


Stock split 2 banding 1 adalah aksi korporasi yang sederhana namun strategis, dan telah lama diterapkan oleh banyak perusahaan lintas sektor. Dalam mekanisme ini, setiap investor akan memperoleh satu saham tambahan untuk setiap saham yang dimiliki, sehingga total kepemilikannya menjadi dua kali lipat. Namun, harga per saham juga otomatis dibagi dua, sehingga nilai investasi keseluruhan tetap sama pada saat aksi korporasi dilakukan.
Agar lebih jelas, berikut contoh konkret: jika Anda memiliki 100 saham dengan harga $50 per saham (total nilai: $5.000), setelah stock split 2 banding 1 Anda akan memegang 200 saham dengan harga $25 per saham (total nilai tetap: $5.000). Penyesuaian ini secara matematis memastikan jumlah saham naik, tetapi persentase kepemilikan dan nilai investasi Anda tidak berubah.
Stock split tidak menyebabkan dilusi perusahaan maupun investasi Anda. Sebaliknya, jumlah saham beredar di pasar meningkat sehingga saham menjadi lebih terjangkau bagi lebih banyak investor, khususnya investor ritel yang semula tidak mampu membeli di harga tinggi. Dalam konteks kripto, perusahaan seperti ETHZilla yang beroperasi di persimpangan keuangan tradisional dan aset digital, dapat memanfaatkan stock split untuk mengubah dinamika likuiditas dan volume perdagangan, sehingga saham menjadi lebih menarik bagi investor institusi maupun individu.
Banyak perusahaan memilih stock split 2 banding 1 untuk membuat saham lebih terjangkau dan menarik secara psikologis bagi investor ritel. Jika harga saham terus naik secara signifikan—bahkan hingga ratusan atau ribuan dolar per lembar—saham menjadi kurang terjangkau bagi investor bermodal kecil yang ingin membeli saham penuh, bukan pecahan. Melalui stock split, harga per saham turun tetapi kapitalisasi pasar tidak berubah, sehingga perusahaan menciptakan persepsi harga lebih terjangkau tanpa mengubah nilai fundamental.
Dari perspektif perilaku keuangan, harga saham yang lebih rendah menciptakan efek psikologis di mana investor menilai saham sebagai lebih "terjangkau" atau memiliki "ruang tumbuh", meski nilai dasarnya tetap sama. Efek ini dapat mendorong peningkatan aktivitas perdagangan dan memperluas basis pemegang saham, yang dianggap menguntungkan untuk stabilitas dan kehadiran pasar jangka panjang.
Contoh kasus di aset digital, ETHZilla, sebuah perusahaan treasury berbasis Ethereum, melakukan reverse split 1 banding 10 pada 15 Oktober 2023. Reverse split ini kebalikan dari stock split 2 banding 1 (menggabungkan saham, bukan membaginya), namun menunjukkan pemanfaatan mekanisme stock split untuk mengelola persepsi harga saham dan sentimen investor. Langkah ETHZilla berikutnya, seperti penjualan ether senilai sekitar $40 juta untuk buyback saham, menunjukkan bahwa strategi manajemen treasury dan penyesuaian struktur saham dapat berdampak besar pada dinamika pasar dan sentimen investor di lanskap kripto-ekuitas yang terus berkembang.
Bagi investor, stock split 2 banding 1 memang tidak mengubah nilai total portofolio, tetapi berdampak pada sejumlah aspek sekunder. Stock split biasanya meningkatkan likuiditas dan volume perdagangan, karena harga saham yang lebih rendah menjadikan pasar lebih mudah diakses oleh lebih banyak investor. Likuiditas yang meningkat ini membuat spread bid-offer lebih ketat dan proses penemuan harga lebih efisien.
Pada sektor kripto yang sangat volatil dan bergerak cepat, stock split pada saham terkait kripto dapat mengubah persepsi dan cara perdagangan saham terhadap aset digital yang mendasarinya. Harga saham yang lebih rendah sering kali menarik investor baru yang ingin berinvestasi di aset digital melalui ekuitas tradisional, bukan membeli kripto secara langsung.
Berdasarkan pernyataan pers ETHZilla pada 24 Oktober 2023, perusahaan telah melakukan buyback sekitar 600.000 saham biasa senilai kurang lebih $12 juta, dengan tujuan menutup diskon terhadap nilai aktiva bersih (NAV). Program buyback yang dikombinasikan dengan strategi stock split dapat berdampak besar pada dinamika penawaran-permintaan saham perusahaan. Dengan mengurangi jumlah saham beredar lewat buyback dan membuat sisa saham lebih mudah diakses lewat split, perusahaan berupaya mengoptimalkan struktur modal dan nilai pemegang saham.
Namun, sebagaimana dicatat analis pasar dan pengamat industri, manuver ini juga dapat memunculkan pertanyaan tentang stabilitas aset dasar dan strategi jangka panjang perusahaan, khususnya jika perusahaan menjual aset inti seperti ETH untuk mendanai buyback. Hal tersebut menimbulkan potensi konflik antara pengelolaan harga saham jangka pendek dengan strategi akumulasi aset jangka panjang.
Perlu diingat, meski stock split 2 banding 1 membuat saham lebih mudah diakses dan berpotensi meningkatkan aktivitas perdagangan, langkah ini tidak serta-merta menambah nilai fundamental perusahaan atau menjamin kinerja masa depan. Investor harus mempertimbangkan konteks pasar secara menyeluruh, fundamental perusahaan, rekam jejak manajemen, dan perkembangan seperti buyback ETHZilla serta dampaknya pada NAV per saham dalam pengambilan keputusan investasi.
Salah satu kekeliruan investor baru adalah menganggap stock split 2 banding 1 otomatis membuat saham lebih bernilai atau jadi peluang beli. Faktanya, stock split hanya mengubah jumlah dan harga saham, bukan nilai pasar perusahaan atau prospek bisnisnya. Kapitalisasi pasar—harga saham dikali jumlah saham beredar—tetap sama setelah split.
Kesalahpahaman lain adalah stock split selalu sinyal positif yang menandakan kepercayaan manajemen terhadap pertumbuhan. Walau stock split kerap menunjukkan kenaikan harga saham (sering dilihat positif), aksi ini juga bisa digunakan untuk mengelola persepsi harga saham, memenuhi syarat pencatatan bursa, atau merespons persaingan. Motivasi split sangat beragam, sehingga investor perlu memahami strategi perusahaan secara menyeluruh, bukan sekadar melihat aksi korporasinya.
Dalam dunia kripto dan aset digital, risiko tambahan muncul saat perusahaan menjual aset inti dalam jumlah besar untuk mendanai buyback atau aksi korporasi lain. Seperti yang terjadi pada ETHZilla, langkah ini bisa menimbulkan keraguan pada komitmen jangka panjang perusahaan terhadap strategi akumulasi asetnya dan berpotensi meningkatkan volatilitas. Investor harus menilai apakah kebijakan perusahaan sejalan dengan misi yang dicanangkan dan apakah manajemen harga saham jangka pendek lebih diprioritaskan dibanding penciptaan nilai jangka panjang.
Bagi Anda yang tertarik berdagang atau berinvestasi di perusahaan aset digital, penting memahami secara menyeluruh interaksi aksi korporasi seperti stock split, reverse split, dan buyback dengan karakter unik pasar kripto. Menjaga portofolio terdiversifikasi, melakukan due diligence atas rekam jejak dan strategi manajemen, serta mengikuti dinamika pasar ekuitas dan tren kripto adalah praktik wajib dalam dunia investasi yang terus berevolusi ini.
Stock split 2 banding 1 membagi setiap saham yang ada menjadi dua, sehingga jumlah saham menjadi dua kali lipat dan harga per saham dibagi dua. Nilai pasar total tetap sama. Contohnya, 100 saham dengan harga $100 menjadi 200 saham dengan harga $50, sehingga persentase kepemilikan Anda tidak berubah.
Pada stock split 2 banding 1, jumlah saham Anda menjadi dua kali lipat dan harga per saham berkurang setengahnya. Misalnya, jika Anda memiliki 100 saham seharga 100 yuan per saham, setelah split menjadi 200 saham seharga 50 yuan per saham. Nilai pasar total tidak berubah, hanya pembagian saham yang berbeda.
Perusahaan melakukan stock split 2 banding 1 untuk menurunkan harga saham agar lebih mudah diakses, menarik investor ritel, meningkatkan likuiditas perdagangan, dan memperbaiki persepsi nilai saham di pasar sambil menjaga proporsi kepemilikan.
Stock split meningkatkan jumlah saham dan menurunkan harga per saham secara proporsional, sehingga saham lebih mudah diakses dan likuiditas pasar meningkat. Nilai total investasi tidak berubah, namun aktivitas perdagangan dan daya tarik psikologis bisa meningkat sehingga menarik lebih banyak investor dan volume perdagangan bertambah.
Tidak, nilai total investasi Anda tetap sama setelah stock split. Stock split hanya menyesuaikan jumlah dan harga saham secara proporsional tanpa memengaruhi nilai portofolio. Yang berubah hanyalah harga dan kuantitas saham sesuai proporsi split.
Stock split berlangsung otomatis. Jika Anda sudah memiliki saham sebelum tanggal split, Anda akan menerima tambahan saham secara proporsional tanpa perlu tindakan apa pun. Cukup pegang posisi Anda dan split akan berjalan otomatis pada tanggal yang telah ditentukan.
Stock split menambah jumlah saham dan menurunkan harga per saham secara proporsional, sehingga nilai total tetap. Dividen saham membagikan laba perusahaan kepada pemegang saham sebagai saham tambahan atau tunai, yang merupakan distribusi laba, bukan perubahan struktur saham.
Contoh stock split 2 banding 1 yang terkenal antara lain Apple (2020), Tesla (2020), Nvidia (2021), dan Google (2022). Stock split ini membuat saham lebih mudah diakses dan meningkatkan volume perdagangan, sehingga partisipasi investor dan likuiditas pasar pun meningkat signifikan.











