
Pasar cryptocurrency terkenal sangat volatil, namun ada periode di mana seluruh sektor mengalami penurunan berkepanjangan. Fenomena ini dikenal sebagai "crypto winter" dan merupakan masa yang penuh tantangan bagi investor maupun penggemar. Artikel ini membahas konsep penurunan pasar berkepanjangan, karakteristik, penyebab, durasi, serta strategi untuk melewati masa sulit tersebut.
Penurunan pasar crypto berkepanjangan adalah periode berlarut-larut di mana harga cryptocurrency rendah dan aktivitas perdagangan menurun drastis. Biasanya terjadi setelah kejatuhan pasar yang signifikan dan dicirikan oleh kurangnya antusiasme serta momentum di ekosistem crypto. Pada masa ini, FOMO (fear of missing out) berganti menjadi ketakutan akan kerugian lebih lanjut, sehingga banyak trader memilih pendekatan lebih hati-hati.
Beberapa indikator utama untuk mengidentifikasi fase penurunan pasar berkepanjangan antara lain:
Beberapa faktor yang memicu penurunan pasar crypto berkepanjangan di antaranya:
Durasi penurunan pasar crypto berkepanjangan sangat bervariasi dan tidak tetap. Umumnya berlangsung selama satu tahun atau lebih. Sebagian komunitas crypto mempercayai teori siklus empat tahun, yang menyatakan bahwa penurunan pasar berakhir sekitar dua hingga tiga tahun setelah Bitcoin halving besar. Namun, teori ini bersifat spekulatif dan tidak dapat memprediksi waktu maupun durasi penurunan secara pasti.
Per November 2025, pasar crypto telah mengalami fluktuasi besar sejak penurunan signifikan terakhir. Meski sulit memastikan berapa lama kondisi saat ini akan berlangsung, pola historis menunjukkan fase pemulihan biasanya mengikuti periode penurunan yang berkepanjangan.
Walau penuh tantangan, ada beberapa strategi yang dapat diterapkan trader dan investor untuk menghadapi penurunan pasar berkepanjangan:
Penurunan pasar crypto berkepanjangan adalah bagian tak terelakkan dari siklus pasar cryptocurrency. Meski menantang dan bisa membuat patah semangat, periode ini memberikan peluang bagi investor yang sabar dan strategis. Dengan memahami karakteristik, pemicu, dan menerapkan strategi yang tepat, investor dapat menavigasi masa sulit ini dan berpotensi bangkit lebih kuat saat pasar pulih.
Crypto winter umumnya berlangsung 12–18 bulan, namun durasinya bisa berbeda. Winter saat ini, dimulai tahun 2022, kemungkinan berakhir pada 2025 seiring membaiknya kondisi pasar.
Tidak, crypto winter adalah periode bearish yang berkepanjangan di pasar cryptocurrency, ditandai oleh harga menurun dan aktivitas trading yang rendah.
Selama crypto winter, harga jatuh tajam, volume trading menurun, dan sentimen investor menjadi bearish. Banyak proyek kesulitan, pendanaan terbatas, dan industri berfokus pada pengembangan serta inovasi.
Ya, crypto winter bersifat siklus. Winter berikutnya kemungkinan terjadi pada 2026–2027, setelah Bitcoin halving dan potensi pasar yang terlalu panas. Namun, kemungkinan durasinya lebih singkat dan dampaknya tidak separah sebelumnya.











