
Perjalanan Jack Dorsey di dunia teknologi mulai dikenal luas sejak ia mendirikan Twitter pada tahun 2006, bersama Biz Stone, Evan Williams, dan Noah Glass. Awalnya Twitter dirancang sebagai layanan mikroblogging dengan pesan-pesan singkat maksimal 140 karakter, namun dengan cepat berkembang menjadi platform global untuk komunikasi publik dan berbagi informasi secara real-time. Pengaruh Twitter terhadap media, politik, dan interaksi sosial sangat signifikan, memberikan akses langsung ke berita terkini dan menjadi alat utama dalam gerakan sosial seperti Arab Spring. Dorsey menjabat sebagai CEO hingga tahun 2008 dan kembali memimpin mulai 2015, mengarahkan perusahaan melalui ekspansi besar dan perubahan kebijakan. Selama masa kepemimpinannya, Twitter menjadi wadah utama diskursus publik, memungkinkan jutaan pengguna di seluruh dunia membagikan pemikiran, berita, dan pengalaman secara instan. Dampak Twitter meluas, mengubah cara jurnalis melaporkan berita, politisi berinteraksi dengan masyarakat, serta gerakan sosial mengorganisasi dan menggalang dukungan.
Pada tahun 2009, Dorsey mendirikan Square, Inc., perusahaan layanan keuangan dan pembayaran mobile yang memudahkan pelaku usaha kecil dan individu menerima pembayaran kartu melalui perangkat pembaca kartu berbentuk persegi yang terhubung ke ponsel atau tablet. Inovasi ini mendemokratisasi transaksi keuangan, sehingga pedagang independen dan bisnis kecil dapat bertransaksi lebih efisien tanpa harus menggunakan sistem point-of-sale tradisional yang mahal. Di bawah kepemimpinan Dorsey, Square memperluas layanan, meluncurkan Square Capital sebagai program pembiayaan modal kerja untuk UMKM, dan Cash App sebagai layanan pembayaran peer-to-peer yang mengubah cara orang mengelola uang secara digital. Cash App semakin populer berkat fitur seperti deposit langsung, perdagangan bitcoin, dan investasi saham, membuka akses layanan keuangan bagi generasi muda dan masyarakat yang belum terlayani bank. Ekosistem produk Square mewujudkan visi Dorsey untuk membangun platform keuangan terintegrasi yang melayani pedagang dan konsumen, menjembatani perbankan tradisional dengan keuangan digital modern.
Dampak pasar dari inovasi Dorsey terlihat dari adopsi luas Twitter dan Square. Twitter kini memiliki lebih dari 330 juta pengguna aktif global dan menjadi bagian penting dalam konsumsi berita harian serta komunikasi pribadi. Platform ini mengubah mendasar cara penyebaran informasi, menghadirkan update real-time selama peristiwa besar, serta melahirkan jurnalisme warga. Square, yang kini berganti nama menjadi Block, Inc., juga mencatat kemajuan besar di fintech, dengan Cash App mencatat lebih dari 36 juta pengguna aktif bulanan dalam beberapa tahun terakhir. Visi Dorsey mengintegrasikan layanan keuangan dengan teknologi mobile membawa perusahaannya ke garis depan sekaligus mendorong inovasi di seluruh industri fintech. Pendekatan pengembangan produk Dorsey mengutamakan pengalaman dan kemudahan akses pengguna, sehingga layanan keuangan yang kompleks menjadi sederhana dan intuitif bagi masyarakat luas. Keberhasilan kedua platform ini menginspirasi banyak startup dan perusahaan mapan untuk meninjau ulang strategi layanan digital, memicu efek domino di industri teknologi.
Setelah mundur dari posisi CEO Twitter pada akhir 2021, Dorsey memfokuskan perhatiannya pada Block, Inc. dengan tujuan memperluas portofolio produk dan mengintegrasikan lebih banyak fungsi blockchain serta cryptocurrency. Minatnya pada sistem terdesentralisasi dan pengembangan open-source terlihat dari dukungannya terhadap Bitcoin dan pendirian dana pengembangan Bitcoin. Dorsey secara terbuka meyakini bahwa Bitcoin adalah masa depan mata uang internet, dan ia aktif mendorong adopsinya sebagai alat inklusi serta pemberdayaan keuangan. Komitmennya terhadap pengembangan cryptocurrency menegaskan ambisinya untuk memperluas sistem keuangan yang terbuka dan inklusif. Di luar cryptocurrency, Dorsey juga berupaya mengembangkan platform media sosial terdesentralisasi yang memberikan kontrol lebih besar atas data dan konten kepada pengguna. Visi ini selaras dengan filosofi Dorsey untuk memberdayakan individu melalui teknologi dan mengurangi dominasi sentralisasi. Aspirasi masa depannya adalah terus mendorong inovasi di bidang keuangan digital dan komunikasi sosial.
Jack Dorsey merupakan pelopor di bidang media sosial dan fintech, menjadikannya salah satu figur utama dalam teknologi dan bisnis era modern. Inovasinya melalui Twitter dan Square (kini Block, Inc.) tidak hanya merevolusi industri masing-masing, tetapi juga menetapkan standar inovasi di era digital. Twitter mengubah cara orang berkomunikasi dan mengakses informasi, sedangkan Square membuka akses layanan keuangan bagi pelaku usaha kecil dan individu. Dengan terus berkembangnya pasar, kontribusi Dorsey menekankan pentingnya persimpangan antara teknologi, keuangan, dan interaksi sosial, sehingga karyanya relevan di berbagai sektor seperti media, ritel, dan keuangan digital. Meski tidak langsung terkait dengan platform perdagangan utama, pengaruh Dorsey menjalar ke seluruh ekosistem teknologi dan keuangan, memengaruhi berbagai layanan dan platform industri. Warisan Dorsey melampaui perusahaan yang ia dirikan, menginspirasi generasi wirausaha untuk memikirkan ulang peran teknologi sebagai solusi masalah nyata dan pencipta sistem yang lebih adil. Komitmennya terhadap open-source, desentralisasi, dan inklusi keuangan terus membentuk arah inovasi ekonomi digital.
Jack Dorsey adalah pendiri Twitter dan Square, pelopor pembayaran digital serta inovasi keuangan terdesentralisasi. Ia pernah menjabat sebagai CEO kedua perusahaan dan kini dikenal sebagai advokat utama Bitcoin dan teknologi blockchain di ekosistem web3.
Jack Dorsey mendirikan Twitter dan Square. Twitter merupakan platform media sosial yang memungkinkan pengguna berbagi pesan singkat secara global. Square adalah perusahaan pemrosesan pembayaran yang menyediakan alat bagi bisnis untuk menerima pembayaran kartu dan mengelola transaksi.
Jack Dorsey percaya Bitcoin mampu mendesentralisasi keuangan dan membuka peluang ekonomi global, khususnya di negara berkembang. Ia melihat Bitcoin sebagai transformasi sistem keuangan dan pendorong inovasi energi terbarukan. Ketertarikannya berkembang setelah menyaksikan potensi Bitcoin selama kunjungan ke Afrika pada 2019.
Jack Dorsey menjabat sebagai CEO Twitter dari 2015 hingga 2021. Ia mengundurkan diri untuk berfokus pada Square dan mengejar minatnya di bidang cryptocurrency serta protokol internet terdesentralisasi. Parag Agrawal kemudian menggantikannya sebagai CEO.
Block adalah platform layanan keuangan yang didirikan oleh Jack Dorsey, menyediakan solusi pemrosesan pembayaran dan layanan keuangan digital bagi bisnis dan individu secara global.
Jack Dorsey mengkritik Web3 karena didominasi modal ventura dan dinilai terlalu kabur serta komersial. Ia menekankan pentingnya desentralisasi sejati dibandingkan pengaruh korporasi.
Jack Dorsey mengedepankan desentralisasi dan gaya manajemen longgar. Ia memilih intervensi minimal, mengarahkan perusahaan ke pengembangan teknologi blockchain dan visi jangka panjang.
Jack Dorsey menjabat sebagai CEO Block dan fokus pada teknologi finansial serta layanan cryptocurrency. Ia juga aktif dalam inisiatif Web3 dan pengembangan Bitcoin.











