
Dalam industri cryptocurrency, “stablecoin” kerap diasosiasikan sebagai “dolar digital” atau “uang tunai digital.” Baru-baru ini, Tether sebagai pemimpin pasar memperkenalkan stablecoin baru—USAT—yang khusus dikembangkan untuk pasar Amerika Serikat. Apa itu USAT? Artikel ini menghadirkan ulasan singkat.
Tether dikenal lewat USDT, stablecoin yang dipatok pada dolar Amerika Serikat. Demi memenuhi standar regulasi baru di AS, Tether mengumumkan USAT. Berdasarkan informasi publik, Anchorage Digital Bank akan menerbitkan USAT, dengan aset cadangan dikelola oleh Cantor Fitzgerald, perusahaan jasa keuangan ternama.
GENIUS Act yang diberlakukan di AS pada tahun 2025 menghadirkan regulasi lebih ketat untuk stablecoin berbasis dolar. Tether memposisikan USAT sebagai stablecoin yang sepenuhnya patuh dan berdomisili di Amerika Serikat.
Didesain khusus mengikuti regulasi AS: Model penerbitan dan operasional USAT difokuskan untuk lembaga dan pengguna di Amerika Serikat.
Struktur cadangan transparan: Cadangan USAT terdiri dari aset berkualitas tinggi dalam denominasi dolar AS, yang disimpan aman oleh Cantor Fitzgerald.
Fokus pasar AS: Berbeda dengan USDT yang bersifat global, USAT dirancang khusus untuk bisnis dan konsumen Amerika Serikat.
Platform teknologi canggih: USAT memanfaatkan platform tokenisasi aset dunia nyata Tether, “Hadron”, guna mendukung ekosistem stablecoin.
Walaupun USAT dan USDT sama-sama dikembangkan oleh afiliasi Tether, terdapat sejumlah perbedaan mendasar:
Peluncuran USAT membawa sejumlah dampak penting:
Ringkasan: Bila Anda bertanya “Apa itu USAT?” USAT merupakan stablecoin berbasis dolar yang diluncurkan oleh Tether untuk pasar Amerika Serikat dan dirancang sesuai regulasi. Bagi pengguna baru yang menekankan keamanan dan kepatuhan hukum dalam aset kripto, USAT layak dipertimbangkan. Namun, karena masih dalam tahap awal, pastikan melakukan penilaian menyeluruh sebelum mengambil keputusan.





