
Decentralized Finance (DeFi) terus menjadi pusat perhatian di dunia cryptocurrency, termasuk Bitcoin. Setelah Bitcoin halving tahun 2024, integrasi DeFi dengan berbagai cryptocurrency menjadi semakin penting. Artikel ini mengulas proyek-proyek DeFi crypto teratas serta tantangan yang dihadapi.
Crypto DeFi adalah penerapan prinsip keuangan terdesentralisasi pada berbagai ekosistem cryptocurrency. Jika sebelumnya Bitcoin lebih dikenal sebagai penyimpan nilai, kini perkembangan terbaru telah memperluas fungsi berbagai cryptocurrency di sektor DeFi.
Pembaruan Taproot pada Bitcoin di November 2021 menjadi tonggak penting, karena memungkinkan smart contract yang lebih kompleks di jaringan Bitcoin. Inovasi ini membuka peluang aplikasi DeFi native di beragam ekosistem crypto, tidak lagi hanya bergantung pada wrapped token di jaringan lain.
Meski prospeknya menjanjikan, Crypto DeFi menghadapi sejumlah tantangan:
Inovasi seperti token BRC-20 dan Ordinals memicu perkembangan menarik di berbagai ekosistem crypto. Teknologi ini membuat cryptocurrency lebih mudah diakses dan mendorong kreativitas di bidang DeFi maupun NFT. Standar token BRC-20 juga meningkatkan interoperabilitas antar blockchain, membuka peluang baru untuk aplikasi lintas rantai.
Peran cryptocurrency dalam DeFi berkembang sangat pesat, dengan berbagai proyek berupaya mengoptimalkan nilai lebih dari sekadar sebagai penyimpan aset. Tantangan seperti skalabilitas dan kepatuhan regulasi memang masih ada, namun inovasi seperti solusi layer 2 dan standar token baru mulai mengatasinya. Komunitas crypto dapat menantikan terobosan di ranah DeFi, di mana sembilan proyek ini menjadi pelopor dalam memperluas fungsi dan use case cryptocurrency.
Proyek DeFi di crypto adalah aplikasi keuangan terdesentralisasi yang dibangun di atas blockchain. Proyek ini menyediakan layanan seperti pinjam-meminjam, perdagangan, dan yield farming tanpa perantara tradisional, dengan tujuan menciptakan solusi keuangan yang terbuka, transparan, dan mudah diakses.
Penilaian proyek DeFi terbaik bersifat subjektif, namun Ethereum masih menjadi pilihan utama berkat ekosistem yang kuat, TVL tinggi, dan inovasi berkelanjutan dalam protokol serta aplikasi DeFi.
Pada tahun 2025, Ethereum (ETH) tetap menjadi cryptocurrency DeFi terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar dan total value locked (TVL). Ethereum terus mendominasi ekosistem DeFi berkat kapabilitas smart contract dan jaringan aplikasi terdesentralisasi yang luas.









