

Dalam dunia pasar keuangan, memahami siklus pasar sangat penting untuk mengambil keputusan investasi yang bijak. Pasar yang mengalami pertumbuhan berkelanjutan dan/atau signifikan disebut bull market, yang ditandai oleh kenaikan harga, meningkatnya kepercayaan investor, serta permintaan yang kuat. Sebaliknya, pasar yang mengalami penurunan berkelanjutan dan/atau signifikan disebut bear market, ditandai dengan penurunan harga, sentimen pesimistis, dan pasokan yang melebihi permintaan. Setiap fase pasar menawarkan peluang dan risiko unik yang perlu diantisipasi secara cermat oleh investor.
Baik Anda berkecimpung di mata uang kripto, saham, properti, maupun kelas aset lainnya, Anda akan sering menemukan pasar yang dikategorikan dalam dua istilah utama: bull market atau bear market. Sederhananya, bull market menggambarkan kondisi pasar yang naik di mana harga cenderung terus meningkat dari waktu ke waktu, sementara bear market menandakan pasar yang menurun dengan harga yang terus bergerak turun. Karena pasar sering kali mengalami volatilitas harian maupun sesaat serta fluktuasi jangka pendek, kedua istilah ini umumnya digunakan untuk:
Bull market, yang kerap disebut bull run, adalah periode panjang di mana mayoritas investor aktif membeli, permintaan jauh melampaui pasokan, kepercayaan pasar meningkat pesat, dan harga terus menanjak secara konsisten. Jika Anda menyaksikan harga di suatu pasar bergerak naik secara signifikan dalam rentang waktu yang cukup lama, hal ini bisa menandakan mayoritas investor sedang optimis atau "bullish" terhadap potensi kenaikan harga di masa depan. Sentimen positif ini kerap menjadi indikasi bahwa Anda sedang berada pada awal bull market.
Investor yang yakin harga akan terus naik dikenal sebagai "bulls" dalam istilah pasar. Ketika kepercayaan investor meningkat dan semakin banyak pelaku pasar ikut serta, tercipta siklus umpan balik positif secara alami. Siklus ini menarik modal investasi tambahan, sehingga harga terus bergerak naik dan menghasilkan momentum yang dapat mempertahankan bull market dalam waktu yang lama.
Karena harga suatu mata uang kripto atau aset finansial sangat dipengaruhi oleh kepercayaan publik dan persepsi terhadap nilai aset tersebut, investor profesional biasanya menggunakan berbagai strategi analisis untuk mengukur tingkat optimisme investor di pasar. Pengukuran ini, yang dikenal sebagai "sentimen pasar", menjadi alat penting untuk memahami faktor psikologis yang memengaruhi pergerakan harga sekaligus membantu memprediksi perubahan tren yang mungkin terjadi.
Perlu diingat bahwa bahkan di tengah bull market yang kuat, selalu ada fluktuasi, penurunan sementara, dan koreksi minor. Pergerakan turun jangka pendek merupakan bagian alami dari dinamika pasar dan proses penemuan harga yang sehat. Namun, investor yang kurang berpengalaman kerap salah menafsirkan penurunan singkat sebagai akhir bull market, sehingga berisiko menjual aset terlalu dini. Oleh sebab itu, sangat penting untuk menilai tanda-tanda kemungkinan pembalikan tren dari sudut pandang yang lebih luas, dengan menganalisis pergerakan harga dalam rentang waktu lebih panjang, bukan sekadar bereaksi pada volatilitas harian. (Investor dengan strategi jangka pendek sering memanfaatkan "buying the dip" sebagai cara mengakumulasi aset di harga yang turun sementara.)
Data historis pasar menunjukkan secara konsisten bahwa bull market tidak berlangsung selamanya, dan pada waktunya kepercayaan investor akan menurun serta sentimen akan bergeser. Transisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari regulasi dan perubahan kebijakan yang merugikan hingga peristiwa global tak terduga seperti pandemi COVID-19 atau gangguan ekonomi besar. Ketika terjadi penurunan harga tajam yang berkelanjutan, itu dapat menjadi sinyal awal bear market. Pada fase ini, semakin banyak investor yakin harga akan terus turun, sehingga terjadi spiral penurunan akibat penjualan aset untuk menghindari kerugian lebih lanjut dan melindungi modal.
Bear market adalah periode panjang di mana pasokan jauh lebih tinggi daripada permintaan, kepercayaan pasar rendah, sentimen investor pesimistis, dan harga terus turun. Investor pesimistis yang yakin harga akan terus menurun disebut "bears" dalam istilah pasar. Bear market kerap menghadirkan tantangan besar dan sangat sulit untuk diperdagangkan, khususnya bagi trader yang kurang berpengalaman dan belum memiliki ketahanan psikologis serta strategi yang memadai untuk menavigasi pasar yang menurun.
Salah satu ciri utama bear market adalah sangat sulit untuk memprediksi kapan siklus akan berakhir dan kapan harga terendah mutlak telah tercapai. Proses pemulihan pasar biasanya berlangsung lambat, sulit diprediksi, dan dipengaruhi oleh banyak faktor eksternal seperti indikator pertumbuhan ekonomi, perubahan psikologi investor, perkembangan geopolitik, serta berita penting dunia. Ketidakpastian ini membuat penentuan waktu pasar menjadi sangat menantang, bahkan bagi profesional sekalipun.
Meski demikian, bear market juga membuka peluang khusus bagi investor strategis. Jika strategi Anda berorientasi pada pembangunan kekayaan jangka panjang, membeli aset berkualitas di bear market dapat mendatangkan hasil maksimal ketika siklus pasar berbalik ke fase bull market. Investor dengan strategi jangka pendek juga bisa memanfaatkan lonjakan harga sementara atau koreksi teknikal untuk peluang trading. Bagi investor berpengalaman dengan manajemen risiko yang matang, tersedia strategi khusus seperti short selling, yaitu teknik memperoleh keuntungan dari penurunan harga aset.
Strategi lain yang banyak dipraktikkan investor kripto adalah dollar-cost averaging (DCA), yakni pendekatan disiplin di mana Anda menginvestasikan nominal tetap (misal $50) secara berkala—mingguan, dua mingguan, atau bulanan—terlepas dari apakah harga aset sedang naik atau turun. Metode investasi sistematis ini membantu mendistribusikan risiko secara bertahap, mengurangi efek volatilitas, dan memungkinkan Anda membangun posisi di bull maupun bear market, sekaligus menekan pengaruh emosional dalam pengambilan keputusan investasi.
Seperti berbagai istilah dan ungkapan pasar keuangan yang menarik, asal-usul istilah "bull" dan "bear" tidak sepenuhnya jelas, dan sejarawan keuangan masih memperdebatkan etimologinya. Namun, penjelasan yang paling diterima di kalangan profesional adalah istilah ini berasal dari cara khas masing-masing hewan menyerang: bull menyeruduk ke atas dengan tanduk kuat—melambangkan kenaikan harga, sedangkan bear mencakar ke bawah dengan cakar tajam—mewakili penurunan harga. Metafora visual ini secara tepat menggambarkan arah gerak masing-masing jenis pasar.
Ada sejarah panjang dan menarik tentang teori akademis dan bukti anekdot terkait asal istilah ini, dengan beberapa sejarawan melacak penggunaannya hingga praktik perdagangan di London abad ke-18. Terlepas dari asalnya, metafora hewan ini telah menjadi bagian mendalam dari budaya keuangan global dan menjadi istilah universal untuk menggambarkan kondisi pasar serta sentimen investor di seluruh kelas aset dan wilayah geografis.
Bull market ditandai oleh harga yang terus naik dan sentimen investor yang positif, sedangkan bear market menunjukkan harga yang menurun dan pandangan pesimistis. Bull market biasanya diikuti oleh peningkatan volume perdagangan dan keuntungan, sementara bear market diiringi penurunan aktivitas dan kerugian.
Bull market terjadi ketika harga naik 20% atau lebih selama setidaknya dua bulan, dengan volume perdagangan yang meningkat dan sentimen positif. Bear market ditandai oleh penurunan 20% atau lebih dalam periode yang sama, disertai penurunan volume perdagangan serta sentimen pasar yang negatif.
Bull market memiliki harga yang terus naik, biasanya meningkat minimal 20% dalam dua bulan atau lebih, dengan volume perdagangan tinggi, sentimen investor yang positif, dan fundamental ekonomi yang kuat. Durasi biasanya berlangsung dari beberapa bulan hingga beberapa tahun.
Bear market biasanya berlangsung rata-rata sekitar 1,5 tahun, ditandai oleh penurunan harga aset sebesar 20% atau lebih. Fase ini memiliki volume perdagangan yang rendah, sentimen pesimistis, dan tren penurunan harga yang berkepanjangan di pasar kripto.
Pada bull market, Anda dapat memilih strategi pertumbuhan agresif dengan aset berisiko tinggi. Pada bear market, alihkan portofolio ke posisi defensif dan utamakan perlindungan modal. Keduanya memerlukan diversifikasi dan menjaga cadangan kas yang cukup untuk peluang baru.
Transisi pasar dipengaruhi oleh perubahan pertumbuhan ekonomi, tingkat suku bunga, dan sentimen investor. Bull market biasanya berakhir saat pertumbuhan melambat, suku bunga naik, atau kepercayaan menurun, sementara bear market berbalik arah ketika kondisi membaik dan optimisme meningkat.











