
Sejak diluncurkan pada tahun 2009, Bitcoin (BTC) telah menjadi mata uang kripto utama. Pengaruhnya terhadap seluruh ekosistem kripto tak terbantahkan, sehingga menjadi faktor penting yang harus dipantau oleh para trader dan investor. Artikel ini membahas konsep Bitcoin dominance, signifikansinya, faktor-faktor yang memengaruhi, serta keandalannya sebagai indikator pasar.
Bitcoin dominance adalah metrik yang mengukur nilai pasar Bitcoin dibandingkan total pasar cryptocurrency. Perhitungan ini menggunakan rumus berikut:
Bitcoin dominance = Kapitalisasi pasar BTC / Kapitalisasi pasar cryptocurrency global
Persentase ini menunjukkan porsi kapitalisasi pasar cryptocurrency global yang dipegang oleh Bitcoin. Sebagai contoh, jika kapitalisasi pasar Bitcoin adalah US$500 miliar dan kapitalisasi pasar kripto global sebesar US$1,5 triliun, maka dominance BTC sebesar 33,33%.
BTC dominance adalah alat penting bagi investor untuk memantau pergerakan dana dalam ekosistem cryptocurrency. Metrik ini memberikan gambaran tentang sentimen pasar dan toleransi risiko. Penurunan BTC dominance umumnya mengindikasikan meningkatnya minat terhadap cryptocurrency alternatif, sedangkan kenaikan dominance menunjukkan peralihan ke aset “aman” Bitcoin.
Secara historis, BTC dominance sering digunakan untuk mengantisipasi tren pasar. Misalnya, pada bull run sebelumnya, penurunan BTC dominance diikuti lonjakan harga altcoin. Sebaliknya, saat bull market berakhir, dominance BTC meningkat tajam, menandakan fase bear market.
Beberapa faktor yang memengaruhi dominasi pasar Bitcoin antara lain:
Sentimen pasar: Optimisme (bullish) atau pesimisme (bearish) di pasar sangat memengaruhi BTC dominance.
Berita: Peristiwa besar di industri kripto, seperti perubahan regulasi atau berita adopsi, berdampak pada perilaku investor dan BTC dominance.
Data makroekonomi: Indikator ekonomi makro seperti inflasi, PDB, dan tingkat pengangguran memengaruhi minat investor terhadap cryptocurrency.
Cryptocurrency baru: Kehadiran aset digital baru dapat mengurangi pangsa pasar Bitcoin, sehingga menurunkan skor dominasinya.
Meskipun BTC dominance selama ini menjadi metrik yang berguna, keandalannya sebagai indikator pasar kini semakin dipertanyakan. Meningkatnya jumlah cryptocurrency alternatif dan stablecoin membuat interpretasinya lebih kompleks.
Penurunan BTC dominance belum tentu menandakan melemahnya pengaruh Bitcoin, melainkan mencerminkan diversifikasi pasar kripto. Selain itu, maraknya penggunaan stablecoin untuk lindung nilai volatilitas pasar turut mengubah dinamika respons investor terhadap kondisi pasar.
Bitcoin dominance tetap menjadi metrik penting di pasar cryptocurrency yang memberikan wawasan tentang tren pasar dan perilaku investor. Namun, seiring perkembangan ekosistem kripto, penting untuk mempertimbangkan metrik ini bersama indikator lain demi analisa pasar yang komprehensif. Meski BTC dominance bermanfaat, investor perlu memahami keterbatasannya serta dinamika pasar cryptocurrency yang terus berubah dalam mengambil keputusan investasi.
Grafik Bitcoin dominance menampilkan kapitalisasi pasar BTC sebagai persentase dari total kapitalisasi pasar kripto. Kenaikan dominance menunjukkan BTC mengungguli altcoin, sedangkan penurunan menandakan altcoin memperoleh pangsa pasar lebih besar.
Analisis tren pasar, pantau performa altcoin, amati pergerakan harga Bitcoin, dan nilai sentimen pasar kripto secara keseluruhan untuk memproyeksikan BTC dominance.
BTC dominance meningkat saat Bitcoin mengungguli altcoin, biasanya ketika terjadi ketidakpastian pasar atau bertambahnya minat institusi pada Bitcoin.






