
Di pasar kripto, likuiditas XRP merupakan indikator utama untuk menilai seberapa mudah suatu aset dapat dibeli atau dijual. Likuiditas tinggi memungkinkan eksekusi pesanan yang lebih lancar dan spread yang lebih sempit, sehingga risiko slippage berkurang. Sebaliknya, likuiditas rendah dapat memperbesar volatilitas harga. Untuk XRP, likuiditas mencakup kedalaman order book di bursa tradisional dan besaran pool AMM (Automated Market Maker) on-chain.

Grafik: https://www.gate.com/trade/XRP_USDT
XRP mencatat aktivitas signifikan pada awal 2026, melonjak sekitar 25% selama pekan pertama Januari dan menembus level di atas $2,30 sebelum terkoreksi. Meskipun sebagian besar aset kripto juga mengalami kenaikan, performa XRP terbilang sangat kuat.
Sementara itu, analis menyoroti potensi short squeeze dalam tinjauan teknikal jangka pendek, yang dapat menjadi katalis bagi harga untuk menembus level tertinggi sebelumnya.
Per 28 Januari 2026, harga XRP telah turun ke sekitar $1,90.
Secara on-chain, pool AMM di XRP Ledger telah mengumpulkan lebih dari 11 juta hingga 13 juta XRP dalam likuiditas, mendukung perdagangan terdesentralisasi dan memperkuat kedalaman pasar.
Hal ini menunjukkan bahwa, selain order book yang dalam di bursa terpusat (CEX), likuiditas terdesentralisasi on-chain juga berkembang, memberikan lebih banyak pilihan bagi trader. Sejak peluncuran mekanisme AMM XRPL, baik jumlah pool yang berpartisipasi maupun total modal terus menunjukkan pertumbuhan stabil.
Data terbaru menunjukkan bahwa cadangan XRP di bursa utama terus berfluktuasi. Beberapa pengamat menilai sebagian kepemilikan berpindah dari dompet bursa, yang dapat memengaruhi likuiditas yang dapat diperdagangkan dan membawa pasar mendekati skenario inventory nol fungsional.
Penurunan cadangan ini dapat memperketat suplai dan permintaan dalam jangka panjang, namun juga berpotensi memicu pergerakan harga jangka pendek yang lebih tajam, terutama jika kedalaman perdagangan tidak cukup untuk menyerap pesanan besar.
Dalam jangka pendek, hotspot likuiditas XRP berada di kisaran $2,25–$2,30, di mana arus pesanan dan tekanan rebalancing yang signifikan menciptakan zona resistensi potensial.
Jika harga mampu menembus area ini dan menarik likuiditas baru, hal tersebut dapat mendorong pergerakan naik berikutnya. Jika tidak, harga kemungkinan tetap volatil di kisaran ini. Dalam jangka panjang, likuiditas dan dukungan di sekitar level $2,00 juga akan menjadi perhatian utama pasar.
Investor perlu menyadari bahwa perubahan likuiditas pasar, baik kontraksi maupun ekspansi, sering kali disertai pergerakan harga yang signifikan. Perkembangan regulasi, partisipasi institusional (seperti arus masuk ETF), dan perubahan strategi oleh Ripple dapat mengubah lanskap likuiditas XRP di masa mendatang.
Singkatnya, likuiditas XRP mencerminkan kedalaman perdagangan dan tren harga saat ini. Memahami dinamika ini dapat membantu pengambilan keputusan strategi investasi secara lebih optimal.





