
Kapitalisasi pasar HYPE sebesar $960 juta menempatkannya sebagai pemain utama di kategori token platform DEX, meski masih di bawah kompetitor yang sudah mapan. Aster mencatat valuasi pasar jauh lebih tinggi, yaitu $1,94 miliar, atau hampir dua kali lipat dari HYPE. Selisih besar ini menunjukkan perbedaan tingkat kepercayaan investor dan fase kematangan ekosistem antara platform DEX perpetual tersebut.
| Token | Kapitalisasi Pasar | Harga | Supply Beredar |
|---|---|---|---|
| HYPE | $960 juta | $24,78 | ~238 juta |
| Aster | $1,94 miliar | $0,78 | ~2,5 miliar |
| edgeX | Tidak diketahui | TGE ditunda | Dijadwalkan ulang Maret 2026 |
edgeX menjadi kasus tersendiri dalam perbandingan ini. Dengan penjadwalan ulang token generation event ke 31 Maret 2026, platform ini belum merilis token governance ke pasar, sehingga penilaian kapitalisasi pasar secara langsung tidak dapat dilakukan. Jadwal yang tertunda ini sangat kontras dengan eksistensi pasar HYPE dan Aster yang sudah terbentuk. Variasi valuasi pasar di antara token DEX tidak hanya mencerminkan selisih harga token, namun juga penilaian fundamental atas infrastruktur trading, likuiditas, serta potensi jangka panjang masing-masing platform di industri derivatif yang kompetitif.
Hyperliquid membuktikan dominasinya dalam trading terdesentralisasi melalui mekanisme CLOB yang canggih, dengan volume perdagangan dan likuiditas yang sangat tinggi. Pada kuartal II 2025, platform ini memproses volume perdagangan sebesar $648 miliar, dengan volume harian sering menembus $22 miliar—menandakan tingkat partisipasi pengguna yang sangat besar dan kedalaman order book yang solid. Keunggulan ini dicapai lewat arsitektur central limit order book yang sepenuhnya on-chain, menyamai kecepatan serta efisiensi bursa terpusat, namun tetap terdesentralisasi.
Total value locked Hyperliquid melonjak hingga $6 miliar setelah peluncuran token HYPE, mencerminkan pertumbuhan TVL sebesar 165% TVL yang menjadi referensi analisis perbandingan. Peningkatan ini menandakan kepercayaan terhadap infrastruktur likuiditas dan kemampuan market-making Hyperliquid yang kian kuat. Market-Making Vaults memungkinkan pengguna mengelola modal bersama serta meraih yield pasif dari fee trading dan funding payment, sehingga Hyperliquid bertransformasi menjadi ekosistem penghasil likuiditas. Efisiensi CLOB dalam mencocokkan order dengan latensi di bawah satu detik membuat Hyperliquid mampu menguasai sekitar 75% pangsa pasar perpetual trading, jauh melampaui kompetitor. Perpaduan volume perdagangan tinggi, likuiditas mendalam, dan keunggulan teknologi menjadikan Hyperliquid sebagai pusat likuiditas utama di keuangan terdesentralisasi, membedakannya secara fundamental dari platform perpetual lain.
Walaupun Aster menawarkan produk leverage ekstrem hingga 300x untuk trading token HYPE, strategi ini membawa risiko likuidasi besar yang dapat menghapus posisi trader secara instan di tengah volatilitas pasar. Pembedaan kompetitif HYPE terletak pada fokus desain produk berkelanjutan dibanding penawaran leverage agresif. Platform ini mengutamakan manajemen risiko yang terukur dan retensi pengguna jangka panjang, bukan pertumbuhan cepat melalui instrumen berisiko tinggi yang dapat menyebabkan kerugian besar.
Selain mekanisme leverage, model insentif HYPE sepenuhnya berbeda dari pendekatan Genesis tradisional. Genesis biasanya memusatkan reward pada investor awal lewat alokasi langsung, sedangkan HYPE menerapkan reward komunitas yang terstruktur dengan jadwal vesting transparan—unlock berikutnya dijadwalkan pada 29 Desember 2025. Strategi berbasis komunitas ini menyelaraskan kepentingan pemegang token dengan keberlanjutan platform dan adopsi organik, mendorong partisipasi ekosistem yang nyata daripada akumulasi spekulatif tahap awal.
Kepatuhan regulasi juga menjadi keunggulan penting. Pendekatan HYPE yang terukur pada desain produk dan komunikasi insentif transparan menempatkan platform ini secara positif di tengah pengawasan regulasi terhadap penawaran leverage tinggi. Dengan pengungkapan risiko yang jelas dan tokenomics berkelanjutan, HYPE membangun kredibilitas institusi, sementara kompetitor menghadapi tekanan kepatuhan yang semakin ketat. Kekuatan tata kelola dan perlindungan pengguna ini menciptakan keunggulan kompetitif yang tidak dapat ditandingi oleh penawaran leverage agresif semata.
HYPE adalah token native Hyperliquid untuk insentif platform dan governance. Aster merupakan bursa perpetual terdesentralisasi yang berfokus pada trading derivatif. edgeX adalah platform komputasi terdistribusi yang mengkhususkan pada pemrosesan data edge dan solusi settlement.
Anda bisa memantau metrik real-time HYPE, Aster, dan edgeX di platform data kripto utama. Per Januari 2026, Aster menunjukkan kapitalisasi pasar dan volume trading yang lebih tinggi daripada HYPE, sementara HYPE tetap menjaga likuiditas yang kompetitif. Cek platform analitik pasar khusus untuk data perbandingan langsung.
HYPE menawarkan biaya trading rendah dan likuiditas kompetitif dibanding Aster dan edgeX. Namun, HYPE belum memiliki mekanisme CLOB canggih seperti Hyperliquid untuk eksekusi optimal. Dukungan komunitas yang tumbuh menjadi kekuatan, tetapi platform yang sudah mapan masih unggul dalam teknologi. Biaya transaksi HYPE tetap menguntungkan bagi trader ritel.
HYPE memiliki prospek pertumbuhan kuat melalui model trading berbiaya rendah Hyperliquid dan ekspansi ekosistem DeFi. Dibanding kompetitor, HYPE diuntungkan oleh fitur exchange komprehensif, infrastruktur HyperEVM, dan volume trading yang terus meningkat. Dengan infrastruktur terbuka yang menarik developer dan minat institusi, HYPE berpotensi mengalami apresiasi signifikan seiring platform merebut pangsa pasar dari bursa terpusat.
Investor HYPE menghadapi risiko volatilitas pasar dan teknologi. Dibanding kompetitor, HYPE menawarkan potensi inovasi lebih tinggi namun juga fluktuasi harga yang lebih besar. Evaluasi tingkat toleransi risiko dan strategi investasi Anda secara cermat sebelum berinvestasi.










