

Pada pasar futures Desember 2025, sejumlah indikator utama memperlihatkan peningkatan leverage dan penguatan posisi arah. Open interest futures Bitcoin telah mencapai $42,4 miliar, setara dengan 468.000 BTC, mencerminkan komitmen tinggi pelaku pasar terhadap posisi leverage. Peningkatan ini berlangsung di tengah konsolidasi pasar di area $90.000, di mana Bitcoin tetap membukukan kenaikan mingguan 5% didukung oleh higher lows meski terjadi penurunan sementara.
Metode korelasi memberikan gambaran penting atas perluasan leverage ini. Bitcoin mempertahankan korelasi 0,87 dengan Ethereum, menandakan adanya keselarasan posisi pada aset kripto utama, sementara korelasi 0,50 dengan S&P 500 menunjukkan terjadinya pemisahan sebagian dari ekuitas tradisional. Korelasi negatif -0,22 dengan US Dollar Index semakin memperkuat keyakinan arah di kalangan trader derivatif yang bertaruh pada penguatan kripto berkelanjutan.
| Metode | Nilai | Signifikansi |
|---|---|---|
| BTC Futures Open Interest | $42,4M | Menunjukkan leverage yang tinggi |
| Perubahan Open Interest (7D) | -2,0% | Penurunan tipis dari level puncak |
| Kinerja Mingguan BTC | +5% | Mendukung posisi bullish |
| Korelasi ETH-BTC | 0,87 | Pergerakan pasar terkoordinasi |
Pelaku pasar mengambil posisi strategis menjelang potensi breakout, di mana kenaikan open interest biasanya mendahului lonjakan volatilitas signifikan. Lingkungan leverage tinggi ini membawa dua implikasi: peluang pergerakan harga yang besar sekaligus meningkatnya risiko likuidasi jika sentimen pasar berubah tiba-tiba.
Divergensi antara funding rate dan rasio long-short mengungkap pola perilaku berbeda antara trader ritel dan institusi di pasar derivatif. Funding rate mengukur biaya mempertahankan posisi perpetual, sedangkan rasio long-short mencerminkan sentimen trader di berbagai bursa.
Menjelang akhir 2025, pasar perpetual futures menunjukkan keseimbangan long-short mendekati 50/50 di platform utama. Di Bybit, posisi tercatat 49,32% long dan 50,68% short, menandakan keraguan trader. Keseimbangan ini sangat kontras dengan dinamika funding rate, di mana futures perpetual Bitcoin mempertahankan tingkat positif moderat pada kisaran 0,0057-0,0071%, mengindikasikan permintaan long yang konsisten meski sentimen cenderung netral.
| Metode | Bacaan | Interpretasi |
|---|---|---|
| Rasio Long-Short Bybit | 49,32% / 50,68% | Bias net-short marginal |
| Funding Rate Bitcoin (Tahunan) | 0,0057-0,0071% | Tekanan long moderat |
| Ambang Rasio Ekstrem | >60% long atau >55% short | Sinyal overbought/oversold |
Trader institusi di bursa utama menunjukkan keyakinan bullish melalui posisi terpusat, berbeda dengan pendekatan ritel yang cenderung ragu. Divergensi ini menunjukkan institusi melakukan akumulasi saat ritel masih tidak pasti, yang terlihat dari akun top trader dengan posisi long lebih kuat dibandingkan pasar agregat. Ketidakseimbangan antara funding rate dan rasio long-short memberikan peluang bagi trader kontrarian yang memanfaatkan indikator struktural ini untuk memprediksi pembalikan sentimen.
Pertumbuhan pasar opsi secara fundamental mengubah cara trader mengantisipasi pembalikan tren kripto melalui sinyal derivatif. Pada 2024–2025, pasar opsi ARTY tumbuh signifikan, dengan open interest melampaui 1 juta kontrak seiring ekspansi venue perdagangan dan meningkatnya partisipasi market maker. Ekspansi ini menciptakan likuiditas lebih dalam yang kini menjadi indikator penting dalam memprediksi perubahan arah pasar.
Sinyal derivatif berperan sebagai sistem peringatan dini pembalikan tren. Funding rate menjadi lapisan awal—ketika funding rate positif berlawanan tajam dengan skew volatilitas bearish, pasar sering mengalami koreksi mendadak. Struktur implied volatility mengungkap pola mendalam; opsi tenor pendek dengan skew pada put out-of-the-money menjadi sinyal defensif sebelum terjadi penjualan besar. Peristiwa likuidasi beruntun 10–11 Oktober 2025 memperjelas mekanisme ini, menghapus open interest senilai $19 miliar dalam 36 jam akibat runtuhnya posisi leverage secara berurutan.
Rasio put-call dan metrik gamma exposure memperkuat sinyal dengan mengukur perilaku hedging kolektif pelaku pasar. Saat likuidasi beruntun terjadi, margin call memicu penutupan posisi paksa yang meningkatkan volatilitas. Mekanisme beruntun ini memperlihatkan bahwa konsentrasi open interest tinggi di dekat harga likuidasi menciptakan risiko sistemik. Trader profesional kini memantau indikator derivatif ini sebagai syarat utama untuk mengidentifikasi pembalikan tren sebelum konfirmasi harga spot, menjadikan data opsi sebagai intelijen prediktif yang dapat segera diimplementasikan.











