

Impermanent loss merupakan konsep fundamental dalam keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang berdampak pada penyedia likuiditas di protokol automated market maker (AMM). Artikel ini mengulas secara mendalam mekanisme impermanent loss, faktor penyebab, metode perhitungan, serta strategi mitigasi yang dapat diterapkan.
Protokol Automated Market Maker (AMM) mengandalkan liquidity pool untuk mendukung pertukaran token. Dana pada pool berasal dari liquidity provider (LP) yang menyetorkan pasangan aset dengan rasio tertentu, umumnya 50/50. Sebagai imbalan, LP memperoleh token LP sebagai bukti kepemilikan proporsi pool dan hak atas bagian biaya transaksi.
Impermanent loss adalah potensi penurunan nilai aset yang mungkin dialami LP ketika menyediakan likuiditas di protokol AMM. Fenomena ini terjadi akibat volatilitas harga aset kripto dan mekanisme AMM yang mempertahankan rasio aset menggunakan rumus produk konstan.
Impermanent loss terjadi ketika harga aset dalam liquidity pool berubah secara signifikan dibandingkan saat deposit awal. Ketika AMM menyeimbangkan kembali aset untuk mempertahankan rumus produk konstan, nilai porsi LP dapat berbeda dari nilai setoran awal, sehingga berpotensi lebih rendah dibandingkan jika aset hanya disimpan tanpa dipool-kan.
Menghitung impermanent loss dilakukan dengan membandingkan nilai aset jika disimpan di luar pool dan nilainya di dalam pool setelah terjadi perubahan harga. Dengan rumus produk konstan (x * y = k), dapat dianalisis penyesuaian rasio aset dalam pool akibat fluktuasi harga dan dihitung besaran impermanent loss untuk LP.
Berbagai strategi berikut dapat digunakan untuk memitigasi risiko impermanent loss:
Walaupun dinamakan "impermanent", kerugian ini tidak selalu bersifat permanen. Impermanent loss baru menjadi permanen jika LP menarik aset dari pool. Namun, bila harga aset kembali ke posisi semula sebelum penarikan, kerugian dapat pulih. Biaya trading yang diperoleh selama periode penyediaan likuiditas juga dapat membantu mengurangi sebagian kerugian.
Pemahaman yang mendalam tentang impermanent loss sangat penting bagi peserta penyediaan likuiditas di ekosistem DeFi. Meskipun terdapat risiko, strategi cermat dan kewaspadaan pasar dapat membantu meminimalkan dampaknya. Seiring evolusi ekosistem DeFi, berbagai solusi inovatif kemungkinan akan bermunculan untuk mengatasi tantangan ini, sehingga menjadi bidang strategis untuk riset dan pengembangan lanjutan di dunia kripto.
Seorang liquidity provider menyetorkan aset senilai US$10.000 berupa ETH dan USDT ke dalam pool. Jika harga ETH naik dua kali lipat, pool akan menyeimbangkan kembali sehingga jumlah token ETH berkurang. Nilai aset provider kini kurang dari US$20.000, menggambarkan terjadinya impermanent loss.
Pilih pasangan aset dengan volatilitas rendah pada liquidity pool. Lakukan transaksi dengan timing yang tepat dan rebalancing secara berkala. Pertimbangkan staking satu sisi atau alternatif yield farming.
Impermanent loss bisa sangat signifikan, namun tingkat keparahannya tergantung pada volatilitas harga dan lamanya aset berada dalam pool. Dengan strategi dan penilaian risiko yang matang, risiko ini dapat dikendalikan dan bahkan bisa diimbangi oleh biaya trading serta reward.
Impermanent loss adalah potensi kerugian yang dialami penyedia likuiditas di pool AMM akibat volatilitas harga aset kripto, sehingga memengaruhi nilai aset yang dipoolkan.











