


Bitcoin Dominance (BTC.D) adalah indikator penting yang menunjukkan persentase kapitalisasi pasar cryptocurrency secara keseluruhan yang dimiliki oleh Bitcoin.
Secara historis, Bitcoin dominance pernah turun ke 32% saat ledakan ICO tahun 2017 dan melonjak di atas 70% setelah guncangan COVID-19 pada 2020. Metrik ini memperlihatkan bagaimana triliunan yen modal berpindah antara Bitcoin dan altcoin.
Rumus perhitungannya sangat sederhana:
Bitcoin Dominance = Kapitalisasi Pasar Bitcoin ÷ Kapitalisasi Pasar Seluruh Cryptocurrency × 100%
Meski sederhana, indikator ini mencerminkan sentimen investor, perkembangan regulasi, inovasi teknologi, dan aktivitas institusional. Kenaikan menandakan preferensi yang lebih kuat pada Bitcoin, sedangkan penurunan menunjukkan aliran modal yang lebih besar ke altcoin.
Menganalisis Bitcoin Dominance memberikan wawasan lebih dari sekadar angka statistik.
Indikator ini mengungkap apakah pasar sedang berada di “musim Bitcoin” (cenderung menghindari risiko) atau “musim Altcoin” (berani mengambil risiko).
Pada musim Bitcoin, investor yang menghindari risiko biasanya memusatkan dana pada Bitcoin. Sebaliknya, saat musim altcoin, upaya mencari imbal hasil lebih tinggi menciptakan momentum bullish, sehingga modal mengalir ke berbagai altcoin.
Baru-baru ini, arus modal yang meningkat ke proyek AI membuat volatilitas dominasi Bitcoin semakin tinggi. Memahami dinamika ini sangat penting dalam menyusun strategi investasi yang efektif.
Anda dapat memantau dominasi Bitcoin secara real-time melalui beberapa platform utama berikut:
Umumnya, tren naik mengindikasikan pergeseran ke Bitcoin, sedangkan tren menurun menandakan diversifikasi ke altcoin semakin besar.
Perhatikan pergerakan sideways, yang menandakan kebimbangan pasar dan kerap mendahului perubahan tren besar. Dengan menganalisis pergerakan harga Bitcoin serta perubahan kapitalisasi pasar aset kripto lainnya, Anda dapat mengenali siklus pasar secara lebih akurat.
Analis profesional memperkirakan dominasi Bitcoin akan tetap sangat volatil akibat berbagai faktor.
Menurut data CoinMarketCap, dominasi Bitcoin berada di kisaran 57%, menegaskan kepemimpinan Bitcoin namun juga menunjukkan tekanan persaingan dari altcoin.
Meski sempat naik di atas 66% di awal tahun, arus modal ke altcoin berikutnya memicu tren penurunan. Munculnya token AI, DeFi 2.0, dan meme coin turut memicu ekspektasi akan musim altcoin baru.
Dominasi Bitcoin dapat bergerak ke salah satu dari dua arah yang kontras.
Skenario pertama, dominasi naik ke 55–60%. Kondisi ini kemungkinan dipicu oleh kembalinya pasar bearish, pelarian ke aset aman, serta kekhawatiran regulasi yang mendorong aksi jual altcoin—khususnya jika regulasi kripto AS atau Uni Eropa diperketat, sehingga investor lebih memilih Bitcoin yang dianggap paling aman dari sisi regulasi.
Sebaliknya, dominasi bisa turun ke 35–40%, mencerminkan musim altcoin yang kuat. Hal ini didorong oleh minat besar pada token AI, teknologi Web3, protokol DeFi 2.0, serta perdagangan meme coin dan proyek baru. Adopsi institusional terhadap altcoin akan sangat berperan.
Perubahan dominasi Bitcoin berdampak langsung dan signifikan pada pasar altcoin. Memahami hubungan ini sangat penting untuk sukses berinvestasi di altcoin.
Ketika dominasi Bitcoin meningkat, altcoin biasanya menghadapi tekanan lebih berat. Altcoin cenderung melemah baik terhadap dolar maupun Bitcoin.
Meningkatnya aversi risiko menyebabkan likuiditas secara keseluruhan berkurang, dan token kapitalisasi kecil khususnya mengalami tekanan jual yang lebih besar.
Ini merupakan contoh klasik “flight to quality”, di mana investor mengalihkan modal dari aset berisiko ke Bitcoin sebagai aset paling dipercaya saat pasar tidak pasti.
Jika dominasi menurun, banyak altcoin mengalami lonjakan pertumbuhan yang cepat, memberikan peluang imbal hasil besar dalam jangka pendek dan menengah. Ketika selera risiko meningkat, perhatian beralih ke proyek inovatif dan tren teknologi, sehingga pasar secara keseluruhan menjadi lebih hidup.
Fase ini dikenal sebagai “altseason,” di mana altcoin melampaui performa Bitcoin secara signifikan.
Pada altseason sebelumnya, token kapitalisasi kecil dan menengah kadang mencatat return 2x, 10x, bahkan 50x dalam waktu singkat. Namun, lonjakan ini jarang bertahan lama — sehingga mengambil profit di waktu yang tepat sangat penting.
Jangan mengandalkan dominasi sebagai satu-satunya indikator dalam strategi investasi Anda.
Analisis harga Bitcoin, volume transaksi, dan tren altcoin secara bersamaan untuk mendapatkan gambaran pasar yang lebih komprehensif.
Tingkatkan peluang sukses dengan mengombinasikan dominasi dengan indikator teknikal lain seperti RSI, volume, dan volatilitas. Mengingat penurunan dominasi yang tajam dan lama saat puncak altseason sangat jarang terjadi, pengambilan profit secara proaktif sangat penting.
Jika dominasi Bitcoin naik secara konsisten, sebaiknya kurangi eksposur altcoin. Situasi ini menandakan lingkungan risk-off dan risiko penurunan yang lebih besar untuk altcoin.
Jika terlihat tren penurunan dominasi yang jelas, investasi strategis pada altcoin pilihan menjadi lebih menarik. Dalam kondisi demikian, perluasan pasar dan aliran modal ke altcoin mendukung pembentukan posisi yang terukur.
Jika harga Bitcoin turun namun dominasi naik, berarti tekanan jual di altcoin sangat besar sehingga manajemen risiko yang ketat sangat penting.
Sebaliknya, jika harga Bitcoin naik sementara dominasi turun, ini biasanya menjadi sinyal bullish bagi altcoin dan pasar secara keseluruhan. Memahami dinamika ini memungkinkan analisis pasar yang lebih akurat.
Bitcoin dominance menjadi alat penting untuk membaca arah pasar secara menyeluruh. Di balik angka-angka ini terdapat arus modal triliunan yen dan psikologi jutaan investor.
Beberapa titik krusial dalam setahun terakhir—seperti adopsi ETF Bitcoin, kemajuan AI, pertumbuhan ekosistem DeFi, dan perubahan regulasi—telah membentuk tren dominasi. Masuknya investor institusional secara fundamental juga mengubah struktur pasar.
Perubahan tersebut membuat dominasi lebih kompleks dan kurang dapat diprediksi, tetapi jika dianalisis dengan benar, dominasi memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi investor.
Dalam praktik investasi, arah dan kecepatan perubahan dominasi lebih penting daripada nilai absolutnya. Pergerakan tajam sering menandakan titik balik pasar, sementara perubahan bertahap menunjukkan tren jangka panjang. Data historis menunjukkan level 50% sering menjadi support atau resistance penting. Pendekatan analisis multi-perspektif menghasilkan keputusan investasi yang lebih tangguh.
Bitcoin dominance menunjukkan porsi Bitcoin dalam total pasar kripto. Rumusnya adalah “kapitalisasi pasar Bitcoin ÷ kapitalisasi pasar kripto × 100.” Angka ini menunjukkan kekuatan pasar Bitcoin secara relatif.
Dominasi tinggi berarti Bitcoin menguasai porsi mayoritas kapitalisasi pasar kripto. Dominasi rendah menandakan altcoin semakin mendominasi dan pengaruh Bitcoin melemah. Indikator ini sangat penting untuk memantau pergerakan modal antar investor.
Dominasi Bitcoin diperkirakan secara bertahap menurun pada 2025. Pertumbuhan pesat stablecoin, ekosistem Ethereum, dan decentralized exchange (DEX) akan mempercepat pertumbuhan altcoin. Dominasi Bitcoin kemungkinan akan berada di kisaran 55–60%.
Bitcoin dominance membantu mengenali siklus pasar Bitcoin dan altcoin. Kenaikan dominasi menandakan preferensi pada Bitcoin; penurunan dominasi menunjukkan aliran modal ke altcoin. Gabungkan dengan indikator lain untuk mendeteksi perubahan tren lebih awal dan mengoptimalkan posisi investasi.
Saat dominasi tinggi, investor memilih stabilitas Bitcoin dan altcoin cenderung stagnan. Ketika dominasi menurun, selera risiko meningkat, dana mengalir ke altcoin, dan lonjakan harga lebih mungkin terjadi. Hubungannya bersifat terbalik.
Dominasi naik saat sentimen pasar defensif dan modal berpindah dari altcoin ke Bitcoin. Dominasi turun pada fase risk-on saat dana mengalir ke altcoin. Faktor utama meliputi sentimen investor, berita regulasi, dan tren makroekonomi.
Tren dominasi masa lalu mencerminkan siklus pasar kripto. Kenaikan dominasi biasanya menandai bull run Bitcoin, sementara penurunan menunjukkan boom altcoin (altseason). Kenaikan dari bawah 40% pada 2021 ke 55% pada 2024 mengindikasikan kepercayaan pasar yang pulih dan penguatan kepemimpinan Bitcoin. Dominasi tetap menjadi indikator utama untuk memproyeksi siklus pasar kripto.











