


Pola "Double Top" adalah pola analisis teknikal bearish yang menandakan pembalikan tren naik menjadi tren turun. Pada grafik, pola ini membentuk huruf "M" dan terdiri atas dua puncak (high) di level resistance yang sama, dipisahkan koreksi, serta diselesaikan dengan penembusan level support yang disebut "neckline". Pola ini kerap dijumpai pada pasar kripto seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan berbagai altcoin karena sifat dinamis dan volatilitasnya yang tinggi.
Pola ini terbentuk melalui beberapa fase utama:
Uptrend: Sebelum pola "double top" muncul, harga aset menunjukkan tren naik yang konsisten. Hal ini bisa didorong oleh berita positif, lonjakan permintaan, atau spekulasi pasar. Contohnya, Bitcoin melonjak setelah pengumuman investasi institusi atau persetujuan regulasi.
Puncak Pertama: Harga mencapai level maksimum lokal (resistance) yang menjadi titik perlawanan kuat antara pembeli dan penjual. Setelah puncak ini, harga terkoreksi turun membentuk "bonggol" pertama pada huruf "M".
Neckline: Koreksi membawa harga ke level support (neckline), biasanya bertepatan dengan low sebelumnya atau level penting seperti retracement Fibonacci 38,2%, 50%, atau 61,8%.
Puncak Kedua: Harga naik lagi ke resistance, membentuk puncak kedua. Namun, bull gagal menembus resistance, dan volume perdagangan biasanya menurun, menandakan momentum beli semakin lemah.
Breakdown Neckline: Setelah puncak kedua, harga menembus neckline ke bawah, menandai selesainya pola. Penurunan ini sering diikuti lonjakan volume, memperkuat sinyal bearish.
Pola "Double Top" mencerminkan perubahan sentimen pasar. Puncak pertama memperlihatkan bull telah mencapai batas daya beli, dan koreksi adalah tanda awal melemahnya permintaan. Puncak kedua mengonfirmasi resistance terlalu kuat dan pembeli kehilangan kendali. Penembusan neckline menandakan kapitulasi bull serta dominasi bear.
Misal, pada grafik harian BTC/USDT di bursa kripto utama: harga Bitcoin naik dari $50.000 ke $65.000 dalam dua minggu, membentuk tren naik. Harga mencapai $65.000, turun ke $60.000 (neckline), naik lagi ke $65.000 namun gagal menembus. Setelah puncak kedua, harga jatuh di bawah $60.000 dengan volume jual meningkat tajam. Ini adalah "double top" klasik yang menandai awal tren turun.
Pola "Double Bottom" adalah pola pembalikan bullish, kebalikan dari "double top". Pola ini muncul di akhir tren turun dan menandakan harga akan segera naik. Pada grafik, pola ini membentuk huruf "W", di mana harga dua kali menguji level support tanpa menembus, lalu diikuti pergerakan naik.
Proses pembentukannya terdiri dari tahapan berikut:
Downtrend: Sebelum pola muncul, harga aset menurun, mencerminkan sentimen bearish. Misal, Ethereum turun akibat aksi jual besar atau berita regulasi negatif.
Dasar Pertama: Harga mencapai minimum lokal (support), di mana tekanan jual melemah dan pembeli mulai masuk. Kemudian terjadi pantulan naik.
Neckline: Harga naik ke level resistance (neckline), biasanya bertepatan dengan high sebelumnya atau level teknikal penting.
Dasar Kedua: Harga turun lagi ke support, membentuk dasar kedua. Bear gagal mendorong harga lebih rendah dan pembeli merebut kendali.
Breakout Neckline: Harga menembus neckline ke atas, mengonfirmasi pembalikan tren. Breakout ini umumnya diiringi volume meningkat.
Pola "Double Bottom" menunjukkan level support cukup kuat untuk menahan tekanan jual. Dasar pertama menandakan melemahnya tren turun, dasar kedua mengonfirmasi penjual telah kehilangan kekuatan. Breakout naik dari neckline menandai kemenangan bull dan permulaan tren naik.
Misal Anda trading ETH/USDT pada grafik 4 jam. Harga Ethereum turun dari $2.500 ke $2.000 (dasar pertama). Setelah memantul ke $2.200 (neckline), harga turun lagi ke $2.000 (dasar kedua). Kemudian harga menembus $2.200 dengan volume meningkat. Ini adalah "double bottom" yang menandakan tren naik dimulai.
| Karakteristik | Double Top | Double Bottom |
|---|---|---|
| Tipe Pola | Bearish (pembalikan tren naik) | Bullish (pembalikan tren turun) |
| Bentuk Grafik | "M" | "W" |
| Tren Sebelumnya | Naik | Turun |
| Level Kunci | Resistance | Support |
| Sinyal | Breakdown neckline ke bawah | Breakout neckline ke atas |
| Pola Volume | Turun pada puncak kedua | Naik pada dasar kedua |
Kedua pola ini merupakan cerminan satu sama lain, namun bertujuan sama: membantu trader mengenali titik pembalikan tren.
Platform trading modern menyediakan alat analisis dan eksekusi canggih, seperti charting TradingView, pilihan pasangan trading yang banyak, serta biaya kompetitif. Berikut panduan langkah demi langkah penerapannya:
Sebelum mencari pola, pastikan arah pasar:
Jangan entry sebelum konfirmasi jelas:
Untuk meningkatkan akurasi, terapkan:
Untuk meminimalkan risiko dan meningkatkan efektivitas, lakukan hal berikut:
Banyak platform menyediakan futures dengan leverage. Contoh:
Pada grafik 5 menit, cari pola mini untuk trading cepat:
Jika pasar sedang sideway:
Pada tren naik kuat, "double top" jarang namun sangat penting. Jika muncul, biasanya diikuti koreksi besar. Contohnya, tahun 2021 Bitcoin membentuk "double top" di kisaran $69.000, lalu koreksi signifikan terjadi.
"Double bottom" sering muncul di akhir tren turun. Tahun 2022, Ethereum membentuk "double bottom" di sekitar $1.000 sebelum pulih.
Pada pasar sideway, pola ini membantu trader trading dari batas range. Misal, BNB/USDT pada range, "double top" di $300 dan "double bottom" di $250 menjadi titik pembalikan.
Pola "double top" dan "double bottom" bukan sekadar formasi grafik, namun alat jitu untuk memprediksi pembalikan tren. Pola ini mudah dipelajari, fleksibel di semua timeframe dan aset, serta sangat efektif di pasar kripto yang volatil. Dengan mengombinasikan pola ini, analisis volume, indikator teknikal, dan manajemen risiko disiplin, trader dapat mengambil keputusan lebih tepat.
Mulailah dengan menganalisis pasangan populer seperti BTC/USDT, ETH/USDT, atau SOL/USDT di akun demo. Kombinasikan pola dengan indikator, perhatikan volume, dan kelola risiko dengan baik. Dengan disiplin dan pengalaman, Anda dapat memanfaatkan pola ini di segala kondisi pasar dan membuka potensi di dunia trading kripto yang dinamis.
Double Top adalah sinyal bearish di mana harga membentuk dua puncak pada level serupa sebelum turun. Dalam trading kripto, pola ini memprediksi kemungkinan penurunan harga saat support ditembus di bawah neckline, menandakan pembalikan tren naik ke turun.
Double Bottom adalah pola pembalikan di mana harga menguji dua level rendah serupa dengan reli di antaranya. Identifikasi dengan menemukan dua low sebanding, tren naik di antaranya, dan volume lebih tinggi pada low kedua, menandakan potensi momentum bullish.
Karakteristik utama: dua puncak atau dasar di harga yang hampir sama dengan volume rendah. Breakout asli ditandai penembusan >3%. Double bottom biasanya memiliki neckline agak miring ke bawah, double top ke atas. Kenaikan volume yang signifikan mengonfirmasi breakout.
Pola double top menandakan tren naik mulai melemah dengan dua puncak. Entry sell saat neckline ditembus ke bawah support. Level support dan resistance menentukan entry, stop-loss, dan konfirmasi pembalikan tren untuk exit yang optimal.
Pola double bottom umumnya menandakan akhir tren turun dan potensi pembalikan pasar. Sebagai sinyal beli, cukup andal jika dikonfirmasi kenaikan volume pada dasar kedua, menandakan minat beli kuat dan mendukung pembalikan bullish.
Neckline mengonfirmasi pola selesai dan menandai kelanjutan harga. Target harga dihitung dari jarak neckline ke puncak atau dasar pertama, lalu diproyeksikan dari titik breakout neckline.
Pola Double Bottom dan Double Top memiliki tingkat keberhasilan sedang hingga tinggi jika diidentifikasi dan dikonfirmasi dengan benar. Akurasi tergantung ketepatan pengenalan pola, konfirmasi volume, dan validasi breakout. Dengan indikator teknikal dan manajemen risiko, pola ini memberi sinyal reversal andal di berbagai timeframe kripto.
Konfirmasi pola double top/bottom dengan memantau divergensi RSI dan volume pada breakout. Volume tinggi saat penembusan memperkuat validitas pola, sementara RSI ekstrem mengonfirmasi sinyal reversal serta mendukung pergerakan tren.
Breakout palsu terjadi saat harga sebentar menembus neckline lalu berbalik. Hindari dengan memantau pola candlestick dan perubahan volume. Gunakan stop-loss dan tunggu candle breakout terkonfirmasi sebelum entry untuk mengurangi risiko fake move.
Double top dan bottom paling andal di chart harian karena partisipasi dan support/resistance lebih kuat. Grafik 4 jam memberi sinyal konfirmasi bagus. Chart 1 jam butuh aturan entry lebih ketat agar tidak terjebak breakout palsu. Semakin besar timeframe, pola semakin kredibel.











