
BlockDAG merupakan terobosan besar dalam teknologi ledger terdistribusi, memperkenalkan pendekatan baru untuk mengatasi keterbatasan jaringan blockchain tradisional. Artikel ini mengulas fitur khas BlockDAG serta pengaruhnya terhadap masa depan jaringan terdesentralisasi.
BlockDAG unggul dibanding jaringan blockchain konvensional berkat struktur Directed Acyclic Graph (DAG). Tidak seperti blockchain standar yang mengandalkan rantai blok linear, BlockDAG membangun jaringan blok yang saling terhubung. Struktur ini memungkinkan penambahan beberapa blok secara bersamaan, sehingga throughput lebih tinggi, kemacetan berkurang, dan skalabilitas jauh lebih optimal.
Desain BlockDAG mampu menyelesaikan “trilema blockchain” dengan menyeimbangkan skalabilitas, keamanan, dan desentralisasi. Dengan menerima blok-blok secara bersamaan, BlockDAG meniadakan pemborosan komputasi yang biasa terjadi pada blockchain tradisional di mana blok yang bersaing akan dibuang saat mining.
BlockDAG menyediakan rangkaian perangkat mining yang beragam dan disesuaikan dengan berbagai kebutuhan. Model-model yang tersedia:
Setiap perangkat dirancang agar efisien dan andal, memakai chip ASIC undervolted serta catu daya redundan. Hal ini memastikan operasi berjalan lebih lancar, tahan lama, sekaligus menghemat energi dan menekan tingkat kebisingan.
Salah satu keunggulan BlockDAG terletak pada kemampuan mining di perangkat mobile. Aplikasi BlockDAG X1 Miner memungkinkan pengguna menambang token BDAG langsung melalui smartphone. Inovasi ini mendemokratisasi mining, membuatnya dapat diakses oleh lebih banyak orang.
Aplikasi ini dioptimalkan untuk konsumsi energi dan data yang rendah, serta menggunakan algoritma Proof of Work (PoW) canggih yang dirancang khusus untuk perangkat mobile. Dengan demikian, siapa pun dapat bergabung ke jaringan BlockDAG tanpa membutuhkan perangkat khusus ataupun modal awal besar.
Tokenomik BDAG dirancang untuk menjaga kelangkaan dan mendorong partisipasi komunitas. Dengan total suplai tetap 150 miliar token, BDAG menerapkan batas ketat untuk mencegah inflasi. Distribusi token adalah sebagai berikut:
Sistem ini juga menerapkan mekanisme halving berkala, secara bertahap mengurangi tingkat penerbitan token baru dan meningkatkan kelangkaan seiring waktu.
Roadmap BlockDAG dibagi dalam beberapa tahap utama:
Roadmap ini menyoroti strategi BlockDAG yang bertahap dan terstruktur, dengan penekanan pada uji ketat, masukan komunitas, serta kemitraan strategis.
BlockDAG menjadi pionir dalam teknologi ledger terdistribusi, menawarkan solusi inovatif atas berbagai tantangan jaringan blockchain tradisional. Dengan arsitektur yang khas, opsi mining yang fleksibel, dan tokenomik yang kuat, BlockDAG semakin menegaskan posisinya sebagai pemain utama di dunia teknologi terdesentralisasi. Seiring kemajuan proyek melalui roadmap, BlockDAG siap mendefinisikan ulang efisiensi dan aksesibilitas jaringan, serta membuka peluang baru untuk aplikasi dan partisipasi di sektor cryptoasset.
BlockDAG adalah teknologi blockchain yang memanfaatkan directed acyclic graph alih-alih rantai linear, sehingga meningkatkan kecepatan dan skalabilitas. Teknologi ini dirancang untuk mengoptimalkan proses mining dan transaksi aset kripto dengan menghubungkan blok-blok dalam jaringan, sehingga pemrosesan berjalan jauh lebih cepat.











