


Pada perdagangan futures, pemahaman mengenai time-in-force sangat krusial untuk mengelola risiko secara efektif dan mengoptimalkan strategi Anda. Time-in-force menentukan berapa lama pesanan Anda tetap aktif dalam sistem sebelum dieksekusi atau dibatalkan otomatis.
Perdagangan futures menyediakan lima tipe pesanan: ① Limit Order ② Market Order ③ Trigger Order ④ Trailing Stop Order ⑤ Maker Order. Tiga tipe pertama—limit, market, dan trigger order—memungkinkan Anda memilih opsi time-in-force yang fleksibel sesuai kebutuhan trading. Dengan memilih time-in-force yang tepat, Anda dapat mengendalikan eksekusi pesanan secara optimal dan meminimalkan risiko yang tidak diinginkan.
Limit order memungkinkan trader membeli atau menjual aset pada harga tertentu atau lebih baik, sehingga sangat efektif untuk mengontrol harga eksekusi. Untuk limit order, sistem menyediakan tiga opsi time-in-force agar sesuai dengan berbagai strategi trading:
GTC (Good 'Til Canceled): Opsi ini paling umum digunakan. Pesanan tetap aktif hingga terisi seluruhnya atau dibatalkan secara manual. GTC sangat cocok bagi trader yang ingin mempertahankan posisi terbuka untuk jangka panjang tanpa harus memantau secara rutin. Misal, jika Anda memasang pesanan beli di bawah harga pasar saat ini, pesanan tetap aktif sampai harga pasar mencapai harga Anda atau Anda membatalkannya.
IOC (Immediate or Cancel): Jenis pesanan ini harus dieksekusi langsung pada harga yang ditentukan. Jika tidak dapat terisi penuh, sistem akan membatalkan sisa volume yang tidak terisi secara otomatis. IOC sesuai untuk trader yang ingin memanfaatkan peluang jangka pendek tanpa membiarkan pesanan mengendap di order book. Contoh, jika Anda ingin membeli dalam jumlah besar pada harga saat ini, bagian yang tidak terisi langsung dibatalkan dari pasar.
FOK (Fill or Kill): Tipe pesanan ini paling ketat karena harus terisi seluruhnya secara instan atau dibatalkan total. FOK umumnya digunakan oleh trader profesional yang ingin mengeksekusi transaksi besar di harga tertentu dan tidak menerima pengisian parsial. Cara ini mencegah eksekusi parsial yang dapat mengganggu strategi trading Anda.
Market order langsung dieksekusi pada harga terbaik yang tersedia. Tipe ini ideal ketika Anda perlu masuk atau keluar posisi dengan cepat, tanpa memperhatikan harga spesifik. Meskipun market order biasanya terisi instan, sistem juga menyediakan opsi MTL untuk fleksibilitas lebih:
MTL (Market to Limit): Opsi ini menggabungkan keunggulan market order dan limit order. Saat Anda mengirim pesanan MTL, sistem akan mencoba mengeksekusi sebagai market order pada harga terbaik yang tersedia. Jika hanya sebagian terisi, sisa volume tidak dibatalkan seperti IOC, melainkan berubah menjadi limit order pada harga eksekusi.
MTL memberi trader peluang untuk memanfaatkan likuiditas pasar sekaligus tetap berpotensi mengeksekusi sisa volume di harga target. Opsi ini sangat bermanfaat di pasar dengan likuiditas rendah atau untuk transaksi besar sehingga dapat mengoptimalkan harga eksekusi rata-rata dan membatasi slippage berlebihan.
Trigger order memungkinkan otomatisasi strategi trading berdasarkan kondisi harga tertentu. Pesanan ini hanya aktif ketika harga pasar mencapai harga trigger yang telah ditetapkan. Untuk memenuhi berbagai kebutuhan strategi, trigger order menawarkan tiga opsi time-in-force:
Validitas 24 Jam: Trigger order tetap aktif selama 24 jam setelah ditempatkan. Jika kondisi trigger tidak terpenuhi dalam periode tersebut, pesanan akan kedaluwarsa dan dihapus dari sistem. Opsi ini cocok untuk trader jangka pendek atau swing trader yang tidak ingin menyimpan pesanan tertunda saat kondisi pasar berubah.
Validitas 7 Hari: Dengan pengaturan ini, trigger order tetap aktif selama 7 hari, cocok untuk strategi jangka menengah yang mengantisipasi pergerakan harga dalam waktu satu minggu. Jika pesanan tidak tertrigger selama periode itu, pesanan akan kedaluwarsa sehingga membantu pengelolaan pesanan tertunda tanpa pemantauan manual berkelanjutan.
Validitas Jangka Panjang: Pesanan tetap aktif hingga dipicu oleh kondisi pasar atau dibatalkan manual. Opsi ini cocok untuk strategi jangka panjang atau saat menetapkan level stop-loss dan take-profit tanpa batasan waktu. Misalnya, Anda bisa membuat trigger order beli di level support utama dan membiarkannya terbuka hingga peluang muncul, berapa lama pun durasinya.
Pemilihan time-in-force yang tepat untuk trigger order bergantung pada gaya trading, kerangka waktu analisis, dan tujuan investasi. Memahami setiap opsi akan meningkatkan efisiensi eksekusi dan mengoptimalkan pengelolaan risiko Anda.
Time-in-force pada perdagangan futures menentukan durasi pesanan tetap aktif, mencerminkan respons pasar terhadap informasi baru dan memastikan penetapan harga yang akurat. Opsi ini memungkinkan investor menyesuaikan strategi secara cepat dan menjadi indikator utama likuiditas pasar.
Terdapat dua tipe utama time-in-force untuk pesanan futures: GFD (Good For the Day), berlaku pada hari perdagangan dan otomatis dibatalkan di akhir sesi; serta GTC (Good Till Canceled), tetap aktif hingga dibatalkan manual dan bisa berlangsung selama beberapa hari perdagangan—ideal untuk strategi jangka panjang. Tipe lain meliputi GTD, IOC, dan FOK, masing-masing dengan karakteristik tersendiri.
Gunakan limit order atau market order dengan pengaturan time-in-force yang sesuai (GTC, IOC, atau FOK). Tetapkan level stop-loss dan take-profit secara jelas, serta kelola durasi pesanan tertunda guna meningkatkan peluang sukses trading Anda.
Time-in-force sangat memengaruhi manajemen risiko. Durasi singkat meningkatkan eksposur terhadap volatilitas harga, sedangkan durasi panjang membuat posisi rentan terhadap perubahan pasar yang lebih luas. Trader perlu menyeimbangkan durasi pesanan dengan strategi hedging untuk mengoptimalkan pengelolaan posisi.
Saat pesanan futures kedaluwarsa, sistem akan membatalkannya secara otomatis. Untuk mencegah hal ini, ubah atau batalkan bagian yang belum terisi sebelum masa kedaluwarsa. Selalu pantau pengaturan time-in-force dan perpanjang bila diperlukan.











