41,58% | Operasional dan cadangan |
Redenominasi tidak mengubah nilai kepemilikan atau distribusi. Perubahan ini memberikan fleksibilitas transaksi lebih tinggi dan mengurangi masalah representasi nominal. Setelah redenominasi, pasokan beredar Polkadot stabil di sekitar 1,65 miliar DOT. Komunitas kemudian menyetujui Referendum 1710 untuk menetapkan batas maksimum pasokan sebesar 2,1 miliar token. Keputusan tata kelola ini mengakhiri era penerbitan tak terbatas, mengarahkan jaringan pada mekanisme pasokan terkendali sambil menjaga keamanan dan insentif staking.
Model inflasi Polkadot menetapkan tingkat dasar sekitar 10% per tahun, tetapi tingkat ini disesuaikan secara dinamis berdasarkan partisipasi staking demi menjaga keseimbangan optimal antara keamanan dan keberlanjutan ekonomi. Sistem menargetkan rasio staking ideal; jika partisipasi turun di bawah 60%, protokol otomatis menaikkan inflasi untuk mendorong lebih banyak pemegang DOT berpartisipasi dalam staking dan pemilihan validator. Sebaliknya, jika partisipasi melebihi target, inflasi turun untuk mencegah penerbitan token berlebih yang bisa menurunkan nilai DOT.
Mekanisme mandiri ini membentuk kerangka ekonomi yang solid. Inflasi tahunan saat ini menghasilkan sekitar 102 juta DOT dalam bentuk reward staking bagi peserta jaringan. Mekanisme ini memastikan insentif validator cukup saat partisipasi rendah dan mencegah inefisiensi modal saat staking tinggi. Saat ini, sekitar 1,6 miliar DOT beredar dengan imbal hasil staking (APY) kompetitif yang berfluktuasi sesuai level partisipasi. Dengan menghubungkan inflasi langsung pada kebutuhan keamanan jaringan, Polkadot menjaga partisipasi validator yang kuat untuk integritas blockchain dan menghindari inflasi tak terkendali yang bisa merusak ekonomi token jangka panjang. Sebagian inflasi juga dialokasikan ke Treasury untuk mendanai pengembangan ekosistem melalui referendum tata kelola, memperkuat keberlanjutan jaringan.
Token DOT Polkadot menggabungkan tata kelola, staking, dan mekanisme treasury sebagai pilar utama administrasi jaringan. Pemegang DOT yang melakukan staking mendapatkan hak suara langsung dalam pengambilan keputusan protokol melalui voting on-chain, sehingga partisipasi ekonomi berbanding lurus dengan kekuatan tata kelola.
Sistem staking menjadi pondasi integrasi ini. Dengan mengunci DOT, validator dan nominator mengamankan jaringan melalui konsensus proof-of-stake sekaligus memperoleh hak suara dalam tata kelola. Desain dua fungsi ini memastikan pihak yang menjaga keamanan jaringan juga menjadi penentu arah masa depan Polkadot.
Komponen treasury membuktikan aplikasi nyata sistem tata kelola ini. Pada kuartal I 2025, treasury Polkadot membelanjakan 18,6 juta USD dari alokasi 3,8 juta DOT, sementara saldo treasury tersisa 33,5 juta DOT (sekitar 135 juta USD) di akhir kuartal. Dana tersebut dialokasikan untuk bidang utama: operasional infrastruktur jaringan sebesar 2,1 juta USD, pengembangan bisnis 1,9 juta USD, dan bounty senilai 14,2 juta USD untuk tim ekosistem yang memberikan kontribusi nyata.
Model terintegrasi ini memastikan pengambilan keputusan dana benar-benar dilakukan oleh pihak yang berinvestasi pada jaringan. Staker tidak hanya memilih proposal abstrak, melainkan juga menentukan alokasi sumber daya protokol. Realisasi belanja treasury Q1 2025 membuktikan mekanisme tata kelola mendorong dampak nyata, mengubah pemegang DOT dari investor pasif menjadi penggerak aktif perkembangan ekosistem dan keberlanjutan operasional Polkadot.
Ya, DOT memiliki potensi investasi yang kuat. Upgrade Polkadot 2.0 dan pengembangan JAM supercomputer menjadi pendorong pertumbuhan besar. Dengan minat institusional yang meningkat dan kemajuan teknologi, DOT berpeluang mengalami apresiasi signifikan hingga 2026.
Bisa. DOT mencapai $100 memerlukan kapitalisasi pasar sekitar $100 miliar. Dengan ekosistem Polkadot yang terus berkembang, adopsi yang meningkat, dan kemajuan teknologi, target harga ini sangat mungkin tercapai dalam jangka panjang seiring pertumbuhan jaringan.
Ya, DOT memiliki prospek masa depan yang cerah. Teknologi interoperabilitas dan skalabilitasnya yang canggih, serta dukungan komunitas yang kuat, menempatkan DOT pada jalur pertumbuhan yang berkelanjutan. Para ahli memperkirakan ekspansi dan adopsi lanjutan di ekosistem Web3.
Secara teori, DOT bisa mencapai $1.000 jika terjadi adopsi dan pertumbuhan pasar yang sangat besar, namun hal ini membutuhkan kapitalisasi pasar di atas nilai Bitcoin saat ini. Dalam waktu dekat hal ini tidak realistis, namun potensi jangka panjang tetap terbuka seiring ekspansi ekosistem.





