
Di dunia cryptocurrency, keamanan penyimpanan aset digital menjadi prioritas utama. Artikel ini mengulas konsep paper wallet, manfaat, kelemahan, dan relevansinya dalam lanskap crypto saat ini.
Paper wallet adalah dokumen fisik yang memuat public key dan private key yang diperlukan untuk transaksi cryptocurrency. Ini merupakan bentuk cold storage, yakni tidak terhubung ke internet sehingga sangat aman dari risiko online. Paper wallet terdiri atas deretan karakter alfanumerik dan QR code yang merepresentasikan key, yang dihasilkan melalui key generator khusus.
Paper wallet memiliki sejumlah keunggulan:
Terlepas dari kelebihannya, paper wallet memiliki sejumlah kelemahan:
Walaupun paper wallet sangat aman jika dikelola secara benar, kini metode ini tidak lagi dianggap sebagai pilihan teraman untuk menyimpan crypto. Hardware wallet modern menawarkan tingkat keamanan sepadan dengan kemudahan dan daya tahan yang lebih baik.
Pembuatan paper wallet dilakukan dengan generator melalui tahapan berikut:
Untuk memperkuat keamanan paper wallet:
Meskipun paper wallet pernah menjadi pilihan utama, saat ini dianggap sudah usang dibandingkan hardware wallet. Hardware wallet menawarkan kepraktisan dan daya tahan yang lebih unggul, meski dengan harga lebih tinggi.
Paper wallet merupakan cara penyimpanan cryptocurrency yang murah dan offline. Meski menawarkan perlindungan kuat dari ancaman online, kerentanan terhadap kerusakan fisik dan munculnya alternatif yang lebih praktis membuat popularitasnya menurun. Untuk sebagian besar pengguna, hardware wallet modern memberikan keseimbangan terbaik antara keamanan dan kemudahan di ekosistem crypto saat ini.
Paper wallet adalah dokumen fisik yang mencetak private key dan alamat cryptocurrency untuk penyimpanan offline. Cara ini dianggap aman untuk melindungi aset crypto dari risiko online.
Buat key menggunakan aplikasi paper wallet, cetak secara aman, lalu simpan kertas di tempat yang aman. Metode ini menyimpan crypto secara offline.
Paper wallet memberikan perlindungan offline dari serangan siber, namun risiko kehilangan fisik atau kerusakan membuatnya kurang ideal untuk penyimpanan jangka panjang di tahun 2025.











