
Kontraksi tajam open interest futures dari level tertinggi historis menunjukkan perubahan besar dalam perilaku dan kepercayaan pelaku pasar. Penurunan open interest dari level tinggi biasanya menjadi indikasi bahwa trader mulai menutup posisi dan mengurangi eksposur derivatif—pola yang secara langsung mencerminkan penurunan keyakinan pelaku pasar.
Penurunan open interest futures merupakan sinyal penting di pasar derivatif karena mengungkapkan tingkat partisipasi nyata, bukan sekadar pergerakan harga. Penurunan open interest yang disertai tekanan harga menandakan trader kurang percaya diri terhadap arah pasar saat ini, karena mereka lebih memilih menutup posisi untung daripada menambah eksposur. Ini menandakan pelemahan keyakinan pasar secara mendasar—semakin sedikit pelaku yang mau menempatkan modal di posisi futures directional.
Dampaknya lebih dari sekadar likuidasi posisi. Open interest yang lebih rendah membuat pasar menjadi tipis, memperbesar volatilitas harga dan memperkecil kedalaman likuiditas. Kondisi ini menantang bagi trader yang ingin masuk atau keluar posisi besar tanpa memicu pergerakan harga signifikan. Selain itu, penurunan open interest sering kali mendahului periode konsolidasi atau pembalikan tren, sehingga pemantauan menjadi sangat penting bagi pelaku pasar derivatif.
Trader institusi dan operator pasar profesional memantau tren open interest karena indikator ini mencerminkan sentimen kolektif yang tidak selalu tercermin pada data harga. Penurunan berkelanjutan dari puncak miliaran dolar menandakan peninjauan ulang mendasar atas toleransi risiko pasar, memberikan wawasan penting tentang potensi perubahan struktur pasar di masa depan.
Menjelang akhir tahun, funding rate mengalami kompresi signifikan akibat aktivitas de-risking secara luas di pasar derivatif. Laporan Chief Economists Outlook dari World Economic Forum menunjukkan 56% ekonom memperkirakan pelemahan ekonomi global pada 2025, meningkatkan aversi risiko institusi dan strategi pengurangan margin. Tekanan de-risking ini mendorong funding rate turun, terutama saat pelaku pasar melepas posisi leverage.
Kadaluwarsa opsi senilai US$270 miliar menambah kompleksitas, menciptakan risiko likuidasi besar yang menambah tekanan pada funding rate. Saat posisi derivatif besar kadaluwarsa bersamaan, terutama di akhir tahun, gelombang penutupan posisi memicu likuidasi di berbagai aset terkait. Peristiwa ini menjadi katalis utama yang memperkuat kompresi funding rate yang telah terjadi akibat de-risking.
Risiko likuidasi meningkat saat funding rate turun tajam, karena trader bermargin tipis terpaksa harus menutup posisi. Kombinasi de-risking akhir tahun, kadaluwarsa opsi, dan kompresi funding rate menciptakan situasi sangat volatil. Trader profesional memantau sinyal funding rate sebagai indikator awal potensi cascade likuidasi. Memahami respons funding rate terhadap tekanan de-risking dan event kadaluwarsa besar sangat penting untuk navigasi derivatif di periode ketidakpastian tinggi.
Dalam menganalisis dinamika pasar derivatif, long-short ratio adalah indikator utama posisi pelaku pasar. Ketidakseimbangan ke arah posisi short menunjukkan trader semakin bearish, bertaruh pada penurunan harga. Posisi ini menjadi sangat penting ketika dikombinasikan dengan Relative Strength Index (RSI), osilator momentum yang mengukur kecepatan dan besarnya perubahan harga.
RSI menggunakan skala 0-100, dengan 50 sebagai titik netral. Jika RSI turun di bawah 50, itu menandakan momentum turun menguat dibanding naik, memperkuat sentimen bearish dan dominasi posisi short. Konvergensi indikator teknikal dan struktur pasar derivatif ini menciptakan sinyal sentimen pasar yang kuat.
Pada aset seperti VELO, yang mengalami tekanan turun signifikan, kombinasi dominasi short dan RSI di bawah 50 menunjukkan pandangan bearish terkoordinasi di kalangan trader derivatif. Hal ini menegaskan sentimen negatif yang bersifat struktural, bukan sekadar siklus. Ketidakseimbangan long-short ratio berpotensi semakin memperkuat tekanan jual di pasar spot seiring makin banyaknya trader membuka posisi short.
Memahami sinyal pasar derivatif ini membantu pelaku pasar mengenali periode ekstrem posisi. Ketika posisi short mendominasi dan indikator teknikal mengonfirmasi kondisi bearish, risiko bagi trader bullish meningkat. Namun, ketidakseimbangan ekstrem juga bisa mendahului pembalikan, karena posisi short yang terlalu penuh bisa memicu likuidasi mendadak dan rebound harga. Memantau long-short ratio, level RSI, dan funding rate memberi konteks penting bagi trader derivatif di lingkungan pasar yang volatil.
Saat trader leverage menghadapi pergerakan harga cepat yang melebihi margin, siklus destruktif dimulai. Mekanisme auto-deleveraging aktif, memicu likuidasi paksa posisi leverage tinggi di berbagai bursa. Rangkaian likuidasi ini memperkuat volatilitas melalui mekanisme berulang yang meningkatkan pembalikan harga.
Mekanismenya sederhana tapi merusak. Ketika harga jatuh tajam, posisi long mengalami kerugian besar secara cepat. Studi menunjukkan lebih dari 90% likuidasi saat penurunan harga mendadak berasal dari posisi long, menciptakan gelombang pesanan jual yang membanjiri order book. Arus pesanan paksa ini sangat menguras likuiditas, memaksa eksekusi di harga yang makin buruk. Setiap likuidasi memicu margin call bagi trader yang berdekatan, memperpanjang cascade.
Data pasar menunjukkan betapa kuat efek ini. Volume likuidasi harian berkorelasi 0,75 atau lebih dengan indeks volatilitas, sehingga saat cascade likuidasi meningkat, turbulensi pasar juga naik. Altcoin dengan likuiditas tipis mengalami tingkat likuidasi 2–4 kali lebih cepat dibanding Bitcoin pada saat-saat seperti ini, karena order book yang tipis memperbesar dampak harga.
Dampak cascade melampaui harga sesaat. Penjualan paksa yang masif mendorong funding rate melonjak, menandakan tekanan ekstrem. Open interest turun saat posisi ditutup paksa, dan struktur mikro pasar memburuk. Setelah cascade reda, harga akhirnya normal kembali ketika likuiditas pulih. Memahami dinamika cascade likuidasi sangat penting bagi trader derivatif, terutama selama periode volatilitas tinggi dengan margin call beruntun.
Open Interest adalah jumlah total kontrak futures aktif di pasar. Kenaikan open interest menunjukkan modal baru masuk, mencerminkan partisipasi yang meningkat dan potensi kekuatan tren. Sebaliknya, penurunan open interest menandakan trader menutup posisi dan minat pasar menurun.
Funding Rate adalah mekanisme biaya pada perpetual contract untuk menyelaraskan harga kontrak dengan harga spot. Funding rate positif menandakan sentimen bullish; negatif menandakan sentimen bearish. Mekanisme ini langsung memengaruhi biaya kepemilikan dan profitabilitas trader melalui transfer biaya antara posisi long dan short.
Data likuidasi menunjukkan di mana trader menghadapi exit paksa pada berbagai level harga, sehingga mengidentifikasi zona support dan resistance. Klaster likuidasi tinggi menandakan kerentanan terhadap pergerakan harga tajam, sedangkan likuidasi yang jarang berarti pasar lebih stabil dan risiko langsung rendah.
Pantau open interest untuk memastikan arah pasar dan kekuatan tren. Gunakan funding rate untuk mengukur sentimen pasar—funding rate tinggi menandakan posisi long terlalu panas, funding rate rendah atau negatif menunjukkan dominasi short. Analisis level likuidasi sebagai zona support dan resistance utama. Kenaikan open interest dan harga menandakan masuknya modal baru; penurunan open interest saat harga naik menunjukkan short covering, bukan kekuatan beli baru. Gabungkan sinyal-sinyal ini untuk timing entry dan exit yang optimal.
Open interest dan funding rate tinggi menandakan sentimen bullish yang kuat dengan posisi long agresif di pasar. Biasanya ini menunjukkan trader terlalu berlebihan sehingga berpotensi memicu pembalikan atau koreksi harga signifikan.
Indikator pasar derivatif seperti open interest futures dan funding rate terhubung ke harga spot melalui sentimen dan posisi pasar. Kenaikan open interest dan harga menandakan momentum bullish yang kuat, sedangkan funding rate tinggi menunjukkan posisi long leverage yang bisa memicu koreksi harga saat lonjakan likuidasi.
Pantau open interest naik, funding rate tinggi, dan volume likuidasi bertambah. Posisi leverage tinggi dengan eksposur long atau short terpusat menandakan risiko berlebihan. Pertumbuhan open interest yang cepat dan funding rate positif secara konsisten menunjukkan kondisi overleverage yang rawan koreksi dan cascade likuidasi mendadak.
VELO coin adalah aset digital yang berfokus pada skalabilitas dan inklusi keuangan. Koin ini menawarkan layanan keuangan efisien dan mentransformasi sistem keuangan tradisional. Fitur utama: skalabilitas tinggi, efisiensi, dan akses keuangan luas bagi pengguna global.
Beli VELO coin melalui exchange terdesentralisasi (DEX) seperti Uniswap dan SushiSwap menggunakan wallet Web3 seperti Metamask atau TrustWallet. Hubungkan wallet, tukar ke VELO, dan kelola aset Anda secara aman.
VELO menghadapi pengawasan regulasi, celah kepatuhan AML, dan isu transparansi audit. Risiko utama: persyaratan pengungkapan keamanan siber SEC, tantangan pemantauan lintas negara, serta hambatan adopsi institusional. Pantau perubahan regulasi dan lakukan due diligence menyeluruh sebelum berinvestasi.
VELO coin menggunakan teknologi blockchain dengan fokus pada skalabilitas dan interoperabilitas. Tim inti terdiri dari profesional berpengalaman rata-rata lebih dari 10 tahun di keuangan dan industri tradisional, memastikan eksekusi proyek yang solid dan pemahaman pasar mendalam.
VELO coin menawarkan biaya transaksi jauh lebih rendah dibanding Bitcoin dan Ethereum, memungkinkan pembayaran lintas batas yang efisien. Skalabilitas dan kecepatan transaksi yang tinggi memberikan keunggulan kompetitif untuk settlement global dan inklusi keuangan.
VELO coin memiliki potensi pertumbuhan kuat hingga 2025-2026. Analisis pasar menunjukkan momentum positif dengan proyeksi ekspansi adopsi dan volume transaksi. Roadmap proyek menitikberatkan integrasi blockchain dan pengembangan ekosistem, memposisikan VELO untuk apresiasi signifikan di tahun-tahun mendatang.











