
Seiring pesatnya perkembangan ekosistem DeFi global, Automated Market Makers (AMM) kini menjadi mekanisme utama dalam perdagangan terdesentralisasi. AMM memungkinkan pengguna menyediakan likuiditas untuk mendukung perdagangan sekaligus memperoleh imbalan biaya. Dengan hadirnya fitur AMM di XRPL (XRP Ledger), pemegang XRP dapat berpartisipasi langsung dalam ekosistem ini tanpa perlu mekanisme buku pesanan tradisional.
Perubahan ini membuat likuiditas XRP tidak lagi hanya bergantung pada bursa terpusat (CEX), melainkan beralih ke pasar on-chain yang sepenuhnya otonom, sehingga memperkuat desentralisasi.
Data on-chain terbaru menunjukkan jumlah XRP yang terkunci dalam pool AMM di XRP Ledger sempat melebihi 13.000.000 XRP. Kenaikan ini mencerminkan partisipasi ekosistem yang lebih besar dan aktivitas modal yang meningkat.
Namun, data terkini menunjukkan adanya sedikit penurunan likuiditas AMM, dengan jumlah terkunci saat ini sekitar 11.729.984 XRP. Hal ini bukan merupakan kejatuhan, melainkan penyesuaian normal sebagai respons terhadap volatilitas harga dan perubahan selera risiko.
Mengapa hal ini penting?
Tren ini sangat penting untuk memahami dinamika penawaran dan permintaan XRP.

Grafik: https://www.gate.com/trade/XRP_USDT
Per 27 Januari 2026, harga XRP sekitar $1,91, dengan perdagangan jangka pendek berfluktuasi di kisaran $1,87–$1,94. Selama setahun terakhir, XRP mengalami beberapa pergerakan harga yang signifikan:
Volatilitas ini mencerminkan optimisme jangka panjang pasar terhadap XRP sekaligus sensitivitasnya terhadap arus modal jangka pendek dan sentimen makro yang lebih luas.
Pengembangan AMM yang berkelanjutan akan membuat XRP semakin aktif dalam ekosistem on-chain—berkembang dari sekadar token pembayaran menjadi aset DeFi utama. Potensi dampak dari perubahan ini antara lain:
Faktor positif:
Tantangan potensial:
Secara keseluruhan, AMM tidak hanya memperkuat infrastruktur XRPL, tetapi juga memperluas kasus penggunaan XRP di on-chain, yang relevan bagi investor jangka panjang.
Risiko:
Peluang:





