

Jika Anda pernah bertanya-tanya berapa XRP yang beredar, Anda tidak sendirian. XRP adalah aset digital asli jaringan Ripple—platform berbasis blockchain yang berfokus pada remitansi internasional cepat dan biaya rendah. Pasokan beredar adalah jumlah token XRP yang tersedia di pasar untuk perdagangan, investasi, dan transaksi. Data ini sangat penting untuk memahami kapitalisasi pasar, tren harga token, dan menilai kesehatan ekosistem secara keseluruhan.
Konsep pasokan beredar menjadi dasar valuasi mata uang kripto. Berbeda dari aset tradisional, mata uang digital seperti XRP memiliki metrik pasokan yang transparan dan dapat diverifikasi di blockchain. Transparansi ini memungkinkan investor dan trader mengambil keputusan berdasarkan data akurat, bukan sekadar estimasi atau proyeksi.
Dengan memahami pasokan beredar XRP, Anda dapat menempatkan posisi XRP dalam konteks pasar kripto yang lebih luas. XRP memiliki struktur pra-penambangan dan mekanisme escrow yang unik, sehingga beroperasi berbeda dari kripto proof-of-work seperti Bitcoin atau aset proof-of-stake seperti Ethereum. Perbedaan ini menuntut siapa pun yang ingin memahami XRP untuk benar-benar mengerti cara kerja dinamika pasokannya.
Di bawah ini kami jabarkan semua hal penting tentang pasokan beredar XRP: mulai dari asal-usul, mekanisme pembaruan, alasan pentingnya bagi pengguna, hingga perbandingan dengan mata uang kripto utama lain.
Pertanyaan "berapa XRP yang beredar?" hanya bisa dijawab dengan menelusuri data blockchain dan platform analitik terpercaya. XRP diluncurkan dengan total pasokan tetap 100 miliar token. Berbeda dari Bitcoin, seluruh token XRP telah ditambang sebelumnya (pre-mined)—artinya semua token diciptakan di awal, tanpa penambangan atau penciptaan token baru secara berkelanjutan.
Angka Pasokan Terkini:
Pasokan beredar adalah token yang tersedia aktif di pasar, tersimpan dalam dompet pengguna, terdaftar di bursa, atau digunakan untuk transaksi. XRP yang terkunci dalam escrow Ripple dan dirilis sesuai jadwal tidak dihitung dalam angka ini.
Setiap bulan, Ripple Labs merilis sebagian XRP escrow ke pasar, biasanya hingga 1 miliar XRP. Namun, hanya sebagian kecil yang dijual atau dialokasikan untuk mitra institusional dan pembuat pasar. Sisanya dikembalikan ke escrow, sehingga ekspansi pasokan tetap terkontrol dan dapat diprediksi. Mekanisme ini mengatur pasokan yang tersedia tanpa mengubah batas maksimum 100 miliar token.
Transparansi mekanisme ini menjadi keunggulan utama XRP. Jika pada kripto lain pasokan bisa berubah secara tidak transparan atau sulit diprediksi, dinamika pasokan XRP tercatat dan dapat diverifikasi langsung di blockchain.
Tabel Perbandingan: XRP vs Mata Uang Kripto Utama Lain
| Aset | Pasokan Beredar | Pasokan Maksimum | Model Penambangan |
|---|---|---|---|
| XRP | ~55,6M | 100M | Pre-mined |
| Bitcoin | ~19,6Jt | 21Jt | PoW Mining |
| Ethereum | ~120Jt | Tidak Terbatas | PoS Staking |
Mengapa Penting?
Memahami berapa XRP yang beredar bukan sekadar melihat satu angka. Berbagai mekanisme dan peristiwa pasar memengaruhi pasokan, sehingga angkanya selalu dinamis dan berubah dari waktu ke waktu.
Pada Desember 2017, Ripple Labs menempatkan sekitar 55 miliar XRP dalam escrow kriptografi. Tujuannya: memberikan kepastian dan transparansi terkait pelepasan pasokan di masa depan. Setiap bulan, 1 miliar XRP secara otomatis dibuka dari escrow lewat smart contract.
Dampak pada pasokan beredar lebih kompleks dari sekadar angka. Walaupun 1 miliar XRP tersedia tiap bulan, Ripple biasanya hanya menggunakan sebagian kecil untuk penjualan ke klien institusional, kemitraan, atau kebutuhan operasional. Sisa yang tidak terpakai—seringkali mayoritas—dikunci ulang ke escrow baru untuk periode selanjutnya.
Mekanisme ini berfungsi untuk:
Sistem escrow XRP menjadi salah satu mekanisme pengelolaan pasokan paling canggih di dunia kripto, menyeimbangkan distribusi terkontrol dan transparansi pasar.
Ripple tidak melakukan pembakaran koin aktif seperti beberapa proyek lain. Namun, setiap transaksi XRP memiliki biaya kecil (biasanya 0,00001 XRP) yang dibakar—dihapus permanen dari pasokan, bukan dibayarkan ke validator atau penambang.
Seiring waktu, hal ini mengurangi total pasokan, walau sangat lambat. Mekanisme burn ini mencegah spam transaksi, membuat tindakan membanjiri jaringan menjadi mahal. Berdasarkan data terbaru, baru sekitar 10 juta XRP yang dibakar sejak jaringan berjalan.
Walaupun laju burn sangat kecil dibandingkan total pasokan, XRP secara teknis adalah aset deflasi dalam jangka panjang. Pasokan maksimum 100 miliar tidak akan pernah benar-benar beredar akibat pembakaran biaya transaksi berkelanjutan.
Ripple secara berkala menjual XRP ke klien institusional dan mitra demi mendorong adopsi pembayaran lintas negara. Biasanya, penjualan dilakukan secara over-the-counter (OTC), bukan langsung di bursa publik, agar tidak mengganggu harga pasar.
Pembeli institusional umumnya meliputi:
XRP yang digunakan dalam pilot project atau kemitraan dapat kembali ke pasar, tergantung pola penggunaan dan struktur kerja sama. Misalnya, penyedia pembayaran membeli XRP untuk settlement, menggunakannya untuk transaksi, lalu pihak penerima bisa menjualnya di bursa. Siklus ini memengaruhi pasokan beredar secara efektif.
Laporan pasar triwulanan Ripple menyajikan detail penjualan institusional, sehingga transparansi terjaga di industri kripto.
Beberapa XRP hilang permanen akibat kunci privat yang lupa, dompet tak bisa diakses, atau kesalahan transaksi. Estimasi rinci sulit didapat, namun fenomena ini mengurangi pasokan beredar efektif di semua mata uang kripto.
Berbeda dengan Bitcoin—di mana koin yang hilang bisa dilacak lewat dompet tak aktif selama bertahun-tahun—penggunaan XRP untuk pembayaran aktif membuatnya sulit dibedakan antara yang hilang dan sekadar di-hold jangka panjang. Estimasi industri menyebut ratusan juta XRP bisa saja hilang akses dan keluar dari sirkulasi.
XRP Ledger juga mewajibkan cadangan minimum 10 XRP untuk mengaktifkan dompet, dengan tambahan untuk fitur tertentu. Cadangan ini terkunci dan tidak dapat dipakai, sehingga mengurangi pasokan likuid yang benar-benar tersedia untuk transaksi dan perdagangan.
Inti Utama: Pasokan beredar XRP bukan sekadar soal pencetakan atau pembakaran—melainkan gabungan mekanisme escrow, pelepasan bertahap, distribusi institusional, dan berkurangnya jumlah alami akibat dompet hilang. Semua proses ini dilacak secara transparan melalui laporan bulanan Ripple dan analitik on-chain, sehingga investor dapat mengawasi dinamika pasokan secara komprehensif.
Jika Anda berniat membeli, menahan, atau memperdagangkan XRP, mengetahui berapa XRP yang beredar sangat penting untuk pengambilan keputusan berbasis data. Pasokan beredar berdampak langsung pada sejumlah aspek utama valuasi dan perilaku pasar kripto.
Kapitalisasi pasar = Harga × Pasokan beredar
Kapitalisasi pasar adalah metrik utama untuk membandingkan skala dan signifikansi kripto. Kapitalisasi pasar XRP menempatkannya di jajaran kripto terbesar dunia, namun peringkat ini sepenuhnya dipengaruhi oleh harga dan pasokan beredarnya.
Contoh, jika harga XRP $0,50 dengan 55,6 miliar token beredar, kapitalisasi pasarnya sekitar $27,8 miliar. Jika pasokan beredar naik ke 60 miliar token dan harga tetap, kapitalisasi pasar menjadi $30 miliar, meski nilai per token bagi pemilik tidak berubah.
Pemahaman hubungan ini membantu investor menilai pergerakan harga dan apakah XRP overvalued atau undervalued dibandingkan utilitas dan adopsinya.
Aset dengan pasokan beredar besar memerlukan permintaan agregat tinggi untuk mendorong kenaikan harga signifikan. Prinsip dasar ekonomi penawaran-permintaan ini berlaku untuk kripto.
Agar XRP mencapai $10 per token dengan pasokan beredar sekarang, dibutuhkan kapitalisasi pasar sekitar $556 miliar—lebih besar dari korporasi besar dan setara PDB negara besar. Meski bukan mustahil, konteks ini membantu investor menetapkan ekspektasi yang realistis.
Di sisi lain, memahami dinamika pasokan bisa membuka peluang investasi. Jika sebagian besar XRP tetap terkunci di escrow atau dipegang investor jangka panjang, pasokan likuid yang benar-benar tersedia untuk perdagangan bisa jauh lebih kecil dari angka pasokan beredar. Ini dapat memicu kelangkaan saat permintaan melonjak dan mendorong kenaikan harga yang cepat.
Jadwal pasokan yang dapat diprediksi meningkatkan kepercayaan investor karena mengurangi ketidakpastian. Mekanisme escrow XRP memberikan kepastian, memungkinkan investor memproyeksikan kenaikan pasokan dan potensi dampaknya ke pasar.
Hal ini sangat penting bagi investor institusional yang butuh kepastian ketika menempatkan modal besar. Transparansi manajemen pasokan XRP menjadi daya tarik utama penggunaan XRP untuk solusi pembayaran lintas negara oleh institusi keuangan.
Memantau perubahan pasokan beredar juga bisa menjadi indikator tren pasar. Lonjakan pasokan bisa menandakan penjualan institusional besar, sementara kenaikan yang lambat bisa mencerminkan permintaan tinggi atau pengelolaan pasokan yang strategis.
Platform perdagangan terpercaya menampilkan harga dan data pasokan beredar XRP secara real-time berdasarkan sumber seperti CoinMarketCap dan CoinGecko, sehingga Anda dapat mengambil keputusan perdagangan secara objektif. Platform ini mengumpulkan data dari berbagai blockchain explorer dan layanan analitik untuk memastikan informasi selalu akurat dan mutakhir.
Saat memilih bursa untuk perdagangan XRP, perhatikan fitur berikut:
Bursa utama memperbarui data pasokan setiap beberapa jam sesuai status blockchain terbaru dan pelepasan escrow.
Laporan triwulanan Ripple memberikan transparansi pada XRP yang dirilis, dijual, dan di-escrow. Laporan ini menjadi referensi utama bagi pemantau perubahan pasokan atau analisis aktivitas pasar Ripple.
Isi laporan meliputi:
Laporan dapat diakses di situs resmi Ripple dan biasanya terbit di bulan pertama setiap kuartal. Analisis dari platform blockchain seperti Dune Analytics, Glassnode, dan Nansen menyediakan insight tambahan terkait konsentrasi dompet, arus keluar masuk bursa, dan pola distribusi aset.
Analitik pihak ketiga ini dapat menunjukkan:
Kombinasi laporan resmi dan analitik independen memberikan investor gambaran utuh tentang dinamika pasokan dan posisi pasar XRP.
Pasokan beredar adalah jumlah XRP yang tidak terkunci di escrow dan tidak dipegang Ripple untuk pelepasan terjadwal. Ini mencakup token di dompet pengguna, di bursa, dan yang digunakan untuk transaksi atau penyediaan likuiditas.
Langkah perhitungannya:
Data didapat dari blockchain explorer yang membaca XRP Ledger langsung, serta situs analitik yang mengumpulkan dan memverifikasi data. Transparansi XRP Ledger memungkinkan siapa pun memverifikasi angka ini secara mandiri.
Penyedia data seperti CoinMarketCap dan CoinGecko melakukan verifikasi silang dan memperbarui data harian, bahkan lebih sering jika terjadi perubahan besar.
Tidak. Pasokan XRP sudah tetap di angka 100 miliar token—tidak ada penciptaan baru. Ini berbeda dari kripto yang menerapkan penciptaan token baru lewat penambangan atau staking reward.
Pasokan tetap ini sudah ditentukan sejak jaringan diluncurkan pada 2012, dan protokol XRP Ledger tak memungkinkan penciptaan token baru. Status pasokan hanya berubah antara tiga kategori:
Model deflasi ini, ditambah burn fee transaksi bertahap, membuat total pasokan hanya akan berkurang meskipun lambat. Angka maksimal pasokan beredar secara teori adalah 100 miliar, namun selalu sedikit di bawah itu karena pembakaran biaya.
Pasokan beredar XRP biasanya berubah setiap bulan akibat pelepasan escrow terjadwal. Setiap awal bulan, 1 miliar XRP otomatis dirilis dari escrow lewat smart contract.
Namun, perubahan nyata biasanya lebih kecil karena:
Selain itu, setiap transaksi di jaringan terus-menerus membakar XRP dalam jumlah sangat kecil (sekitar 0,00001 XRP per transaksi), yang bisa mencapai ribuan XRP per hari pada periode aktivitas tinggi.
Semua perubahan pasokan ini dapat diprediksi dan transparan, sehingga investor dapat memproyeksikan dampaknya. Ripple merilis laporan detail setiap kuartal untuk menjaga transparansi penuh.
Ripple berkomitmen pada penjualan XRP yang terprediksi dan bertanggung jawab, terutama ke klien institusional atau untuk ekosistem jaringan pembayarannya. Ripple menegaskan tidak akan melakukan penjualan massal yang dapat mengganggu harga token.
Poin utama kebijakan penjualan Ripple:
Ripple juga menghentikan penjualan programatik pada periode tertentu demi menjaga kesehatan pasar. Tujuan utama penjualan XRP adalah mendanai operasional dan mendorong adopsi ekosistem, bukan sekadar monetisasi kepemilikan. Pendekatan ini berkembang seiring waktu sesuai masukan pasar dan regulasi. Dalam beberapa periode terakhir, Ripple memangkas penjualan XRP secara signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Laporan triwulanan Ripple terbaru menegaskan pasokan beredar XRP terus dikelola secara ketat melalui pelepasan escrow dan pelaporan transparan. Ripple berkomitmen pada pengelolaan pasokan yang terprediksi dengan pelepasan escrow bulanan sesuai pola tetap.
Kemitraan Ripple dengan penyedia remitansi di Asia dan Amerika Selatan meningkatkan penggunaan XRP untuk settlement nyata, mendorong aktivitas jaringan dan volume transaksi. Keberhasilan ini membuktikan XRP digunakan untuk pembayaran lintas negara dengan biaya rendah dan penyelesaian lebih cepat dibanding sistem perbankan tradisional.
Analitik on-chain dari sumber seperti Nansen dan Glassnode menunjukkan tren pertumbuhan pasokan sejalan dengan pola historis, tanpa bukti akumulasi whale besar atau penjualan massal. Stabilitas ini menjadi indikator pengelolaan ekosistem yang sehat, membuat XRP salah satu kripto kapitalisasi besar paling transparan.
Distribusi XRP juga cukup sehat, tanpa satu entitas pun (di luar kepemilikan Ripple yang diungkapkan) menguasai persentase pasokan beredar secara berlebihan. Desentralisasi ini menurunkan risiko manipulasi pasar dan membantu stabilitas harga.
Kepastian hukum di AS—berdasarkan putusan pengadilan yang mendukung status regulasi XRP—juga meningkatkan kepercayaan institusi. Imbasnya, semakin banyak institusi keuangan tertarik menggunakan XRP untuk solusi pembayaran. Peningkatan adopsi institusional membuat data pasokan beredar menjadi metrik yang lebih relevan bagi trader dan analis, karena jumlah token yang dipakai benar-benar mewakili utilitas nyata, bukan spekulasi semata.
Indikator jaringan menunjukkan pertumbuhan pada:
Semua faktor ini menandakan ekosistem XRP berkembang menjadi aplikasi nyata di luar perdagangan spekulatif, sehingga berdampak positif pada nilai jangka panjang dan dinamika pasokan.
Sebelum memperdagangkan atau berinvestasi pada XRP, pertimbangkan fakta-fakta penting seputar pasokan dan ekosistemnya berikut:
Model Pasokan Tetap: Seluruh token XRP sudah tercipta sejak peluncuran jaringan; tidak akan ada token baru di masa depan. Ini membuat model ekonomi XRP sangat berbeda dari kripto inflasi.
Pasokan Beredar Saat Ini: Sekitar 55,6 miliar XRP beredar, mewakili lebih dari separuh total pasokan.
Mekanisme Escrow: Sistem escrow Ripple menghadirkan kepastian dan kepercayaan dengan pelepasan dan penguncian bulanan yang dapat diverifikasi di blockchain.
Laporan Transparan: Pantau rutin laporan resmi Ripple dan pembaruan pasar kuartalan untuk mengetahui perubahan pasokan dan aktivitas institusional secara jelas.
Tekanan Deflasi: Biaya transaksi dibakar (tidak didistribusikan ulang), menciptakan tekanan deflasi bertahap, meski dampaknya kecil dalam jangka pendek.
Adopsi Institusional: Pemanfaatan XRP untuk settlement pembayaran nyata menciptakan permintaan fundamental di luar perdagangan spekulatif.
Kepastian Regulasi: Perkembangan hukum terbaru meningkatkan kepastian bagi investor institusi dan lembaga keuangan tradisional.
Likuiditas Pasar: XRP sangat likuid di bursa utama—cocok untuk perdagangan ritel dan institusional.
Alat Pemantauan Pasokan: Banyak blockchain explorer dan platform analitik menyediakan data real-time pasokan XRP, memberi Anda akses informasi independen.
Mengetahui berapa XRP yang beredar membantu Anda mengambil keputusan investasi dan trading yang lebih baik. Pengetahuan ini memungkinkan Anda:
Selalu gunakan sumber data terpercaya, pantau laporan triwulanan Ripple, dan pilih platform bereputasi untuk penyimpanan dan pembelian aset Anda. Jadikan pasokan beredar sebagai salah satu indikator utama analisis investasi Anda, bersamaan dengan teknologi, adopsi, lingkungan regulasi, dan kondisi pasar.
Per 19 Januari 2026, sekitar 51 miliar token XRP beredar. Jumlah maksimum adalah 100 miliar XRP, dengan sebagian token dibakar di setiap transaksi sehingga pasokan berkurang secara bertahap.
Total pasokan XRP adalah 100 miliar, dengan pasokan beredar sebesar 60,78 miliar. Pasokan maksimum juga 100 miliar XRP.
Anda bisa melihat data peredaran XRP secara real-time melalui platform data kripto utama. Saat ini, pasokan beredar XRP sekitar 60,7 miliar token, dengan pasokan maksimum 100 miliar dan tingkat sirkulasi 60,71%.
XRP memiliki total pasokan 100 miliar token dengan sekitar 55 miliar beredar, sedangkan Bitcoin memiliki pasokan maksimum 21 juta dan seluruhnya sudah ditambang. Jumlah XRP yang beredar jauh lebih besar, namun nilai per token biasanya lebih rendah dibanding Bitcoin.
Pasokan beredar XRP hanya berdampak kecil secara langsung pada harga karena total pasokan sudah tetap dan laju pembakaran sangat kecil. Faktor utama yang memengaruhi harga XRP adalah permintaan pasar, adopsi, dan kondisi makroekonomi.
Ripple dapat membuka hingga 1 miliar XRP per bulan melalui kontrak escrow, namun jumlah yang dirilis tergantung kebijakan internal. Token yang tidak digunakan akan dikembalikan ke escrow, sehingga pengelolaan pasokan tetap terkontrol dan dapat diprediksi.











