

SafeMoon merupakan proyek token mata uang kripto yang dibangun di atas BNB Chain dan pertama kali diluncurkan pada tahun 2021. Proyek ini menggunakan mekanisme pajak transaksi yang unik—mengenakan biaya 10% untuk setiap transaksi, di mana 5% didistribusikan kepada pemegang saat ini dan 5% digunakan untuk menyediakan likuiditas. Struktur insentif yang berbeda dan popularitas di media sosial sempat menarik minat besar dari investor ritel.
Namun, SafeMoon gagal berkembang sesuai visi awal, justru mengalami volatilitas tajam, kontroversi berkelanjutan, dan akhirnya bangkrut secara korporasi.
Pada pasar bullish 2021, momentum SafeMoon melonjak, dengan kapitalisasi pasar mencapai beberapa miliar dolar AS. SafeMoon dengan cepat menjadi topik tren di kalangan pengguna media sosial dan investor, bahkan banyak yang menganggapnya sebagai “token pendatang baru” dengan potensi besar. Namun, di balik hype tersebut, terdapat risiko dan ketidakstabilan signifikan, sehingga harga SafeMoon segera mengalami fluktuasi tajam.
Harga SafeMoon secara bertahap kehilangan daya tariknya seiring berjalannya siklus bullish dan bearish berikutnya. Berdasarkan data terbaru, SFM diperdagangkan sekitar $0,0000029 pada awal 2026—turun drastis dari puncak historisnya dan menghilangkan sebagian besar nilai pasar.
Selain itu, pada 2023, perusahaan SafeMoon mengajukan kebangkrutan likuidasi Bab 7, yang menyebabkan harga token anjlok sekitar 40% dalam waktu singkat. Ini menjadi titik balik penting, mengubah proyek dari peluncuran yang menonjol menjadi periode krisis mendalam.
Aspek paling kontroversial dari keruntuhan SafeMoon berpusat pada masalah hukumnya. Pada 2023, Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat dan Departemen Kehakiman menuntut para pendiri SafeMoon atas tuduhan penipuan dan penerbitan sekuritas ilegal, termasuk penipuan sekuritas, konspirasi, dan pencucian uang.
Dokumen resmi menuduh para pendiri menyesatkan investor dan menyalahgunakan dana pengguna, sehingga reputasi proyek sangat tercoreng. Pada 2025, satu terdakwa dinyatakan bersalah di pengadilan federal, semakin menegaskan risiko hukum SafeMoon.
Terlepas dari masalah hukum yang menjerat tim awal, komunitas SafeMoon tidak sepenuhnya hilang. Laporan menyebutkan bahwa, sebagai upaya “memulai ulang” proyek, tim baru mengusulkan migrasi SFM ke blockchain Solana dan penerapan tata kelola terdesentralisasi berbasis DAO, dengan tujuan memperbaiki prospek proyek melalui struktur baru.
Pengumuman ini memicu reli harga singkat, dengan beberapa bursa (termasuk Bitrue) mendukung migrasi dan meluncurkan insentif airdrop untuk meningkatkan partisipasi komunitas. Namun, transisi ini masih berlangsung dan belum mampu membalikkan tren penurunan jangka panjang SafeMoon.
Per Februari 2026, harga SafeMoon tetap sangat rendah (sekitar $0,00000299) dengan volatilitas terbatas. Dibandingkan puncak sepanjang masa, penurunan harga melebihi 99%. Kinerja ini mencerminkan runtuhnya gelembung sebelumnya dan periode stagnasi berkepanjangan.
Bagi investor yang sebelumnya memegang SFM dalam jumlah besar, ini menjadi pelajaran berharga—dan inilah kisah nyata di balik apa yang terjadi pada SafeMoon.
Meninjau siklus naik-turun SafeMoon mengungkap beberapa pelajaran utama berikut:
Kisah SafeMoon menegaskan bahwa di pasar kripto, manajemen risiko, pemahaman mekanisme proyek, dan pengetahuan sejarah jauh lebih penting daripada sekadar mengejar pergerakan harga jangka pendek.





