


Bitcoin dan Ethereum tetap menduduki posisi puncak dalam pasar mata uang kripto berdasarkan kapitalisasi pasar pada tahun 2026, mencerminkan efek jaringan yang mapan dan adopsi institusional yang luas. Kedua mata uang kripto utama ini terus menjadi pusat volume perdagangan dan likuiditas terbesar, menjadikan keduanya fondasi utama ekosistem aset digital global. Keunggulan Bitcoin sebagai pelopor dan statusnya sebagai emas digital, bersama infrastruktur smart contract Ethereum, memastikan keduanya tetap dominan dalam berbagai indikator, termasuk volume perdagangan dan valuasi pasar.
Selain kedua raksasa tersebut, 10 besar mata uang kripto berdasarkan kapitalisasi pasar menunjukkan struktur bertingkat di mana solusi blockchain khusus muncul. Protokol penskalaan modular seperti jaringan layer-2 Bitcoin semakin populer, karena mampu mengatasi keterbatasan throughput sekaligus menjaga keamanan. Inovasi ini menarik alokasi modal dari aset spekulatif ke proyek infrastruktur yang memberi utilitas nyata. Sebagai contoh, teknologi penskalaan Bitcoin dan lapisan ketersediaan data menunjukkan bagaimana pelaku pasar semakin menilai kripto berdasarkan keunggulan teknis dan kemampuan menyelesaikan masalah, bukan sekadar tren sesaat.
Peta kapitalisasi pasar tahun 2026 memperlihatkan dominasi gabungan Bitcoin dan Ethereum masih sangat besar, namun tingkat diversifikasi meningkat pesat. Investor kini lebih cermat mengamati pola volume perdagangan dan karakteristik likuiditas pada 10 aset teratas untuk menilai kesehatan pasar. Hal ini menandakan pasar kripto telah berkembang melebihi pola winner-take-all, dengan kasus penggunaan spesifik dan diferensiasi jaringan menjadi penggerak valuasi berkelanjutan, meski Bitcoin dan Ethereum tetap memimpin karena skala dan likuiditas superior.
Pelaku pasar memantau volume perdagangan pada berbagai periode waktu untuk menilai momentum pasar dan memahami sentimen investor. Perbedaan antara pola volume perdagangan 24 jam dan volume 7 hari memberikan gambaran apakah pergerakan harga didorong minat berkelanjutan atau fluktuasi sementara.
Volume 24 jam merefleksikan aktivitas pasar instan, memperlihatkan seberapa agresif trader masuk atau keluar posisi secara real-time. Lonjakan volume perdagangan 24 jam yang signifikan sering kali mengindikasikan reaksi pasar yang segera terhadap berita atau peristiwa teknis. Misalnya, B² Network menunjukkan volume 24 jam sekitar 554.724 dan kenaikan harga 7,09%, menggambarkan antusiasme perdagangan secara langsung.
Analisis terhadap pola volume 7 hari memberikan sudut pandang atas keberlanjutan momentum. B² Network membukukan kenaikan 8,35% dalam tujuh hari, dibandingkan performa 24 jamnya, mengindikasikan momentum pasar yang konsisten, bukan volatilitas sesaat. Volume tinggi di kedua periode memperlihatkan sentimen investor yang kuat dan keyakinan pasar, sementara pola yang berlawanan dapat menandakan menurunnya minat atau kemungkinan pembalikan tren.
Trader memanfaatkan perbandingan volume ini untuk membedakan tren nyata dengan lonjakan harga sesaat. Jika volume 7 hari melampaui rata-rata 24 jam saat harga naik, hal tersebut memperkuat momentum pasar yang bullish. Pendekatan bertingkat dalam analisis volume perdagangan ini memungkinkan pelaku pasar mengambil keputusan yang lebih tepat mengenai arah dan posisi pasar.
Metrik likuiditas yang solid dan cakupan bursa yang luas membentuk lingkungan optimal bagi perdagangan kripto dan partisipasi pasar pada 2026. Likuiditas mencerminkan kemudahan trader membeli dan menjual aset tanpa mempengaruhi harga secara signifikan, menjadi indikator utama kesehatan pasar. Ketika mata uang kripto terdaftar di berbagai platform perdagangan, pengguna mendapatkan akses lebih baik dan dapat bertransaksi dengan efisien di bursa pilihan mana pun.
BSquared Network (B2) menjadi contoh nyata dengan kehadiran pada 18 bursa, menandakan jangkauan bursa yang besar dan memperluas aksesibilitas pasar. Volume perdagangan 24 jam token ini sekitar $554.724,65 memperlihatkan partisipasi aktif di berbagai platform, sementara kapitalisasi pasar sebesar $37.997.397,90 menunjukkan skala yang cukup untuk mendukung likuiditas konsisten. Penyebaran di banyak bursa mengurangi ketergantungan pada satu platform dan memberi banyak opsi bagi trader untuk masuk atau keluar posisi.
Jangkauan bursa secara langsung memengaruhi kualitas likuiditas dengan menarik partisipan pasar beragam dan menciptakan persaingan harga yang sehat. Saat aset memiliki jangkauan bursa luas, platform perdagangan berlomba menawarkan spread dan kecepatan eksekusi terbaik, yang pada akhirnya menguntungkan pengguna. Keberadaan di berbagai platform memastikan likuiditas tetap tersedia pada berbagai kondisi pasar dan zona waktu, mendukung operasi pasar kripto global secara berkesinambungan, serta meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas pasar secara umum.
Pada 2026, kapitalisasi pasar kripto diperkirakan mencapai sekitar 3-5 triliun USD, jauh melampaui rekor tertinggi sekitar 3 triliun USD pada 2021, didorong oleh adopsi institusional dan integrasi blockchain yang meningkat.
Bitcoin tetap dominan dengan pangsa kapitalisasi pasar sekitar 45-50%, diikuti Ethereum pada kisaran 15-18%. Aset utama lain seperti Solana, XRP, dan token Layer-2 yang baru berkembang mengisi sisa persentase, mencerminkan diversifikasi ekosistem kripto.
Pada 2026, rata-rata volume perdagangan harian pasar kripto melebihi $150 miliar, dengan dominasi Bitcoin dan Ethereum. Platform utama menjaga likuiditas yang kuat di pasar spot dan derivatif, mendukung transaksi besar dan penemuan harga efisien di seluruh pasar global.
Pada 2026, likuiditas pasar kripto meningkat pesat, mendekati pasar forex dan komoditas tradisional. Dengan volume perdagangan harian melebihi $500 miliar dan kapitalisasi pasar di atas $5 triliun, kedalaman likuiditas dan spread semakin ketat, sehingga memungkinkan transaksi institusional dengan slippage minimal.
Faktor utama meliputi adopsi institusional, kejelasan regulasi, kondisi makroekonomi, siklus halving Bitcoin, pertumbuhan ekosistem DeFi, dan kebijakan ekonomi global. Sentimen pasar, inovasi teknologi, serta dinamika geopolitik juga sangat berpengaruh terhadap dinamika pasar dan ketersediaan likuiditas.
Koin baru dan solusi Layer2 secara signifikan meningkatkan likuiditas pasar di 2026. Penskalaan Layer2 menurunkan biaya transaksi dan menaikkan throughput, sehingga menarik lebih banyak partisipan. Koin baru mendiversifikasi pool likuiditas di berbagai ekosistem blockchain. Fragmentasi ini memperdalam pasar, mempercepat penyelesaian transaksi, dan meningkatkan efisiensi modal, sehingga memperkuat likuiditas pasar kripto secara menyeluruh.











