


Good Friday adalah hari raya keagamaan penting yang diperingati di berbagai negara di dunia, dengan dampak terhadap pasar keuangan yang sangat bergantung pada tradisi lokal dan regulasi masing-masing. Di Amerika Serikat, baik New York Stock Exchange (NYSE) maupun Nasdaq Stock Market ditutup pada Good Friday setiap tahun. Penutupan ini merupakan tradisi panjang yang telah berlangsung lebih dari satu abad dan dikonfirmasi setiap tahun melalui kalender resmi bursa yang dipublikasikan jauh sebelum hari raya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Good Friday umumnya jatuh pada akhir Maret atau awal April, sesuai kalender lunar yang menentukan tanggal Paskah. Pada hari ini, tidak ada aktivitas perdagangan di pasar ekuitas AS, sehingga semua sesi reguler, termasuk pra-pasar dan perdagangan di luar jam kerja, benar-benar dihentikan hingga hari kerja berikutnya. Para pelaku pasar harus memperhatikan bahwa penutupan ini bersifat total, bukan sesi perdagangan yang diperpendek, sehingga berbeda dari beberapa hari libur lain yang hanya menutup pasar lebih awal.
Perayaan Good Friday yang konsisten memungkinkan trader, investor, dan institusi keuangan untuk merencanakan aktivitas secara tepat. Kalender bursa biasanya diumumkan jauh sebelumnya, sehingga peserta pasar dapat menyesuaikan strategi dan mengelola posisi sebelum penutupan berlangsung.
Penutupan pasar saham AS pada Good Friday berakar pada sejarah dan regulasi yang telah berlangsung sejak akhir abad ke-19. NYSE telah memperingati hari raya ini sejak awal berdirinya, mencerminkan pengaruh besar tradisi Kristen dalam budaya keuangan dan bisnis Amerika. Meski Good Friday bukan hari libur federal di AS, bursa utama menetapkan hari ini sebagai hari non-perdagangan, menunjukkan penghormatan terhadap perayaan keagamaan.
Berdasarkan Securities Industry and Financial Markets Association (SIFMA), pasar obligasi juga memperingati penutupan terkait pada periode ini. Biasanya, pasar obligasi tutup lebih cepat pada Holy Thursday dan tetap tutup pada Good Friday. Penutupan yang terkoordinasi di berbagai segmen pasar keuangan ini memiliki beberapa tujuan penting: menjaga stabilitas pasar dengan memastikan akses setara bagi semua peserta, mencegah fragmentasi likuiditas antara pasar yang buka dan tutup, serta memungkinkan profesional keuangan dan staf untuk memperingati hari raya tanpa hambatan operasional.
Tradisi ini juga didasari pertimbangan praktis. Pada awal berdirinya NYSE, aktivitas perdagangan dilakukan di lantai fisik, sehingga hari raya keagamaan menjadi waktu istirahat penting bagi trader dan staf. Walaupun teknologi perdagangan elektronik saat ini memungkinkan operasi tanpa henti, tradisi ini tetap dijaga sebagai penghormatan terhadap sejarah dan manfaat penutupan pasar yang terkoordinasi.
Berbeda dengan pasar saham tradisional, bursa mata uang kripto beroperasi dengan model yang selalu aktif 24 jam sehari, 7 hari seminggu, termasuk pada Good Friday dan hari libur lainnya. Operasi tanpa jeda ini menjadi ciri khas utama pasar aset digital dan memberikan peluang sekaligus tantangan bagi para trader.
Sifat pasar kripto yang nonstop memungkinkan trader untuk mengelola portofolio dan merespons peristiwa pasar meski pasar tradisional tutup. Hal ini sangat menguntungkan pada masa volatilitas tinggi atau saat berita penting muncul di luar jam pasar. Data beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan di bursa kripto sering meningkat saat pasar tradisional tutup, termasuk Good Friday. Tren ini memperlihatkan bahwa sebagian trader memang mengalihkan fokus ke aset digital di periode tersebut.
Namun, operasi pasar kripto yang terus-menerus membuat manajemen risiko semakin kompleks. Tidak seperti pasar tradisional yang memiliki waktu penutupan untuk meninjau posisi, trader kripto harus senantiasa waspada atau menggunakan strategi perdagangan otomatis serta perintah stop-loss untuk mengelola risiko saat tidak dapat memantau pasar secara aktif.
Bagi trader yang aktif di pasar tradisional dan aset digital, Good Friday menjadi kesempatan untuk mendiversifikasi aktivitas perdagangan. Ketika posisi ekuitas membeku, portofolio kripto tetap bisa dikelola secara aktif, sehingga berpotensi menjadi strategi lindung nilai atau peluang alternatif untuk mencari keuntungan.
Rencanakan Lebih Awal: Karena pasar saham AS tutup pada Good Friday, pastikan Anda sudah menyesuaikan strategi perdagangan sebelum hari raya. Tinjau posisi terbuka, pasang perintah stop-loss jika perdagangan berlanjut dalam kondisi volatil, dan pastikan seluruh pesanan sensitif waktu sudah ditempatkan sebelum pasar tutup pada Holy Thursday.
Kelola Eksposur Risiko: Kurangi ukuran posisi atau lakukan lindung nilai sebelum hari raya, terutama jika Anda memegang posisi leverage atau opsi yang rentan terhadap penurunan nilai waktu selama penutupan. Gap pasar bisa terjadi saat perdagangan dibuka kembali, sehingga risiko kerugian tak terduga bisa muncul jika posisi tidak dikelola dengan baik.
Monitor Pasar Global: Saat pasar AS tutup, beberapa bursa internasional masih beroperasi atau memiliki jadwal berbeda. Pasar Eropa dan Asia dapat menjadi alternatif peluang perdagangan, meski likuiditas dan volume bisa berkurang akibat penutupan pasar AS. Teliti jadwal operasi pasar internasional dan sesuaikan dengan strategi Anda.
Jelajahi Perdagangan Kripto: Manfaatkan platform aset digital untuk mengakses pasar saat pasar tradisional tutup. Namun, pahami bahwa pola volatilitas dan likuiditas kripto dapat berbeda selama periode ini. Pastikan Anda memahami karakteristik perdagangan kripto sebelum mengalokasikan modal dalam jumlah besar.
Tetap Terinformasi: Selalu cek kalender dan pengumuman resmi bursa untuk informasi terkini jadwal perdagangan. Peristiwa tak terduga atau gangguan teknis kadang dapat mengubah jadwal, sehingga konfirmasi melalui sumber resmi sangat penting bagi operasional perdagangan profesional.
Tinjau Portofolio Anda: Gunakan penutupan pasar sebagai waktu untuk meninjau portofolio investasi secara menyeluruh, menilai ulang strategi, dan merencanakan sesi perdagangan mendatang tanpa tekanan pergerakan pasar aktif.
Banyak kesalahpahaman yang masih berkembang di kalangan trader tentang operasi pasar pada Good Friday, sehingga penting untuk meluruskan persepsi ini agar perencanaan perdagangan berjalan optimal.
Beberapa trader keliru mengira pasar saham AS selalu buka setiap Jumat atau hanya tersedia sesi perdagangan parsial pada Good Friday, seperti sesi yang diperpendek pada hari libur lain seperti sehari setelah Thanksgiving. Faktanya, sama sekali tidak ada perdagangan pada Good Friday untuk ekuitas AS. Pasar benar-benar tutup, termasuk pra-pasar dan perdagangan di luar jam.
Kesalahpahaman lain adalah anggapan bahwa semua pasar keuangan mengikuti jadwal libur yang sama. Sebenarnya, pasar berjangka dan sejumlah bursa internasional memiliki jadwal berbeda. Misalnya, pasar berjangka CME Group bisa beroperasi dengan jadwal khusus, dan beberapa pasar komoditas mungkin masih buka sebagian. Penting untuk memverifikasi status setiap pasar secara individual, bukan hanya berasumsi semua pasar tutup bersamaan.
Banyak trader baru juga percaya pasar kripto tutup pada hari libur tradisional. Seperti yang telah dijelaskan, bursa mata uang kripto beroperasi tanpa henti, sehingga peluang perdagangan tetap tersedia meski pasar tradisional tutup. Memahami perbedaan ini sangat penting untuk membangun strategi perdagangan lintas aset yang komprehensif.
Terakhir, terkadang ada kebingungan apakah Good Friday memengaruhi jadwal penyelesaian transaksi yang dilakukan sebelum hari raya. Walau pasar tutup untuk perdagangan, proses penyelesaian bisa tetap berlangsung di belakang layar, namun waktu pelaksanaannya mungkin disesuaikan dengan hari raya. Trader sebaiknya berkonsultasi dengan broker terkait jadwal penyelesaian transaksi di sekitar periode hari libur.
Tidak, pasar saham AS tutup pada Good Friday. Pada tahun 2026, Good Friday jatuh pada 3 April, dan seluruh bursa utama seperti NYSE dan Nasdaq akan tutup untuk hari libur federal ini.
Pada Good Friday, pasar saham dan obligasi AS tutup lebih awal. Pasar saham dan obligasi tutup pukul 17:00 waktu Eastern, sedangkan pasar komoditas tutup pukul 14:20 waktu Eastern.
Pasar saham AS tutup pada Good Friday. Volume perdagangan turun drastis sebelum dan sesudah hari raya, dengan volatilitas meningkat. Hindari transaksi besar di periode ini, terutama di sekitar peristiwa penting. Rencanakan lebih awal untuk mengelola risiko likuiditas dan fluktuasi harga secara optimal.
Pada Good Friday, pasar saham AS tutup, tetapi Anda bisa melakukan perdagangan melalui kontrak untuk selisih (CFDs) di sesi perdagangan yang diperpanjang. Alternatif lain adalah memanfaatkan pra-pasar, pasca-pasar, pasar valuta asing, atau pasar kripto. Perlu diwaspadai likuiditas yang rendah, volatilitas yang tinggi, dan biaya transaksi yang mungkin meningkat.
Tanggal penutupan utama pasar saham AS adalah 19 Januari (Martin Luther King Jr. Day), 4 Juli (Independence Day), 26 November (Thanksgiving), dan 25 Desember (Christmas). Penutupan lebih awal biasanya terjadi pada hari sebelum beberapa hari libur.
Good Friday menyebabkan penurunan volume perdagangan dan peningkatan volatilitas di pasar saham AS karena penutupan pasar lebih awal. Partisipasi yang lebih sedikit memicu pergerakan harga yang lebih lebar dan likuiditas yang berkurang bagi trader yang mengeksekusi posisi.











