

Pemahaman terhadap jam operasional pasar saham di musim liburan menjadi sangat penting bagi trader dan investor dalam menyusun strategi. Di pasar Amerika Serikat, 26 Desember memiliki makna khusus karena jatuh tepat setelah Hari Natal, salah satu hari libur pasar terbesar.
New York Stock Exchange (NYSE) dan NASDAQ menetapkan Hari Natal (25 Desember) sebagai hari libur penuh, sehingga tidak ada aktivitas perdagangan pada tanggal tersebut. Jika Hari Natal jatuh pada akhir pekan, perayaan hari libur biasanya digeser ke hari kerja terdekat agar pasar tetap tutup dalam rangka perayaan.
Berdasarkan pola hari libur NYSE selama bertahun-tahun, pasar saham AS umumnya buka pada 26 Desember dengan jam perdagangan reguler. Artinya, trader dapat menjalankan pesanan sebagaimana mestinya mulai pukul 09.30 hingga 16.00 Waktu Timur. Namun, Anda perlu selalu memeriksa jadwal tahun berjalan karena bisa saja ada penyesuaian tergantung kalender.
Bagi trader internasional, pengetahuan tentang jadwal ini membantu mengoordinasikan aktivitas antar zona waktu dan sesi pasar. Hari perdagangan setelah Natal sering membuka peluang unik saat pelaku pasar kembali dari libur dan meninjau kembali posisi mereka.
Meski pasar saham AS beroperasi pada 26 Desember, peta keuangan global jauh lebih kompleks. Bursa internasional mengikuti kalender hari libur masing-masing, sehingga berdampak signifikan pada volume dan dinamika perdagangan.
London Stock Exchange dan beberapa pasar Eropa menutup perdagangan untuk memperingati Boxing Day pada 26 Desember. Perbedaan ini memunculkan dinamika lintas pasar yang menarik, karena trader AS tetap aktif sementara pelaku pasar Eropa tidak bertransaksi. Partisipasi global yang berkurang dapat menyebabkan volume rendah dan perubahan pola likuiditas pada sekuritas yang diperdagangkan secara internasional.
Bagi trader kripto, keadaannya berbeda sepenuhnya. Pasar mata uang kripto beroperasi 24 jam sehari, 7 hari seminggu, tanpa gangguan hari libur maupun akhir pekan. Lingkungan perdagangan yang selalu aktif ini memberi keunggulan khusus, sehingga trader dapat mengakses aset digital dan mengelola portofolio kapan saja, terlepas dari penutupan pasar saham tradisional.
Platform kripto terkemuka tetap menjaga fungsi penuh selama musim liburan, menawarkan peluang bagi trader yang ingin mendiversifikasi aktivitas perdagangan. Ketersediaan non-stop ini membuat pasar kripto sangat menarik ketika pasar tradisional mengalami penurunan aktivitas atau penutupan.
Meski pasar saham biasanya buka pada 26 Desember, trader perlu memperhatikan sejumlah faktor yang berdampak pada pengalaman dan hasil perdagangan mereka.
Volume Perdagangan Rendah: Periode pasca Natal biasanya ditandai dengan partisipasi pasar yang menurun. Banyak trader institusional dan investor profesional memperpanjang liburan, sehingga aktivitas perdagangan lebih ringan dibandingkan hari biasa. Volume yang lebih rendah dapat memicu spread bid-ask yang melebar dan volatilitas yang lebih tinggi karena pesanan besar sulit terserap.
Pertimbangan Eksekusi Pesanan: Dengan partisipan pasar yang sedikit, pesanan besar lebih berdampak pada pergerakan harga. Trader disarankan menggunakan limit order daripada market order untuk mengendalikan harga eksekusi. Selain itu, stop-loss order lebih mudah terpicu akibat volatilitas, sehingga penentuan ukuran posisi menjadi sangat penting.
Peluang Pasar Kripto: Karena perdagangan kripto berlangsung tanpa henti, trader dapat memanfaatkan keunggulan ini saat aktivitas pasar tradisional menurun. Peluang arbitrase bisa muncul di berbagai platform, dan rebalancing portofolio dapat dilakukan tanpa menunggu pasar buka. Sifat 24/7 perdagangan kripto memberikan fleksibilitas yang melengkapi strategi saham tradisional.
Pergeseran Sentimen Pasar: Transisi dari penutupan libur ke sesi perdagangan reguler dapat memicu perubahan sentimen besar saat trader meninjau posisi dan merespons berita yang terkumpul selama libur. Persiapan menghadapi lonjakan volatilitas membantu pengelolaan risiko secara optimal.
Beberapa tahun terakhir, pasar saham AS menunjukkan pola konsisten di musim liburan yang menjadi referensi penting bagi trader dalam merencanakan aktivitas.
Rata-rata volume perdagangan harian di pasar ekuitas AS mencapai sekitar 10 miliar saham pada periode reguler. Namun, di tanggal-tanggal sekitar hari libur seperti 26 Desember, volume bisa turun 20–30% dibandingkan hari biasa. Penurunan ini mencerminkan masa libur berkepanjangan oleh investor institusional dan partisipasi ritel yang menurun.
Di sisi lain, pasar mata uang kripto tetap menjaga volume perdagangan yang relatif stabil selama liburan. Aktivitas memang bisa sedikit turun karena trader individu berlibur, tetapi sifat global dan nonstop perdagangan kripto memastikan peluang tetap terbuka sepanjang waktu.
Data historis menunjukkan sesi perdagangan pasca libur cenderung mengalami volatilitas yang meningkat saat pasar mencerna berita dan data ekonomi dari masa penutupan. Trader yang memahami pola ini dapat memanfaatkan peluang sekaligus mengelola risiko secara efektif.
Integrasi perdagangan algoritmik dan sistem otomatis memang membantu meredam efek penurunan partisipasi manusia, namun dinamika likuiditas rendah di musim liburan tetap relevan untuk penyusunan strategi.
Banyak miskonsepsi beredar tentang operasi pasar saham di akhir Desember, sehingga pemahaman yang tepat sangat penting bagi trader dalam mengambil keputusan.
Salah kaprah yang umum adalah anggapan pasar saham selalu tutup pada 26 Desember karena hari libur internasional seperti Boxing Day. Kenyataannya, bursa AS biasanya tetap buka kecuali bertepatan dengan akhir pekan atau perayaan khusus. Kebingungan ini sering muncul karena penutupan pasar Eropa, sementara jadwal pasar AS mengikuti kalendernya sendiri.
Miskonsepsi lain meliputi asumsi bahwa hari perdagangan yang berdekatan dengan libur menawarkan likuiditas dan eksekusi setara hari biasa. Padahal, partisipasi rendah sangat memengaruhi eksekusi pesanan, khususnya pada aset yang likuiditasnya rendah atau ukuran posisi besar.
Tips Manajemen Risiko:
Perlu diingat, likuiditas rendah bisa memperbesar fluktuasi harga ke dua arah. Disiplin manajemen risiko menjadi semakin penting di periode perdagangan sekitar hari libur. Diversifikasikan portofolio ke berbagai kelas aset, termasuk mata uang kripto, untuk menjaga fleksibilitas dan akses peluang perdagangan di luar jadwal pasar tradisional.
Jam operasional pasar berbeda di setiap negara. Bursa Malaysia beroperasi normal pada 26 Desember, sementara bursa Singapura tutup. Pasar AS biasanya buka pada tanggal ini karena berada di antara Hari Natal dan Tahun Baru.
Pada 26 Desember, pasar saham AS beroperasi pukul 09.30–16.00 ET, sedangkan pasar saham Tiongkok buka pukul 09.30–11.30 dan 13.00–15.00 CST, dengan jam operasional normal tanpa perubahan.
26 Desember jatuh sehari setelah Hari Natal (25 Desember), saat pasar melakukan penutupan atau pengurangan jam perdagangan untuk memperingati libur. Banyak pasar beroperasi dengan jadwal singkat di masa pasca-libur karena volume perdagangan dan partisipasi pasar yang menurun.
Pasar saham AS tutup pada 25 Desember untuk Natal dan kembali beroperasi pada 26 Desember. Pasar obligasi serta beberapa kontrak futures juga menutup transaksi pada 25 Desember.
Pada 26 Desember saat pasar tutup, Anda tidak dapat melakukan transaksi secara real-time. Namun, beberapa broker menyediakan fitur pemasangan pesanan di muka yang akan dieksekusi pada hari perdagangan berikutnya saat pasar kembali buka.
Pada 26 Desember, pasar saham AS tetap beroperasi normal. Namun, pasar Australia, Selandia Baru, Hong Kong, Eropa, dan Kanada tutup pada hari tersebut.











