

Short selling merupakan strategi perdagangan yang memungkinkan investor meraih keuntungan ketika harga saham mengalami penurunan. Dalam praktiknya, Anda meminjam saham yang belum Anda miliki, menjualnya pada harga pasar saat ini, lalu membelinya kembali di harga yang lebih rendah sebelum dikembalikan ke pemilik awal. Selisih antara harga jual dan harga beli kembali menjadi laba Anda. Strategi ini sangat diminati oleh trader berpengalaman yang memprediksi pergerakan pasar bernuansa bearish.
Namun, Robinhood menerapkan pendekatan tersendiri terkait short selling. Dalam pembaruan terbarunya, Robinhood secara tegas menyatakan tidak menyediakan fasilitas short selling tradisional bagi investor ritel. Artinya, Anda tidak dapat secara langsung meminjam dan menjual saham individual melalui platform ini. Berdasarkan FAQ resmi Robinhood, meskipun akun margin tersedia bagi pengguna yang memenuhi syarat, short selling langsung atas saham individual tetap tidak didukung untuk mayoritas trader ritel.
Keterbatasan ini bukan berarti Anda tidak dapat mengambil posisi bearish terhadap saham melalui Robinhood. Sebagai gantinya, Robinhood menawarkan instrumen alternatif seperti ETF invers dan opsi put, yang memungkinkan trader mendapatkan keuntungan dari penurunan harga saham tanpa perlu melakukan short selling konvensional. Alternatif ini memberikan investor ritel akses mudah untuk menerapkan strategi bearish dengan tetap memperhatikan pengelolaan risiko dalam ekosistem platform.
Pemahaman atas batasan dan alternatif ini sangat penting bagi siapa pun yang ingin mengetahui cara melakukan short selling saham di Robinhood. Dengan memahami fitur serta mekanisme alat yang tersedia, Anda dapat menyusun strategi yang efektif sesuai pandangan pasar dan tingkat toleransi risiko Anda.
Karena short selling langsung tidak tersedia di Robinhood, trader perlu memanfaatkan metode lain untuk mendapatkan keuntungan dari penurunan harga saham. Berikut adalah pendekatan paling praktis dan mudah diakses:
Membeli Opsi Put: Opsi put merupakan kontrak derivatif yang memberi Anda hak, bukan kewajiban, untuk menjual saham pada harga tertentu (strike price) sebelum tanggal kedaluwarsa yang telah ditetapkan. Ketika Anda membeli opsi put, Anda akan meraih keuntungan jika harga saham turun di bawah strike price. Kelebihan utama opsi put adalah kerugian maksimum Anda terbatas pada premi yang dibayarkan, sehingga lebih terkontrol risikonya dibandingkan short selling tradisional.
Antarmuka perdagangan opsi di Robinhood dirancang ramah bagi pemula, menawarkan tata letak intuitif serta sumber edukasi yang lengkap. Platform ini memberikan penjelasan rinci terkait mekanisme opsi, profil risiko, serta potensi hasil, sehingga memudahkan trader baru memahami cara kerja opsi put sebelum mengalokasikan modal secara nyata.
ETF Invers: Exchange-traded fund (ETF) invers merupakan instrumen investasi yang dirancang untuk bergerak berlawanan arah dengan indeks atau sektor acuannya. Jika Anda memperkirakan saham teknologi akan turun, Anda dapat membeli ETF teknologi invers. Ketika sektor teknologi mengalami penurunan, ETF invers akan naik nilainya, sehingga Anda dapat meraih keuntungan dari tren bearish. Dana ini menggunakan derivatif dan posisi short secara internal untuk menghasilkan korelasi berlawanan, namun Anda cukup memperdagangkannya seperti saham pada umumnya.
ETF Leverage: Bagi trader yang agresif, ETF invers leverage menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi dengan memanfaatkan derivatif keuangan dan leverage untuk memperbesar gerakan berlawanan dari indeks acuan. Misalnya, ETF invers leverage 2x bertujuan memberikan dua kali lipat hasil berlawanan dari benchmark-nya. Namun, instrumen ini sangat berisiko karena penggunaan leverage, rebalancing harian, dan potensi kerugian yang cepat. Umumnya, ETF jenis ini tidak disarankan untuk investasi jangka panjang maupun bagi investor pemula.
Perlu diingat, seluruh alternatif ini mengandung risiko signifikan. Opsi dapat berakhir tanpa nilai, ETF invers tidak selalu melacak pergerakan berlawanan dengan sempurna, dan ETF leverage sangat volatil. Selalu pelajari pengungkapan risiko dan materi edukasi Robinhood sebelum menggunakan strategi ini. Mulailah dengan posisi kecil untuk membangun pemahaman dan pengalaman sebelum mengalokasikan modal lebih besar.
Short selling saham, baik melalui metode tradisional maupun alternatif seperti opsi dan ETF invers, menimbulkan risiko tersendiri yang berbeda dari posisi long konvensional. Pemahaman atas risiko-risiko ini sangat penting bagi siapa pun yang menekuni short selling saham di Robinhood atau platform lainnya.
Potensi Kerugian Tanpa Batas: Salah satu risiko terbesar dalam short selling adalah potensi kerugian tak terbatas. Berbeda dengan membeli saham di mana kerugian maksimum terbatas pada modal awal, posisi short dapat menyebabkan kerugian tanpa batas. Jika Anda memegang opsi put dan harga saham justru naik, opsi tersebut bisa berakhir tanpa nilai, menyebabkan seluruh premi yang dibayarkan hilang. Pada ETF invers, jika indeks acuan melonjak, nilai investasi Anda bisa turun drastis, bahkan melebihi modal awal jika menggunakan produk leverage.
Persyaratan Margin: Perdagangan opsi dan ETF leverage di Robinhood umumnya membutuhkan persetujuan akun margin. Robinhood akan menilai pengalaman trading, kondisi keuangan, dan tujuan investasi pengguna sebelum memberikan hak akses perdagangan opsi. Ada beberapa level persetujuan opsi, dengan level lebih tinggi memungkinkan strategi yang lebih kompleks. Akun margin juga mewajibkan saldo minimal agar posisi tetap aktif.
Volatilitas Pasar: Posisi short sangat sensitif terhadap fluktuasi harga mendadak dan peristiwa tak terduga. Laporan keuangan, pengumuman regulator, kabar merger, atau perubahan sentimen pasar dapat memicu pergerakan harga yang merugikan posisi Anda. Selama volatilitas tinggi, ETF invers dan leverage rentan terhadap tracking error, yaitu penyimpangan kinerja dari korelasi yang diharapkan, sehingga menimbulkan potensi kerugian meskipun analisis pasar Anda tepat.
Time Decay pada Opsi: Opsi put mengalami penurunan nilai (time decay) seiring mendekati tanggal kedaluwarsa. Hal ini menuntut timing yang presisi dan dapat menyebabkan kerugian meski harga saham bergerak sesuai prediksi Anda, namun setelah opsi berakhir masa berlakunya.
Risiko Regulasi dan Platform: Robinhood tunduk pada regulasi dan dapat menerapkan pembatasan selama volatilitas ekstrem. Pemahaman kebijakan platform terkait batas posisi, penghentian perdagangan, dan margin call sangat penting dalam pengelolaan risiko.
Sebelum menjalankan strategi bearish di Robinhood, tinjau secara menyeluruh toleransi risiko, jangka waktu investasi, dan pemahaman Anda terhadap instrumen. Pertimbangkan memulai dengan simulasi atau paper trading untuk berlatih tanpa risiko kerugian nyata.
Robinhood mencatat pertumbuhan pesat jumlah pengguna dan volume perdagangan dalam beberapa kuartal terakhir, sejalan dengan tren investasi ritel dan demokratisasi pasar keuangan global. Platform ini melaporkan lebih dari 23 juta akun aktif dalam periode terbaru, memperlihatkan daya tarik besar di kalangan investor ritel, khususnya generasi muda yang menginginkan akses mudah dan tanpa komisi.
Perdagangan opsi di Robinhood pun semakin digemari, dengan volume transaksi opsi mencapai rekor tertinggi dalam beberapa waktu terakhir. Daily average revenue trades (DARTs) untuk opsi naik sekitar 15% secara tahunan, menunjukkan minat yang terus berkembang pada strategi derivatif di kalangan investor ritel. Lonjakan ini menandakan pergeseran dari strategi beli-tahan sederhana ke penggunaan strategi yang lebih canggih, termasuk strategi bearish dengan opsi put dan ETF invers.
Peningkatan transaksi opsi bersamaan dengan tingginya volatilitas pasar dan ketidakpastian ekonomi, sehingga menciptakan peluang trader untuk meraih keuntungan di kondisi pasar naik maupun turun. Banyak pengguna Robinhood memanfaatkan opsi put dan ETF invers sebagai alternatif short selling, baik untuk lindung nilai portofolio maupun meraih profit saat pasar menurun.
Namun, pertumbuhan perdagangan opsi ini juga mendapat perhatian regulator. Baru-baru ini, Financial Industry Regulatory Authority (FINRA) menerbitkan pedoman baru untuk pengungkapan risiko opsi, menuntut platform seperti Robinhood semakin memperkuat peringatan risiko dan materi edukasi. Pedoman ini bertujuan memastikan investor ritel benar-benar memahami risiko trading opsi, termasuk potensi kerugian besar dalam waktu singkat.
Menanggapi hal tersebut, Robinhood memperluas materi edukasi, menghadirkan modul komprehensif mengenai mekanisme opsi, manajemen risiko, dan pemilihan strategi. Platform juga menerapkan tahapan persetujuan tambahan, mewajibkan pengguna membuktikan pemahaman sebelum mengakses strategi yang lebih kompleks.
Tren-tren ini mencerminkan dinamika baru dunia investasi ritel, di mana Robinhood berupaya menyeimbangkan kemudahan akses dengan perlindungan investor. Bagi Anda yang ingin memahami cara short selling saham di Robinhood, mengikuti perkembangan tren dan regulasi ini sangat krusial untuk pengambilan keputusan yang bijak dan pengelolaan risiko optimal.
Banyak pemula memiliki persepsi keliru mengenai short selling yang dapat berujung kerugian. Mengetahui berbagai miskonsepsi dan mengikuti tips praktis berikut akan membantu Anda menjalankan strategi bearish di Robinhood secara lebih efektif.
Miskonsepsi: Short Selling di Robinhood Hanya Perlu Klik 'Sell' Banyak trader pemula mengira short selling saham di Robinhood semudah mengklik tombol jual tanpa memiliki saham tersebut. Faktanya, short selling tradisional memerlukan peminjaman saham dari broker, yang saat ini tidak didukung Robinhood untuk mayoritas akun ritel. Anda harus memanfaatkan instrumen alternatif seperti opsi put atau ETF invers untuk mengambil posisi bearish. Memahami perbedaan fundamental ini sangat penting sebelum mencoba meraih keuntungan dari penurunan harga saham.
Miskonsepsi: ETF Invers Selalu Mencapai Korelasi Berlawanan Sempurna Walaupun ETF invers dirancang bergerak berlawanan dengan indeks acuannya, kenyataannya tidak selalu demikian, terutama untuk jangka waktu lebih panjang. ETF ini menggunakan derivatif dan rebalancing harian, yang berpotensi menimbulkan tracking error dan performa tak terduga. Misalnya, sebuah ETF invers tidak selalu menghasilkan return berlawanan secara presisi dengan acuannya selama beberapa hari beruntun akibat efek penggabungan dan volatilitas pasar.
Miskonsepsi: Perdagangan Opsi Hanya untuk Profesional Banyak pemula menghindari opsi karena dianggap rumit, padahal dengan edukasi dan latihan yang memadai, opsi dapat diakses investor ritel. Robinhood menyediakan sumber edukasi lengkap yang membantu pemula memahami mekanisme, risiko, dan strategi opsi.
Tips Praktis Short Selling di Robinhood:
Mulai dari Edukasi: Sebelum menggunakan modal riil, pelajari modul edukasi Robinhood mengenai perdagangan opsi dan ETF invers. Sumber ini membahas mekanisme, risiko, serta potensi hasil dari berbagai strategi, sebagai fondasi pengambilan keputusan.
Gunakan Simulasi atau Paper Trading: Banyak trader memperoleh manfaat dari latihan strategi di lingkungan bebas risiko sebelum menggunakan dana nyata. Meski Robinhood belum menyediakan fitur paper trading, Anda dapat memantau transaksi hipotetis di spreadsheet atau memakai platform simulasi pihak ketiga untuk membangun kepercayaan diri.
Mulai dari Posisi Kecil dan Naik Bertahap: Saat mencoba perdagangan opsi put atau ETF invers, gunakan posisi kecil yang hanya sebagian kecil dari portofolio Anda. Cara ini membantu Anda belajar dan memahami perilaku instrumen tanpa menanggung kerugian signifikan.
Pantau Posisi Secara Rutin: Strategi bearish dengan opsi dan ETF leverage menuntut pemantauan aktif karena faktor waktu dan volatilitas. Sisihkan waktu setiap hari untuk mengecek posisi, memantau pergerakan harga, dan mengevaluasi ulang tesis Anda.
Terapkan Stop-Loss: Untuk manajemen risiko yang efektif, pertimbangkan stop-loss yang otomatis menutup posisi bila kerugian melebihi batas yang Anda tetapkan. Langkah ini mencegah keputusan emosional dan membatasi kerugian saat pasar bergerak tak terduga.
Pahami Tanggal Kedaluwarsa: Jika memakai opsi put, perhatikan tanggal kedaluwarsa. Nilai opsi berkurang seiring waktu, sehingga pemilihan waktu sangat penting. Pilih tanggal kedaluwarsa yang memberi waktu cukup untuk tesis Anda, namun tetap memperhatikan biaya opsi tenor panjang.
Diversifikasi Strategi Bearish: Daripada mengonsentrasikan seluruh posisi bearish di satu instrumen atau sektor, lakukan diversifikasi ke berbagai opsi put atau ETF invers untuk mengurangi risiko jika satu posisi tidak berjalan sesuai harapan.
Dengan memahami miskonsepsi dan menerapkan tips praktis ini, Anda dapat menjalankan strategi short selling di Robinhood dengan percaya diri dan ekspektasi realistis. Ingat, semua aktivitas perdagangan mengandung risiko dan strategi bearish menuntut kewaspadaan serta edukasi yang konsisten.
Robinhood belum menyediakan fitur short selling saham secara langsung. Namun, Anda dapat menggunakan Robinhood Futures untuk melakukan short pada pasar populer dengan menjual kontrak futures. Fitur ini hanya dapat diakses dengan akun futures dan kualifikasi khusus untuk perdagangan leverage.
Anda harus memiliki akun margin dengan dana minimum $2.000 dalam bentuk tunai atau sekuritas. Selain itu, saham yang akan di-short harus tersedia untuk dipinjam agar short sale dapat diproses.
Risiko short selling meliputi potensi kerugian tanpa batas dan biaya pinjam yang berubah-ubah. Mitigasi risiko dengan menerapkan stop-loss, rutin memantau margin, dan menghindari posisi terbuka dalam waktu lama. Selalu perhatikan risiko recall saham serta volatilitas harga secara cermat.
Robinhood tidak membebankan biaya untuk short selling saham. Platform ini menerapkan model bebas komisi, sehingga Anda tidak perlu membayar komisi perdagangan maupun biaya short selling tambahan.
Robinhood menawarkan short selling tanpa komisi dan hambatan masuk rendah untuk investor ritel, sedangkan broker tradisional umumnya mengenakan biaya. Robinhood mengandalkan payment for order flow (PFOF) untuk eksekusi lebih cepat. Namun, broker tradisional biasanya menyediakan alat canggih, batas pinjaman lebih tinggi, dan dukungan strategi short yang lebih kompleks untuk trader profesional.
Tentukan stop loss di batas kerugian maksimum yang dapat Anda terima dan take profit di target keuntungan. Gunakan limit order agar posisi tertutup otomatis, melindungi Anda dari pergerakan harga tak terduga serta mengunci profit saat target tercapai.
做空交易需要至少25,000美元的账户资金。这是针对被标记为日内交易者的要求,不包括加密货币头寸。











