

Beberapa tahun terakhir, kemudahan membelanjakan cryptocurrency seperti uang tunai telah menjadi kenyataan. Artikel ini membahas berbagai metode dan solusi untuk menggunakan aset digital dalam transaksi sehari-hari, mulai dari belanja online, pembayaran tagihan, hingga biaya perjalanan.
Belanja crypto layaknya tunai berarti menggunakan aset digital secara mulus dalam aktivitas harian. Bagian ini membandingkan crypto dengan uang tunai konvensional, menyoroti perbedaan utama seperti kontrol, volatilitas, regulasi, keamanan, privasi, dan aksesibilitas. Bagian ini juga merinci alat utama yang dibutuhkan, termasuk crypto wallet, jenis cryptocurrency yang didukung, serta verifikasi KYC untuk kartu pembayaran crypto.
Bagian ini membahas aplikasi nyata penggunaan cryptocurrency untuk kebutuhan sehari-hari:
Sektor perjalanan dan hospitality kini mulai menerima pembayaran cryptocurrency, memberikan peluang baru bagi wisatawan:
Pemilihan kartu crypto yang sesuai sangat penting untuk memperoleh manfaat maksimal dan menekan biaya. Bagian ini membandingkan tipe kartu crypto (debit, kredit, dan prabayar) beserta fiturnya. Juga diulas keunggulan kartu crypto seperti biaya rendah, rewards, serta integrasi dengan perangkat mobile.
Integrasi cryptocurrency dalam transaksi harian telah mengubah cara masyarakat memanfaatkan aset digital. Dengan hadirnya kartu crypto dan makin luasnya penerimaan mata uang digital di merchant global, belanja crypto layaknya tunai kini menjadi solusi yang praktis. Perubahan ini memberi konsumen lebih banyak opsi pembayaran sekaligus membuka akses ke fleksibilitas keuangan dan keterjangkauan global di era digital.
Benar, pada tahun 2010 seorang programmer membayar 10.000 BTC untuk dua pizza, yang saat itu bernilai sekitar $41. Kini, nilai tersebut setara jutaan dolar dan menjadi kisah Bitcoin yang legendaris.
Per 27 November 2025, $100 Bitcoin setara kurang lebih $3.500 dolar AS, berdasarkan proyeksi tren pasar dan prediksi pertumbuhan Bitcoin.











