
Mayoritas bursa saham utama dunia mengikuti jadwal tetap, di mana akhir pekan dan hari libur nasional tidak termasuk dalam hari perdagangan. New York Stock Exchange (NYSE) dan NASDAQ, sebagai contoh utama pasar keuangan global, biasanya beroperasi dari Senin hingga Jumat dan tutup pada hari libur nasional yang telah ditentukan. Bagi investor dan trader yang ingin mengetahui berapa hari dalam setahun pasar saham dibuka, jawabannya umumnya antara 250 hingga 253 hari, meskipun jumlah ini dapat sedikit berubah tergantung tahun serta kalender hari libur.
Satu tahun perdagangan standar di pasar Amerika Serikat terdiri dari sekitar 252 hari trading. Angka ini menjadi patokan utama dalam perencanaan keuangan dan pengembangan strategi investasi. Meski demikian, sejumlah faktor dapat menyebabkan variasi kecil. Tahun kabisat bisa mengubah kalender, dan jika hari libur jatuh pada akhir pekan, jumlah hari trading aktual dapat terpengaruh. Penutupan khusus karena situasi luar biasa juga berpotensi mengurangi total hari trading.
Data historis dari kalender resmi NYSE dan NASDAQ menunjukkan bahwa pasar saham AS mengikuti jadwal yang konsisten, sehingga investor dapat merencanakan aktivitas trading mereka sepanjang tahun dengan kepastian.
Sejumlah faktor penting menentukan berapa hari dalam setahun pasar saham dibuka, dan memahami faktor-faktor ini membantu investor menavigasi kalender trading secara optimal:
Hari Libur Nasional: Bursa saham menghormati hari libur nasional, di mana aktivitas trading dihentikan. Di Amerika Serikat, hari-hari tersebut meliputi New Year's Day, Martin Luther King Jr. Day, Presidents' Day, Good Friday, Memorial Day, Independence Day, Labor Day, Thanksgiving Day, dan Christmas Day. Setiap hari libur ini mengurangi satu hari trading dari kalender tahunan.
Penutupan Akhir Pekan: Faktor paling konsisten yang memengaruhi hari trading adalah penutupan rutin pada Sabtu dan Minggu. Dengan 52 minggu dalam setahun, hal ini menghasilkan sekitar 104 hari non-trading setiap tahun.
Keadaan Khusus: Dalam kasus tertentu, bursa dapat tutup karena peristiwa luar biasa di luar jadwal hari libur. Misalnya hari berkabung nasional setelah wafatnya tokoh penting, cuaca ekstrem yang mengancam infrastruktur pasar, atau masalah teknis besar yang memengaruhi sistem trading. Penutupan seperti ini jarang terjadi namun tetap dapat mengurangi total hari trading tahunan.
Dalam tahun yang tipikal, bursa utama AS menetapkan 9 hari libur resmi. Jika digabungkan dengan penutupan akhir pekan, maka total rata-rata adalah sekitar 252 hari trading yang terbuka. Bursa internasional mengikuti pola serupa, namun hari libur dapat berbeda sesuai kalender nasional masing-masing. Pasar Eropa dan Asia, misalnya, biasanya beroperasi antara 250 hingga 255 hari per tahun, bergantung pada jadwal libur lokal.
Salah satu perbedaan utama antara pasar saham tradisional dan pasar cryptocurrency terletak pada jadwal operasional. Berbeda dengan bursa saham konvensional yang memiliki kalender terstruktur, pasar cryptocurrency beroperasi 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 365 hari setahun. Perbedaan ini menciptakan keunggulan dan tantangan tersendiri bagi trader di masing-masing pasar.
Pasar saham tradisional, seperti dijelaskan sebelumnya, beroperasi sekitar 252 hari per tahun, dengan jam trading biasanya terbatas pada jam kerja di zona waktu masing-masing. NYSE, misalnya, buka mulai 09.30 hingga 16.00 Waktu Timur pada hari trading. Jadwal ini membuat investor harus menyesuaikan aktivitas mereka dengan jam pasar dan tidak dapat melakukan transaksi saat akhir pekan atau hari libur.
Di sisi lain, pasar cryptocurrency tidak pernah tutup. Platform digital asset utama menyediakan akses trading tanpa henti, sehingga investor bisa membeli, menjual, atau memantau posisi kapan saja, dari mana pun. Ketersediaan 24/7 berarti ada 365 hari trading terbuka dalam setahun, tanpa gangguan hari libur maupun akhir pekan.
Model selalu aktif ini menawarkan sejumlah keunggulan. Trader dapat langsung merespons berita atau pergerakan pasar kapan pun terjadi. Peristiwa global yang terjadi saat pasar AS tutup bisa segera direspons di pasar kripto. Selain itu, trading kripto yang berkesinambungan memberi fleksibilitas lebih besar dalam pengelolaan posisi dan strategi trading.
Namun, ketersediaan tanpa jeda juga membawa tantangan. Tidak ada penutupan pasar berarti tidak ada waktu khusus untuk istirahat atau refleksi. Volatilitas bisa terjadi kapan saja, sehingga trader aktif harus selalu waspada. Memahami struktur kedua pasar membantu investor mengambil keputusan alokasi aset dan strategi trading secara lebih informatif.
Pengetahuan tentang berapa hari dalam setahun pasar saham dibuka sangat penting untuk perencanaan investasi dan manajemen risiko. Informasi ini berpengaruh pada beberapa aspek utama trading dan pengelolaan portofolio:
Perencanaan Strategis: Mengetahui jumlah hari trading secara pasti memungkinkan investor menjadwalkan order beli-jual secara lebih efisien. Investor jangka panjang dapat menyesuaikan rebalancing portofolio dengan hari libur pasar, sementara trader aktif bisa menghindari order pada periode penutupan pasar. Perencanaan ini penting untuk strategi yang menuntut waktu atau kondisi pasar tertentu.
Manajemen Risiko: Penutupan pasar dan hari libur bisa menciptakan periode ketidakpastian dan potensi volatilitas. Volume trading biasanya turun menjelang hari libur besar karena investor institusi mengurangi posisi, sehingga fluktuasi harga cenderung meningkat. Mengetahui kapan periode ini terjadi membantu investor menghadapi tantangan likuiditas dan menyesuaikan risiko.
Analisis Kinerja: Tahun trading standar 252 hari menjadi dasar perhitungan metrik penting seperti return tahunan, volatilitas, dan indikator performa penyesuaian risiko. Pengetahuan akurat tentang hari trading memastikan perhitungan benar-benar mencerminkan performa pasar, bukan angka yang terdistorsi oleh hari kalender.
Perbandingan Kelas Aset: Dalam mengevaluasi peluang investasi, pemahaman tentang akses dan jadwal trading di berbagai pasar menjadi esensial. Perbedaan antara 252 hari trading di pasar tradisional dan 365 hari di pasar cryptocurrency merupakan faktor utama dalam membandingkan likuiditas, fleksibilitas, dan potensi peluang di masing-masing aset.
Biaya Peluang: Setiap hari non-trading adalah waktu di mana investor tidak dapat merespons pergerakan pasar atau mengubah posisi di pasar tradisional. Hal ini menciptakan biaya peluang yang harus dipertimbangkan dibandingkan manfaat struktur dan regulasi bursa tradisional.
Beberapa miskonsepsi tentang hari trading di pasar saham bisa menimbulkan kebingungan, terutama bagi investor baru. Meluruskan kesalahpahaman ini membantu membangun ekspektasi realistis dan praktik trading yang lebih baik.
Salah satu miskonsepsi adalah anggapan bahwa pasar saham terbuka setiap hari kerja sepanjang tahun. Meski umumnya beroperasi Senin hingga Jumat, penutupan pada hari libur bisa mengejutkan investor yang kurang persiapan. Trader pemula kadang mencoba menempatkan order saat hari libur, namun transaksi baru akan diproses pada hari trading berikutnya. Penundaan ini bisa menjadi masalah, terutama saat volatilitas tinggi dan harga berubah signifikan selama penutupan.
Kesalahan lain berkaitan dengan sesi pre-market dan after-hours. Walaupun periode trading tambahan ini tersedia, mereka tidak dihitung sebagai hari trading resmi dan memiliki kondisi berbeda. Pre-market biasanya berlangsung dari pukul 04.00 hingga 09.30 Waktu Timur, sedangkan after-hours dari pukul 16.00 hingga 20.00. Likuiditas lebih rendah, spread lebih lebar, dan volatilitas lebih tinggi dibanding jam trading utama. Investor perlu berhati-hati karena tidak semua broker menyediakan akses ke sesi ini.
Agar dapat menavigasi kalender trading dengan baik, investor disarankan selalu memeriksa kalender resmi bursa untuk jadwal yang paling akurat. Bursa utama biasanya merilis jadwal libur di awal tahun. Menyiapkan pengingat kalender untuk penutupan pasar dapat membantu menghindari peluang yang terlewat atau keterlambatan eksekusi order.
Selain itu, investor perlu tahu bahwa bursa di negara berbeda menetapkan hari libur yang berbeda pula. Investor internasional yang trading di berbagai pasar perlu memantau kalender masing-masing bursa. Ini krusial bagi mereka yang mengelola portofolio berisi sekuritas domestik dan internasional.
Lanskap keuangan global terus berkembang, baik di pasar aset tradisional maupun digital yang mengalami perubahan besar. Dalam beberapa tahun terakhir, volatilitas pasar meningkat akibat berbagai faktor makroekonomi, termasuk kebijakan bank sentral, ketegangan geopolitik, dan inovasi teknologi.
Bursa saham tradisional masih beroperasi sekitar 252 hari per tahun, namun diskusi tentang penambahan jam trading atau pengurangan penutupan pasar semakin berkembang. Sebagian pelaku pasar menilai bahwa di era globalisasi dan digitalisasi, jadwal trading tradisional perlu beradaptasi agar lebih melayani investor internasional dan menyesuaikan dengan siklus berita 24 jam.
Sementara itu, pasar cryptocurrency membuktikan kelayakan perdagangan nonstop. Bitcoin dan aset digital utama lain mencapai rekor baru, di mana aktivitas trading tinggi sering terjadi saat pasar tradisional tutup. Pola ini menegaskan pentingnya platform yang memberikan akses aset digital tanpa henti, sehingga investor bisa memanfaatkan peluang kapan pun, tanpa terikat jam bursa tradisional.
Perbedaan struktur antara pasar tradisional dan digital memicu diskusi tentang masa depan pasar keuangan. Meski kalender trading 252 hari telah menjadi standar selama puluhan tahun, kesuksesan trading kripto yang selalu aktif menunjukkan investor semakin menghargai fleksibilitas dan akses berkelanjutan. Namun, jadwal bursa tradisional yang terstruktur juga menawarkan manfaat seperti pola trading yang dapat diprediksi dan waktu khusus bagi pelaku pasar untuk evaluasi strategi.
Dengan terus berkembangnya teknologi dan meningkatnya konektivitas global, pertanyaan berapa hari dalam setahun pasar saham dibuka bisa berubah. Untuk saat ini, memahami perbedaan struktur—sekitar 252 hari trading di bursa tradisional dan 365 hari di pasar kripto—tetap penting bagi investor yang aktif di lanskap keuangan saat ini.
Pasar saham Amerika Serikat terbuka sekitar 252 hari per tahun. Operasi berlangsung dari Senin hingga Jumat dan tutup pada akhir pekan serta 9 hari libur federal setiap tahun.
Jam perdagangan reguler NYSE adalah pukul 09.30 sampai 16.00 Waktu Timur. Perdagangan di luar jam reguler berlangsung dari pukul 04.00 sampai 20.00 Waktu Timur, dengan volume transaksi terbesar terjadi di jam reguler.
Pasar saham tutup pada hari libur utama AS seperti New Year's Day, Martin Luther King Jr. Day, Presidents' Day, Memorial Day, Independence Day, Labor Day, Thanksgiving, dan Christmas.
Pasar saham tutup di akhir pekan untuk proses settlement dan memberi waktu bagi perusahaan mengumumkan informasi penting. Beberapa pasar seperti forex beroperasi 24/7.
Pasar saham Tiongkok memiliki 242 hari trading per tahun. Hari trading berlangsung dari Senin hingga Jumat, tidak termasuk akhir pekan dan hari libur nasional.
Jumlah hari trading bursa saham berbeda-beda di tiap negara. Pasar saham AS beroperasi sekitar 252 hari trading per tahun, sementara pasar Eropa seperti Inggris, Prancis, dan Jerman umumnya sekitar 250 hari trading. Pasar Asia seperti Tiongkok dan Jepang punya jadwal dan penutupan hari libur berbeda, biasanya antara 240–250 hari trading per tahun.











