


Saat memperdagangkan perpetual futures di platform bursa, Anda harus memahami margin—faktor penting yang menentukan kemampuan membuka dan mempertahankan posisi. Margin tidak hanya berperan sebagai jaminan, tetapi juga menjadi sarana investor dalam mengoptimalkan modal lewat leverage. Dengan memahami jenis margin dan mekanismenya, trader dapat mengelola risiko secara optimal dan menghindari likuidasi tak terduga.
Dalam sistem perdagangan futures, terdapat tiga konsep margin utama yang wajib dipahami setiap trader. Masing-masing margin memiliki fungsi spesifik sepanjang siklus perdagangan, mulai dari pembukaan, pemeliharaan, hingga penutupan posisi. Dengan memahami perbedaan tiap margin, trader dapat menyusun strategi yang solid dan mengelola modal lebih efisien.
Margin awal adalah nominal minimum yang harus tersedia di akun Anda untuk membuka posisi futures baru. Jumlah ini dihitung berdasarkan nilai posisi dan leverage yang Anda tentukan. Rasio margin awal menggunakan rumus: Nilai Posisi / Margin Posisi, yang langsung berkaitan dengan leverage pada posisi tersebut.
Contohnya, membuka posisi senilai $10.000 dengan leverage 100x membutuhkan margin awal $100. Semakin tinggi leverage, semakin kecil margin awal yang diperlukan, namun risiko likuidasi pun semakin besar. Bursa menentukan batas margin awal minimum berdasarkan jenis aset dan kondisi pasar. Penting bagi trader untuk menyeimbangkan efisiensi modal dengan pengelolaan risiko yang matang saat memilih leverage.
Margin pemeliharaan adalah batas minimum dana yang harus tersedia di akun untuk mencegah likuidasi posisi. Jika saldo turun di bawah margin pemeliharaan akibat pergerakan harga yang merugikan, sistem secara otomatis akan melikuidasi posisi demi melindungi trader dan platform.
Margin pemeliharaan umumnya lebih rendah dibandingkan margin awal dan dihitung berdasarkan nilai posisi terkini. Misalnya, jika margin awal 1% dari nilai posisi (leverage 100x), margin pemeliharaan bisa 0,5%. Jika PNL belum terealisasi menekan saldo mendekati margin pemeliharaan, Anda akan menerima margin call dan wajib menambah dana atau mengurangi posisi agar terhindar dari likuidasi paksa. Pemahaman proses ini memungkinkan trader mengelola risiko proaktif dan responsif di pasar volatil.
Biaya order adalah total nominal yang dibekukan di akun Anda saat menempatkan order posisi baru. Komponen biaya order terdiri dari margin awal pembukaan posisi dan estimasi biaya perdagangan jika order tereksekusi.
Ketika Anda memasang limit atau market order, sistem akan mengunci sementara saldo untuk biaya order. Jika order tidak tereksekusi lalu dibatalkan, dana akan dikembalikan ke saldo. Jika order tereksekusi, margin awal berubah menjadi margin posisi dan biaya perdagangan langsung dipotong. Dengan memahami mekanisme biaya order, trader dapat menghitung modal tersedia secara akurat dan merencanakan perdagangan secara efisien, terutama saat mengelola banyak posisi sekaligus.
Pada USDT-M Futures (penyelesaian dalam USDT), rumus margin menggambarkan nilai posisi secara presisi dalam USDT. Rumus perhitungannya:
Jumlah Margin = Harga Masuk Rata-rata × Ukuran Posisi × Ukuran Kontrak / Leverage
Keterangan:
Kontrak USDT-M sangat populer karena PNL transparan dalam USDT, memudahkan pengelolaan modal dan evaluasi performa. Keuntungan utamanya, trader hanya perlu memegang USDT tanpa wajib memegang aset dasar sehingga manajemen risiko lebih sederhana.
Pada Coin-M Futures (penyelesaian dalam koin), rumus margin berbeda signifikan dari USDT-M karena didasarkan pada unit koin dasar:
Jumlah Margin = Ukuran Posisi × Ukuran Kontrak / (Leverage × Harga Masuk Rata-rata)
Keterangan:
Coin-M Futures cocok untuk trader yang ingin memegang dan berdagang langsung dalam aset dasar (BTC, ETH, dsb). Trader bisa mendapat manfaat dari apresiasi koin, namun margin akan berfluktuasi mengikuti harga koin sehingga membutuhkan pengelolaan modal lebih fleksibel dibandingkan USDT-M.
Agar lebih jelas, berikut dua contoh margin—untuk USDT-M dan Coin-M Futures:
Contoh 1 – USDT-M Futures:
Seorang trader memasang limit buy BTC/USDT dengan parameter berikut:
Rumus perhitungan:
Jumlah Margin = (10.000 × 0,0001 BTC/kontrak × $50.000/BTC) / 200x = $50.000 / 200 = $250
Dengan margin $250, trader mengendalikan posisi senilai $50.000, memperlihatkan kekuatan leverage 200x.
Contoh 2 – Coin-M Futures:
Seorang trader memasang limit buy BTC/USD dengan parameter berikut:
Rumus perhitungan:
Jumlah Margin = (100 × $100/kontrak) / ($50.000/BTC × 125x) = $10.000 / 6.250.000 = 0,0016 BTC
Trader membutuhkan margin 0,0016 BTC untuk membuka posisi $10.000. Jika harga BTC naik, nilai USD margin pun meningkat, sehingga pengelolaan modal jadi lebih optimal.
Profit and loss (PNL) dalam perdagangan futures tidak hanya dipengaruhi perbedaan harga, tetapi juga beberapa faktor lain. Tiga unsur utama adalah: biaya perdagangan, biaya pendanaan, dan PNL penutupan posisi.
Biaya perdagangan dikenakan setiap kali order tereksekusi, baik pembukaan maupun penutupan. Besaran biaya bergantung pada peran Anda di order book—Maker (penyedia likuiditas) atau Taker (pengambil likuiditas). Biaya pendanaan dibayarkan berkala antara trader Long dan Short agar harga futures tetap mendekati harga spot. PNL penutupan posisi adalah keuntungan atau kerugian dari selisih harga pembukaan dan penutupan.
Untuk menghitung PNL total secara akurat, trader perlu memperhitungkan ketiga faktor tersebut. Suatu posisi dapat menampilkan PNL penutupan positif, namun tetap rugi bersih jika biaya perdagangan dan pendanaan tinggi. Karena itu, penting mempertimbangkan waktu hold dan frekuensi trading demi hasil optimal.
Biaya perdagangan adalah biaya wajib yang dibayarkan ke bursa setiap kali order tereksekusi. Jumlah biaya bergantung pada peran Anda di order book:
Taker:
Taker memasang market atau limit order yang langsung match dengan order yang ada. Taker “mengambil” likuiditas dan membayar biaya lebih tinggi:
Maker:
Maker memasang limit order yang masuk order book dan menunggu dieksekusi. Maker “menambah” likuiditas, membayar biaya lebih rendah, bahkan bisa menerima rebate:
Memahami perbedaan Maker/Taker membantu trader menekan biaya perdagangan. Memprioritaskan limit order ketimbang market order dapat menghemat biaya signifikan, terutama untuk volume besar atau trading intensif.
Biaya pendanaan adalah fitur khas perpetual futures yang menjaga harga futures tetap dekat harga spot. Biaya ini dipertukarkan berkala (biasanya setiap delapan jam) antara trader Long dan Short:
Rumus Biaya Pendanaan:
Cara Kerja:
Tarif pendanaan berubah dinamis mengikuti supply dan demand. Saat pasar bullish, banyak posisi Long terbuka, tarif pun naik. Trader sebaiknya rutin memantau tarif pendanaan untuk memperkirakan biaya hold posisi, terutama untuk jangka panjang. Suatu posisi bisa untung secara harga namun tetap rugi jika biaya pendanaan menumpuk.
PNL posisi tertutup (realized) adalah profit atau rugi nyata saat Anda menutup sebagian/seluruh posisi. Perhitungannya berbeda untuk USDT-M dan Coin-M Futures:
USDT-M Futures:
Pada USDT-M, PNL dihitung dalam USDT sehingga profit/rugi mudah dipantau. Jika harga penutupan di atas harga masuk (Long) atau di bawah (Short), trader memperoleh keuntungan.
Coin-M Futures:
Pada Coin-M, PNL dihitung dalam koin dasar (BTC, ETH, dsb). Rumus invers ini mencerminkan margin dan settlement berbasis koin. Ketika harga koin naik, nilai USD PNL juga bertambah sehingga potensi profit lebih besar.
PNL belum terealisasi adalah potensi profit/rugi dari posisi terbuka yang dihitung dengan Harga Mark terkini. Nilai ini fluktuatif mengikuti harga pasar:
USDT-M Futures:
Coin-M Futures:
PNL belum terealisasi sangat krusial untuk menghitung margin dan risiko likuidasi. Jika PNL belum terealisasi menurun tajam, saldo Anda bisa jatuh di bawah margin pemeliharaan dan memicu likuidasi paksa. Sebaliknya, PNL positif meningkatkan saldo sehingga bisa membuka lebih banyak posisi atau menambah leverage. Pemantauan rutin sangat penting untuk kontrol risiko.
Untuk ilustrasi perhitungan PNL total, berikut contoh perdagangan USDT-M Futures secara detail:
Detail Transaksi:
Langkah 1 – Biaya perdagangan saat pembukaan:
Nilai posisi = $50.000 × 10.000 × 0,0001 = $50.000
Biaya pembukaan = $50.000 × 0,02% = $10
Langkah 2 – Biaya pendanaan:
Asumsi tarif pendanaan = –0,025% (negatif, menguntungkan Long)
Biaya pendanaan diterima = $50.000 × 0,025% = $12,5
Langkah 3 – Tutup posisi:
Peran: Maker saat penutupan
Harga penutupan: $60.000/BTC
Biaya Maker: 0,00% (misal rebate)
PNL Terealisasi = ($60.000 – $50.000) × 10.000 × 0,0001 = $10.000
Biaya penutupan = $60.000 × 10.000 × 0,0001 × 0,00% = $0
Langkah 4 – Total PNL:
Total PNL = PNL Terealisasi + Pendanaan diterima – Biaya pembukaan – Biaya penutupan
Total PNL = $10.000 + $12,5 – $10 – $0 = $10.002,5
Contoh ini memperlihatkan meskipun PNL terealisasi $10.000, total PNL jadi lebih besar berkat biaya pendanaan negatif. Jika biaya pendanaan positif atau biaya trading lebih mahal, total PNL akan jauh lebih kecil.
Saat menghitung margin dan PNL futures, perhatikan poin-poin berikut demi akurasi:
1. Referensi harga dalam perhitungan:
2. Akurasi perhitungan:
Contoh yang diberikan hanya untuk ilustrasi. Platform dapat menerapkan pembulatan, biaya tambahan, atau penyesuaian lain. Selalu cek aturan spesifik platform untuk hasil paling akurat.
3. Fluktuasi parameter:
4. Manajemen risiko:
Perhitungan margin dan PNL yang tepat adalah dasar manajemen risiko sehat. Selalu sisakan buffer cadangan dan hindari menggunakan seluruh saldo agar terhindar dari likuidasi mendadak di pasar volatil.
Perdagangan perpetual futures di bursa menuntut pemahaman kuat atas perhitungan margin dan PNL agar modal dikelola efisien dan profit dimaksimalkan. Margin awal adalah syarat minimum pembukaan posisi dan mencerminkan leverage yang dipilih. Leverage tinggi berarti margin awal kecil, tetapi risiko likuidasi pun meningkat.
Margin pemeliharaan menjadi “garis merah” bagi perlindungan trader dan platform. Jika saldo Anda jatuh di bawah margin pemeliharaan karena PNL negatif, sistem akan melikuidasi posisi untuk membatasi kerugian. Pantau margin secara rutin dan rencanakan deposit atau stop loss tepat waktu.
Biaya order mencakup margin awal dan estimasi biaya trading, yang akan dibekukan sampai order tereksekusi atau dibatalkan. Pemahaman ini membantu pengalokasian modal secara akurat untuk transaksi berikutnya.
Perhitungan margin untuk USDT-M dan Coin-M Futures berbeda. USDT-M cocok bagi trader yang ingin manajemen sederhana dan transparan dalam USDT. Coin-M sesuai bagi yang ingin memperoleh keuntungan dari apresiasi koin namun perlu manajemen risiko lebih lentur.
PNL total ditentukan tiga faktor: biaya perdagangan (Maker/Taker), biaya pendanaan (pembayaran Long/Short berkala), dan PNL terealisasi (selisih harga). Pertimbangkan ketiganya untuk penilaian performa yang benar.
Pada akhirnya, menguasai metode perhitungan dan memahami setiap jenis biaya membuat trader mampu mengambil keputusan tepat, menekan biaya, dan mengelola risiko secara efektif di pasar futures yang dinamis.
Margin futures adalah setoran yang diperlukan untuk membuka dan mempertahankan posisi. Margin memungkinkan pengendalian risiko, penyesuaian posisi, serta perdagangan dengan leverage lebih tinggi. Margin juga menentukan ukuran posisi dan batas likuidasi.
PNL = ukuran posisi × pengali × (harga keluar – harga masuk). PNL belum terealisasi memakai harga pasar saat ini; PNL terealisasi memakai harga penutupan aktual. Profit diperoleh jika harga keluar di atas harga masuk (long) atau di bawah (short).
Rasio margin adalah proporsi dana sendiri dibanding total nilai perdagangan. Rasio tinggi memungkinkan transaksi lebih besar, namun meningkatkan risiko—harga bergerak melawan Anda dapat menyebabkan kerugian cepat.
Jika margin tidak mencukupi, sistem akan mengirim margin call untuk menambah dana atau menutup posisi demi mencegah likuidasi. Jika tidak ditindaklanjuti, posisi akan otomatis dilikuidasi.
Jaga leverage pada level aman—maksimal 40–50% dari total dana. Mempertahankan margin lebih tinggi membantu menekan risiko likuidasi. Pantau rasio margin dan sesuaikan posisi untuk melindungi aset Anda.
Margin awal adalah setoran yang dibutuhkan untuk membuka posisi dengan leverage. Margin pemeliharaan adalah nominal minimal agar posisi tetap terbuka. Margin awal selalu lebih tinggi dari margin pemeliharaan.











