
Do Kwon, lulusan Stanford University, memulai karier di perusahaan teknologi papan atas seperti Microsoft dan Apple. Ia terjun ke industri cryptocurrency setelah menuntaskan pekerjaan pada Anyfi, startup yang dikembangkan di Stanford.
Pada 2018, Do Kwon ikut mendirikan Terra Protocol, platform blockchain inovatif yang bertujuan membawa cryptocurrency ke ekonomi arus utama. Konsep utamanya adalah penggunaan stablecoin yang dipatok ke mata uang fiat utama untuk meminimalkan volatilitas dan mendorong adopsi aset digital secara luas.
Terra dengan cepat memperoleh daya tarik, khususnya di Korea Selatan, di mana ekosistem ini menjalin kemitraan dengan platform e-commerce besar. Momentum ini mendorong perluasan pengaruh Terra di tingkat regional dan global.
Terra menyediakan infrastruktur blockchain komprehensif yang berfokus pada penerbitan dan pengelolaan stablecoin. Platform ini mengatasi tantangan utama mata uang digital—volatilitas tinggi—dengan menghubungkan aset kripto ke sistem keuangan dunia nyata.
Fitur utama Terra antara lain:
Struktur ini memungkinkan pengguna melakukan transaksi cepat dan berbiaya rendah di luar sistem pembayaran konvensional, sekaligus menjaga stabilitas harga melalui patokan pada mata uang fiat.
Do Kwon dan platform Terra memberi pengaruh besar pada pasar cryptocurrency. Ekosistem Terra menarik banyak perusahaan yang mengintegrasikan blockchain Terra dalam operasi bisnis mereka.
Salah satu indikator paling jelas atas keberhasilan ini adalah pertumbuhan token asli Terra, Luna. Sejak diluncurkan, Luna mengalami kenaikan signifikan, menandakan kepercayaan kuat investor terhadap proyek ini dan visi pendirinya.
Pendekatan Do Kwon dalam menjembatani mata uang fiat tradisional dengan cryptocurrency membentuk pemikiran industri tentang pengembangan stablecoin. Usahanya memperluas pemahaman potensi blockchain untuk mengatasi tantangan keuangan nyata dan mendorong inovasi lebih lanjut di sektor keuangan terdesentralisasi.
Do Kwon terus mengembangkan ekosistem Terra dengan memperkenalkan solusi baru di keuangan terdesentralisasi. Pada 2021, ia meluncurkan Astroport, decentralized exchange (DEX) khusus untuk ekosistem Terra.
Astroport dirancang untuk mengatasi masalah teknis yang dihadapi pengguna DEX lain, seperti impermanent loss bagi penyedia likuiditas. Platform ini menawarkan mekanisme pertukaran dan pengelolaan aset yang lebih efisien.
Pada fase ini, ekosistem Terra tumbuh pesat, menarik modal besar dan memperluas basis pengguna. Proyek yang dibangun di atas Terra meliputi protokol peminjaman hingga platform aset sintetis, membuktikan fleksibilitas dan adaptabilitasnya.
Kontribusi Do Kwon di blockchain dan cryptocurrency menegaskan posisinya sebagai tokoh penting di keuangan terdesentralisasi. Strateginya dalam menekan volatilitas kripto melalui stablecoin serta mengintegrasikan blockchain dengan keuangan konvensional telah membentuk perkembangan industri, memperluas kemampuan blockchain untuk memecahkan masalah keuangan nyata.
Do Kwon adalah pendiri LUNA dan ekosistem blockchain Terra. Ia merupakan figur sentral di sektor kripto, memainkan peran utama dalam pengembangan proyek DeFi. Status hukumnya per 2026 masih belum jelas.
Luna dan UST runtuh karena sistem stablecoin yang tidak stabil. Do Kwon dijatuhi denda $110 juta ditambah bunga $14,3 juta, serta berpotensi dikenai sanksi dan pelarangan bisnis lebih lanjut.
Do Kwon menghadapi dakwaan penipuan terkait kehancuran Terra. Otoritas berusaha menuntut pertanggungjawabannya atas kegagalan proyek tersebut. Lokasi keberadaannya saat ini tidak diketahui.
Penyebab utama runtuhnya Terraform Labs adalah kegagalan mekanisme stabilisasi algoritmik UST. Ketika investor kehilangan kepercayaan, aksi jual besar-besaran menyebabkan nilai UST anjlok tajam dan mengakibatkan Luna kolaps.
Do Kwon melarikan diri dari Singapura ke Dubai, lalu ke Serbia. Ia akhirnya ditangkap di Montenegro karena menggunakan paspor Kosta Rika palsu dan dijatuhi hukuman penjara empat bulan.











