

Pada Februari 2025, WEMIX mengalami pelanggaran keamanan besar yang menyebabkan pencurian 8,65 juta token dengan nilai sekitar $610 juta. Serangan ini memanfaatkan kerentanan pada kunci autentikasi di infrastruktur platform NILE NFT. Penyerang membobol kredensial pengembang yang tersimpan dalam repositori bersama sekitar dua bulan sebelum eksekusi, sehingga mereka memiliki waktu cukup untuk merancang dan melancarkan serangan terstruktur.
Pelanggaran tersebut melibatkan lima belas upaya penarikan secara sistematis, dan tiga belas di antaranya berhasil dieksekusi. Para pelaku memanfaatkan celah reentrancy dalam smart contract untuk menguras aset secara bertahap. Analisis teknis mengungkapkan tidak adanya perlindungan dompet multi-signature dan mekanisme autentikasi multi-faktor yang memadai, yang seharusnya dapat mencegah akses tidak sah.
Insiden ini menyoroti celah serius dalam pengelolaan kredensial. Demi kemudahan, pengembang mengunggah kunci autentikasi ke repositori bersama, sehingga membuka celah serangan yang mudah dieksploitasi. CEO WEMIX, Kim Seok-Hwan, menunda pengumuman publik demi mencegah upaya eksploitasi lanjutan. Namun, sebagian besar aset yang dicuri segera dilikuidasi di berbagai bursa, sehingga berdampak signifikan pada nilai pasar dan kepercayaan pengguna.
Pelanggaran ini menegaskan pentingnya protokol keamanan yang solid, seperti penyimpanan private key melalui hardware wallet, otorisasi multi-signature wajib, serta kontrol akses terbatas atas kredensial autentikasi sensitif di lingkungan blockchain.
Pada 2025, WEMIX Foundation menghadapi krisis kredibilitas berat setelah Digital Asset eXchange Alliance (DAXA) menyoroti kurangnya penjelasan terkait kegagalan tata kelola dan minimnya transparansi. Yayasan tersebut tidak memenuhi persyaratan pengungkapan utama dan protokol kompensasi pengguna, sehingga mendorong tindakan regulasi tegas. Pada 2 Juni 2025, DAXA—yang terdiri dari lima bursa utama Korea: Upbit, Bithumb, Coinone, Korbit, dan Gopax—mengumumkan penghapusan WEMIX secara langsung, menandai penghapusan kedua dari pasar domestik.
Pasar bereaksi sangat negatif. Harga WEMIX anjlok 60%, dari sekitar $1,21 menjadi $0,34 selama periode delisting. Penurunan harga ini mencerminkan hilangnya kepercayaan investor terhadap kapabilitas operasional yayasan dan komitmen mereka pada standar transparansi.
| Metode | Dampak |
|---|---|
| Penurunan Harga | Turun 60% |
| Penurunan Volume Perdagangan | Turun tajam setelah delisting |
| Aksesibilitas Pasar | Dihapus dari bursa utama Korea |
Setelah dihapus dari bursa Korea, WEMIX hanya diperdagangkan di platform luar negeri seperti Bitget dan Bybit, dengan volume perdagangan yang jauh lebih kecil dibandingkan ekosistem kripto Korea Selatan. Pengungkapan yayasan yang tertunda terkait pelanggaran keamanan Februari 2025—saat 8,65 juta token WEMIX ditarik secara ilegal—memperkuat ketidakpercayaan institusional dan mempercepat arus keluar modal dari aset tersebut.
WEMIX menghadapi permasalahan tata kelola serius yang secara drastis menggerus kepercayaan investor pada platform blockchain gaming tersebut. Pada 2025, platform ini diterpa tuduhan inflasi token sekitar 30% yang tidak diungkapkan, sehingga melanggar prinsip transparansi utama di industri kripto. Mantan CEO Jang Hyun-guk sempat didakwa pada Agustus 2023 atas dugaan manipulasi pasar melalui pengumuman palsu tentang token WEMIX, meski akhirnya dibebaskan.
Rangkaian pelanggaran ini makin memperburuk kekhawatiran investor ketika WEMIX terkena pelanggaran keamanan kritis pada 28 Februari 2025. Serangan tersebut mencuri sekitar 8,65 juta token WEMIX senilai sekitar $6,22 juta USD. Investigasi mengungkap pengembang mengunggah private key ke repositori bersama demi kemudahan, sehingga penyerang dapat membobol kredensial keamanan dan melakukan lima belas upaya penarikan token tanpa izin.
| Insiden | Tanggal | Dampak |
|---|---|---|
| Tuduhan Inflasi Token | 2025 | Inflasi 30% tidak diungkapkan |
| Tuntutan Manipulasi Pasar CEO | Agustus 2023 | Pengumuman token palsu |
| Pelanggaran Keamanan | 28 Februari 2025 | 8,65 juta token dicuri ($6,22 juta USD) |
Kegagalan tata kelola dan kerentanan teknis ini membuktikan lemahnya protokol keamanan serta kurangnya pengawasan. Pola pelanggaran berulang ini secara sistematis mengikis kepercayaan investor terhadap integritas operasional dan komitmen WEMIX atas keamanan platform.
WEMIX merupakan ekosistem gaming blockchain yang mengintegrasikan NFT, DeFi, dan tata kelola komunitas dengan model token deflasi, menciptakan platform berkelanjutan untuk aset digital dan komunitas gamer.
Per hari ini, 1 WEMIX bernilai sekitar $0,36 USD. Harga berubah secara dinamis mengikuti kondisi pasar. Untuk data nilai paling akurat, silakan akses platform data cryptocurrency yang terpercaya.
WEMIX dimiliki oleh Wemade, perusahaan gaming asal Korea Selatan yang berdiri pada 2019. Platform ini menghadirkan layanan gaming dan DeFi berbasis blockchain melalui ekosistem WEMIX 3.0.
Tidak, WEMIX bukan stablecoin. Namun, WEMIX telah meluncurkan Stable One, stablecoin yang dipatok KRW untuk menantang dominasi stablecoin USD di pasar Korea Selatan dan mendukung globalisasi K-Finance.











