

Perjalanan Jack Dorsey di dunia teknologi mulai dikenal luas sejak menciptakan Twitter pada tahun 2006, sebuah platform yang ia dirikan bersama Biz Stone, Evan Williams, dan Noah Glass. Twitter awalnya hadir sebagai layanan mikroblog dengan batas 140 karakter, namun dengan cepat berkembang menjadi platform global untuk komunikasi publik dan berbagi informasi secara real-time. Pengaruh Twitter terhadap media, politik, dan interaksi sosial sangat signifikan, memungkinkan penyebaran data secara instan dan menjadi alat utama dalam pergerakan seperti Arab Spring. Dorsey menjabat sebagai CEO sampai tahun 2008, kemudian kembali memimpin dari 2015 hingga 2021, membawa perusahaan melalui ekspansi besar, perubahan kebijakan, dan inovasi teknologi. Di bawah kepemimpinannya, Twitter bertransformasi dari layanan pesan sederhana menjadi ekosistem media sosial yang komprehensif dan secara mendasar mengubah cara masyarakat mengakses berita, berpartisipasi dalam diskusi publik, serta membangun komunitas di seluruh dunia.
Pada 2009, Dorsey mendirikan Square, Inc., perusahaan layanan keuangan dan pembayaran mobile yang mendemokratisasi pemrosesan pembayaran bagi bisnis kecil dan pedagang individu. Inovasi utama Square adalah card reader berbentuk persegi kecil yang bisa dihubungkan ke smartphone atau tablet, memungkinkan siapa saja menerima pembayaran kartu dengan investasi infrastruktur minimal. Inovasi ini mengubah lanskap transaksi keuangan dengan membuat pemrosesan pembayaran lebih mudah diakses oleh vendor independen, bisnis kecil, dan pengusaha yang sebelumnya menghadapi kendala besar. Di bawah kepemimpinan Dorsey, Square memperluas layanan ke program pinjaman Square Capital untuk modal kerja merchant, serta Cash App, layanan peer-to-peer payment yang mengubah cara individu mengelola uang digital. Dengan berbagai inovasi tersebut, Square menjadi pelopor revolusi fintech, menantang model perbankan tradisional dan membuka peluang baru untuk inklusi keuangan.
Dampak pasar dari usaha Dorsey terlihat dari adopsi luas dan pengaruh transformatif Twitter dan Square. Twitter kini melayani lebih dari 330 juta pengguna aktif di seluruh dunia dan menjadi sumber utama berita terkini, pembaruan real-time, serta komunikasi pribadi. Platform ini sangat penting bagi jurnalis, politisi, selebriti, dan pengguna umum yang ingin berbagi informasi serta berpartisipasi dalam percakapan publik. Square, yang kini berganti nama menjadi Block, Inc., juga mencatat pencapaian besar di sektor teknologi keuangan. Layanan Cash App saja digunakan oleh lebih dari 36 juta pengguna aktif bulanan pada tahun 2021, menunjukkan besarnya permintaan layanan keuangan sederhana dan mobile-first. Visi Dorsey mengintegrasikan layanan keuangan dengan teknologi mobile tidak hanya membawa perusahaannya menjadi pemimpin industri, tetapi juga mendorong inovasi di ekosistem fintech, menginspirasi banyak startup dan perusahaan besar untuk menciptakan produk keuangan yang lebih mudah diakses dan ramah pengguna.
Setelah mundur sebagai CEO Twitter pada akhir 2021, Dorsey fokus mengembangkan Block, Inc., dengan agenda ambisius untuk memperluas produk perusahaan dan mengintegrasikan fitur blockchain serta cryptocurrency canggih. Minat Dorsey pada sistem desentralisasi dan pengembangan open-source tercermin dari dukungan kuat terhadap Bitcoin dan pendirian dana pengembangan Bitcoin untuk mendukung infrastruktur serta ekosistem cryptocurrency. Upaya Dorsey dalam memajukan cryptocurrency dan blockchain menegaskan komitmennya untuk mendorong inovasi demi terciptanya sistem keuangan yang lebih terbuka, transparan, dan inklusif. Ia konsisten mempromosikan Bitcoin sebagai calon mata uang global dan berinvestasi besar dalam pengembangan alat dan layanan agar cryptocurrency lebih mudah diakses oleh masyarakat umum. Visi ini melampaui sekadar pemrosesan pembayaran, mencakup transformasi mendasar sistem keuangan di era digital.
Jack Dorsey sebagai pionir di bidang media sosial dan fintech telah menjadi figur kunci dalam perkembangan teknologi dan bisnis modern. Perusahaan yang ia dirikan, Twitter dan Square (sekarang Block), tidak hanya merevolusi industri masing-masing, tetapi juga menetapkan standar baru inovasi di era digital. Melalui Twitter, Dorsey mengubah cara komunikasi publik dan distribusi informasi, menciptakan platform yang kini menjadi bagian penting dari media dan diskusi sosial masa kini. Melalui Square dan Block, ia mendemokratisasi layanan keuangan, membuat pemrosesan pembayaran serta perbankan digital lebih mudah diakses oleh jutaan individu dan bisnis yang sebelumnya kurang terlayani oleh institusi keuangan tradisional. Seiring dengan perkembangan pasar dan munculnya teknologi baru, kontribusi Dorsey menyoroti titik temu penting antara teknologi, keuangan, dan interaksi sosial. Karya Dorsey tetap relevan di berbagai sektor termasuk media, ritel, keuangan digital, dan cryptocurrency, membuktikan dampak jangka panjang kepemimpinan visioner dalam membentuk ekonomi digital serta masyarakat modern.
Jack Dorsey adalah pendiri dan mantan CEO Twitter serta Square. Ia merupakan pengusaha pionir di bidang media sosial dan teknologi keuangan, berperan besar dalam pengembangan sistem pembayaran digital dan inovasi decentralized finance.
Jack Dorsey mendirikan Twitter dan Square. Twitter adalah platform media sosial untuk komunikasi global. Square merupakan perusahaan pembayaran mobile yang menyediakan solusi pembayaran bagi bisnis dan individu.
Jack Dorsey memandang Bitcoin sebagai mata uang, bukan sekadar cryptocurrency, menekankan nilai moneter serta potensi jangka panjangnya sebagai alat tukar. Ia percaya Bitcoin adalah inovasi keuangan sejati untuk pembayaran global.
Jack Dorsey mundur karena percaya Twitter siap berkembang tanpa pendirinya. Ia menyatakan keyakinan penuh pada CEO baru Parag Agrawal untuk memimpin pertumbuhan dan inovasi perusahaan.
Block menjalankan dua lini bisnis utama: ekosistem Square untuk solusi pembayaran merchant, dan Cash App untuk pembayaran peer-to-peer serta trading bitcoin bagi pengguna individu.
Filosofi manajemen Jack Dorsey menekankan desentralisasi, kesederhanaan, dan humanisasi. Ia mendorong teknologi yang melayani manusia, memandang Bitcoin sebagai alat pembayaran terdesentralisasi, bukan aset spekulatif. Ia percaya model bisnis terbuka dan transparan dapat memberdayakan individu serta mendorong demokratisasi keuangan.











