


Dominasi Bitcoin merupakan metrik penting yang menunjukkan proporsi Bitcoin terhadap total kapitalisasi pasar kripto. Nilainya dihitung dengan rumus berikut:
Dominasi BTC = Kapitalisasi Pasar Bitcoin / Total Kapitalisasi Pasar Kripto × 100%
Indikator ini memperlihatkan kekuatan dan pengaruh Bitcoin sebagai mata uang kripto pertama di pasar secara keseluruhan. Kenaikan dominasi menandakan investor lebih memilih Bitcoin sebagai aset aman. Sebaliknya, penurunan dominasi menunjukkan perpindahan modal ke mata uang kripto alternatif (altcoin), sering kali menandakan minat risiko yang lebih tinggi di kalangan investor.
Analisis dominasi BTC memberikan wawasan praktis bagi berbagai pelaku pasar:
Trader dan investor menggunakan dominasi BTC sebagai tolok ukur sentimen pasar. Dominasi yang tinggi mencerminkan kecenderungan investor untuk mencari keamanan. Sebaliknya, dominasi yang menurun menandakan kecenderungan investor mengambil risiko lebih tinggi dan memilih aset yang lebih volatil.
Anda dapat memantau dominasi BTC di beberapa platform tepercaya berikut:
Membaca grafik dominasi secara akurat memerlukan pemahaman terhadap sinyal-sinyal utama berikut:
Untuk analisis yang lebih menyeluruh, kombinasikan grafik dominasi dengan data lain seperti harga Bitcoin, kapitalisasi pasar altcoin, dan volatilitas pasar secara keseluruhan. Pendekatan terintegrasi ini membantu Anda mencapai kesimpulan yang lebih akurat tentang tahapan siklus pasar saat ini.
Analis memperkirakan dominasi Bitcoin dapat mengalami perubahan besar seiring perkembangan di pasar kripto:
Skenario: Dominasi Meningkat
Dominasi bisa melonjak jika terjadi kondisi pasar yang tidak stabil. Dalam situasi seperti itu, investor cenderung mencari aset pelindung nilai, dan Bitcoin—sebagai aset paling likuid dan mapan—menjadi pilihan utama. Secara historis, periode ini telah mendorong dominasi BTC naik.
Skenario: Dominasi Menurun
Sebaliknya, dominasi Bitcoin dapat turun selama altseason aktif, saat tren baru dan proyek inovatif bermunculan. Pada periode ini, investor mengejar peluang imbal hasil tinggi di altcoin, termasuk proyek dengan fokus kecerdasan buatan, Web3, keuangan terdesentralisasi (DeFi), dan sektor menjanjikan lainnya.
Baru-baru ini, dominasi Bitcoin berada pada level tinggi, menegaskan kepemimpinan BTC di pasar. Namun, analis juga mencatat tekanan kompetitif dari mata uang kripto alternatif yang berpotensi mengubah dinamika pasar.
Ketika dominasi Bitcoin meningkat, altcoin umumnya menghadapi tekanan pasar. Pada periode ini:
Penurunan dominasi Bitcoin membuka peluang baru bagi investor:
Altseason adalah periode di mana altcoin sangat mengungguli Bitcoin dari sisi imbal hasil. Pada fase ini, investor bisa meraih hasil optimal: token dengan kapitalisasi pasar kecil hingga menengah dapat menghasilkan return X2–X10, bahkan lebih, dalam waktu relatif singkat. Namun, periode ini membutuhkan analisis dan manajemen risiko yang matang.
Metrik dominasi Bitcoin dapat menjadi elemen penting dalam strategi trading yang menyeluruh:
Pantau Tren Dominasi: Kenaikan dominasi BTC adalah sinyal untuk mengurangi eksposur ke altcoin dan meningkatkan portofolio Bitcoin
Amati Divergensi: Jika harga Bitcoin turun namun dominasi naik, altcoin bisa mengalami tekanan lebih dalam
Kombinasikan dengan Indikator Lain: Tingkatkan akurasi analisis dengan menggunakan dominasi BTC bersama indikator teknikal seperti RSI, volume transaksi, dan metrik volatilitas
Ambil Cuan di Puncak Altseason: Penurunan tajam dominasi BTC biasanya tidak berlangsung lama, sehingga pengambilan keuntungan tepat waktu sangat penting
Kelola Risiko: Manfaatkan dominasi sebagai alat tambahan untuk evaluasi risiko dalam pengelolaan posisi dan portofolio
Dominasi Bitcoin adalah indikator utama di pasar kripto, membantu pelaku pasar untuk menilai risiko, mengidentifikasi siklus pasar, serta menemukan titik masuk dan keluar optimal. Memahami dinamika metrik ini sangat penting baik untuk holder jangka panjang yang ingin mengoptimalkan portofolio maupun trader aktif yang mengejar peluang jangka pendek.
Dengan terus bertambahnya proyek baru di ekosistem kripto—termasuk pengembangan kecerdasan buatan, keuangan terdesentralisasi, dan lainnya—dominasi Bitcoin tetap menjadi acuan utama bagi pelaku pasar profesional. Pemantauan rutin dan integrasi indikator ini ke dalam strategi trading serta investasi akan membantu pengambilan keputusan yang lebih cerdas di industri kripto.
Indeks Dominasi Bitcoin (BTC.D) mengukur pangsa pasar Bitcoin dibandingkan total kapitalisasi pasar kripto. Rumus: BTC.D = (kapitalisasi pasar BTC / total kapitalisasi pasar kripto) × 100%. Semakin tinggi BTC.D, semakin besar pengaruh pasar Bitcoin.
Dominasi Bitcoin biasanya naik saat pasar menurun karena altcoin cenderung lebih cepat anjlok. Metrik ini mencerminkan proporsi kapitalisasi Bitcoin terhadap pasar total. Dominasi tinggi menjadi sinyal kepercayaan investor pada stabilitas BTC.
Kenaikan BTC.D menunjukkan peralihan modal ke Bitcoin serta rendahnya minat risiko. Bagi investor altcoin, ini berarti peluang investasi lebih sedikit dan potensi penurunan nilai aset alternatif.
Penurunan BTC.D menunjukkan pangsa pasar Bitcoin semakin kecil. Hal ini biasanya menandakan altcoin—termasuk Ethereum—memiliki potensi pertumbuhan lebih besar. Skenario ini sering mendukung diversifikasi portofolio dan ekspansi aset alternatif.
Kenaikan BTC.D menjadi sinyal rotasi modal ke Bitcoin, sehingga pendekatan konservatif lebih dianjurkan. Penurunan BTC.D menandakan dana mulai mengalir ke altcoin dan kemungkinan altseason dimulai. Gunakan tren ini untuk menyeimbangkan portofolio antara Bitcoin dan altcoin selama siklus pasar.
BTC.D mengukur pangsa Bitcoin dari total kapitalisasi pasar kripto, sedangkan harga Bitcoin menunjukkan nilainya secara absolut. Saat BTC.D naik, dominasi Bitcoin menguat dan altcoin biasanya tertinggal; saat BTC.D turun, altcoin dapat mengungguli. Kedua metrik ini saling melengkapi dalam membentuk struktur pasar.
BTC.D secara historis bergerak di kisaran 42% hingga 46%. Tertinggi tercatat adalah 46%, terendah 42%. Per 4 Januari 2026, BTC.D berada di level 44%.
BTC.D mengukur pangsa pasar Bitcoin, sedangkan ETH.D mengukur pangsa Ethereum. Saat dominasi Bitcoin menurun, modal cenderung bergeser ke altcoin—termasuk Ethereum. Kedua indeks ini menampilkan tren pergerakan modal di pasar mata uang kripto.











